Senin, 06 Juni 2022

Orang Tua


“Remember, no matter where you are in your life, no matter difficult it has been for you, life can be both breath-taking in the hardest way and the most meaningful way all within the same breath”

 -Jacquelinewhitney

Siang itu biasanya sahabat saya datang hanya untuk menagih iuran air dan iuran RW ke Ibu, tapi entah kenapa karena melihat saya yang sedang beristirahat diselasar rumah dengan wajah agak berikeringat, akhirnya ia memutuskan untuk duduk menghampiri saya, awalnya percakapan kami hanya seputar tanaman, tapi lama-kelamaan akhirnya menjadi obrolan yang berisi curahan hati yang tampak tidak disengaja…

Saya melihat sahabat saya menangis sambil tertawa, peristiwa langka yang mungkin jarang saya temui, tapi saya bisa mengamini karena saya pun pernah merasakan berada di posisinya dan hanya bisa tersenyum mengingat potongan peristiwa-peristiwa itu.

Sahabat saya bercerita tentang perjuangannya mengurus kedua orang tuanya yang sakit, ibunya kena stroke dan ayahnya pun karena kondisi kesehatan yang menurun juga terkena stroke, sebagai anak terakhir yang tinggal dirumah, mau tidak mau ialah yang harus mengurus kedua ornag tuanya yang sudah sakit-sakitan, mulai dari memberi makan, memberi obat, memakaikan pampers, bahkan sampai membuang kotoran dan membersihkan kotoran orang tuanya pun ia lakukan sendiri, karena kedua kakanya bekerja, dan satu kakanya yang laki-laki sudah tinggal terpisah dengannya.

“Aduh… ti… aku kalau inget pengen nangis, si bapak teh gak mau pake pampers, tapi da kalau ga pake pampers pipisnya gak bisa kekontrol jadi mau ga mau ya harus pake, tapi ya karena ga enakeun mereun ya, jadi yah tetap aja bocor, pipisnya tumpah ti….” (sambal tertawa air matanya juga jatuh)

Iya sama ko, ibu juga waktu sakit kaya gitu, pipisnya gak kekontrol jadi ya mau ga mau pipis ditempat, dan aku yang membersihkan pipisnya ibu, aku hanya bisa menangis sedih air mata sungguh jatuh tanpa bisa ditahan, sungguh ini membuat hati saya menjadi lemah, rasa sayang yang besar kepada orang tua membuat air pipis ataupun kotoran menjadi sesuatu yang tidak lagi menjijikan, dan kami hanya berdoa bahwa Allah senantiasa memberikan kesehatan kepada orang tua kami, agar di akhir-akhir hidupnya mereka dapat hidup dengan sehat dan bahagia.

Mengejar dengan lelah pintu surga….., tanpa disadari surga itu begitu dekat, karena ia dirumah kita sendiri, bakti kita kepada orang tua lah yang mungkin bisa jadi menjadi pintu surga yang paling dekat untuk kita, aamiin….

Bandung 7 Juni 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar