Selasa, 21 Juni 2022

Perjalanan Penuh Drama

    


"The Struggle is part of the Journey, everyone goes through it. Keep going and don't give up"

    Seminggu yang lalu motor saya benar-benar bermasalah, karena akinya sudah lama belum diganti dan belum sempat diganti pula, motor gak bisa di stater dan harus diselah, itu pun susah dan lama, pernah satu waktu ketika harus mengisi bensin yang habis saya mencoba menyalakan motor sendiri dengan diselah tapi tetap tidak bisa, sudah berapa kali pun dicoba tetap tidak bisa, sudah dibantu bapak-bapak juga tetap tidak mau nyala mesinnya, akhirnya saya tidak punya pilihan lagi, saya bawa saja motor saya berjalan dengan tas yang subhanallah berat, saya fikir sekitar daerah abdurahman shaleh ada bengkel honda, mungkin bisa diperbaiki. Tiba-toba ketika baru menyebrang, ada aa-aa gojek yang berhenti sebelah saya, melihat saya berjalan membawa motor, dibertanya “ Kenapa teh motornya?” singkat cerita aa itu bantuin nyalain motor dengan cara diselah, dan akhirnya motonya nyala, saya sampai kerumah dengan selamat, alhamdullilah. Akhirnya saya putuskan besok diantar ke kantor sama bapak, karena motor mau diganti akinya.

Dan sorenya saya dijemput lagi oleh bapak ketempat saya bias a les privat, berhubung anak privat saya rumahnya jauh di gegerkalong otomatis saya baru bisa sampai rumah magrib lebih, dan saya tiba-tiba menerima telepon dari rumah yang ternyata tetangga saya, yang mengabari bahwa ibu drop, saya sedih ketika sampai rumah melihat kondisi ibu yang sakit kedinginan dan lemas, alhamdullialh ibu tidak jatuh, dan masih ditolong oleh tetangga sebelah rumah, mana besok pagi saya ada acara Belajar Di Alam ke Gunung Papandayan, yang mengharuskan saya berkumpul jam setengah lima pagi dimesjid dago. Saya sempat bingung takut begal kalo pergi sendiri, pakai gojek pun jam 4 shubuh rasa-rasanya tetap horror dan belum tentu ada, alhamdullilah kondisi ibu jauh lebih baik, shubuh itu ibu masih tidur dan kami tinggal sendiri, karena bapak akhirnya mengantarkan saya pergi ke masjid di dago.

Sepanjang perjalanan saya hanya bisa berdoa, semoga bapak dikasih sehat, agar klo saya pergi-pergi jauh ada yang anter dan ada yang jemput, apalagi kakak laki-laki saya sekarang harus menjaga istrinya yang sakit, sudah jarang pulang ke bandung. Dan akhirnya kegiatan belajar dialam pun berlangsung, ada momen-momen yang tidak bisa saya lupa, sederhana mungkin bagi orang lain tapi tidak untuk saya, saat berjalan tiba-tiba salah seorang murid laki-laki saya ada yang dengan sennag hati membawakan tas saya, yang lumayan penuh dengan bekal “sini bu sama aku aja, ntar nilai ekonomi aku tambahin tapi wkwkwkwk” tidak lama setelah itu saya terjebak hujan disalah satu warung kopi, dan ketika akan kembali ke rombongan saya hanya membawa satu payung, tiba-tiab dari belakang salah seorang murid laki-laki menawarkan diri, “sini bu aku payungin” saya jadi merass tidak enak… “janganlah, ntar ibu kaya tuan puteri” gak papa ih ibu… dan kemudian dia mengambil payung saya dan memayungi saya.

Tak berhenti sampai disitu, saat tiba-tiba bus yang saya tumpangi mogok karena remnya bermasalah, kami terpaksa pindah ke bis yang ada didepan dan belakang, karena jumlahnya cukup banyak, saya kebagiaan bus laki-laki dibelakang, otomatis semua kursi penuh oleh murid-murid, dan ketika saya berdiri, tiba-tiba saja salah seorang murid laki-laki kelas XI IPS menawarkan kursinya untuk saya, “Sini bu, biar aku aja yang berdiri” Ya Allah… saya terharu banget, punyamurid-murid yang perhatian seperti itu. Saya berharap kelak suami dan anak laki-laki saya bisa sebaik itu, bisa seperhatian dan sesayang itu pada saya, hahhahahaha. Memang banyak dramanya pergi ke gunung. Dan karena lagi pergantain musim pula, banyak banget ulet bulu disana, pulang-pulang tangan saya langsung bentol-bentol dan gatal.

Bandung, 21 Juni 2022

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar