“Saya berfikir selanjutnya kalau
pun apa-apa yang saya inginkan gak saya dapet didunia, yauda toh suatu saat
saya juga bakal ninggalin dunia yang fana ini. Semuanya Cuma titipan, kalaupun
gak sempat dititipkan apa-apa, seenggaknya apa yang saya tinggalkan didunia
semuanya bisa jadi amal sholeh, apapun itu...”
Saya akhiri percakapan saya dengan
sahabat saya di whats app seperti itu, saya berusaha membesarkan hatinya, juga
hati saya sendiri, karena kita sama-sama berjuang untuk kehidupan kita kedepan,
sahabat saya yang usianya sudah lebih 30 tahun dan belum juga menikah karena
belum bertemu dengan jodohnya, juga saya... yang menunggu keajaiban, ingin
sekali memiliki anak. Ia bukan satu-satunya sahabat saya yang belum menikah,
ditempat lain ada beberapa sahabat saya yang juga belum menikah meski usianya
sudah diatas 35 tahun, dan ketika bertemu kami hanya sama-sama bercerita,
membesarkan hati masing-masing, menata hati untuk tetap berbaik sangka pada
Allah.
Mungkin ujian ini terasa berat
bagi saya, apalagi ketika saya berada diantara ibu-ibu muda yang sedang sibuk
membahas kehamilan, masalah anak, asi, susu, makanan bayi, dan apapun itu yang
belum saya alami, saya hanya bisa menyimak atau sering kali saya menghindar
diam-diam mencari pekerjaan lain, dan mencari tempat lain dimana saya bisa
menenangkan diri. Jika saya berada dalam kondisi-kondisi yang kurang membuat
hati saya nyaman, rasa-rasanya saya ingin hilang saja dari bumi, gak mau ketemu
orang-orang, gak mau ditanya apa-apa.
Saya ingat betul beberapa tahun lalu,
seorang adik kelas saya tengah ngidam dikehamilan anak ketiganya, ia datang
kerumah bersama suaminya karena ingin makan jambu yang ada dihalaman rumah
saya, ia datang bersama ke2 anak laki-lakinya yang lucu, entah kenapa hati
kecil saya berkata (dia sudah hamil anak ke 3, sementara saya...”) ah
sudahlah... setelah berbincang sebentar dan membawa jambunya adik kelas saya
bersama suaminya itu pamit, ia mengucapkan terima kasih, dan mendoakan saya,
“mudah-mudahan teteh juga cepet nyusul yah” aamiin (hati saya kecut)
Beberapa kali saya ke toko
perlengkapan bayi, melihat suami istri yang sibuk mencari perlengkapan bayi
untuk anaknya, sementara saya datang sendiri dan mencari kado untuk
sahabat-sahabat saya yang baru saja melahirkan. Entah keberapa kalinya datang
ke toko bayi, membeli barang untuk orang lain dan bukan untuk diri sendiri,
tapi yasudahlah memang belum waktunya. Saya berusaha mensyukuri apa yang sudah
Allah berikan pada saat ini, saat ketiga kakak saya sibuk dengan keluarganya
masing-masing, saya masih diberi kesempatan oleh Allah untuk mengurus orang tua
saya dirumah, khususnya Ibu.
Saya sempat berfikir apa mungkin
saya bisa seperti Maryam... , tiba-tiba ditiupkan ruh manusia kedalam rahimnya,
dan bisa hamil. tapi lagi-lagi saya sadar, perempuan suci semulia beliau hanya
ada satu, dan beliaulah satu-satunya perempuan suci yang dimuliakan Allah
dengan mukjizat seperti itu. Lalu kemudian saya terfikir Aisyah... iya aisyah,
seorang wanita mulia istri Rasullulah yang hingga akhir hayatnya tidak boleh
dinikahi oleh laki-laki lain sepeninggal Rasullulah, nyatanya hingga wafat juga
tidak dititipi anak oleh Allah. Saya tidak sesholehah Maryam atau Aisyah, tapi
saya berharap Allah akan memberikan saya keturunan pada waktunya.
Ya Allah... mudah-mudahan saya
masih diberi kesempatan untuk menjadi Ibu, itulah doa yang tak henti saya
doakan sekarang setiap habis sholat, mudah-mudahan kelak Allah memberikan
kepada saya keturunan yang sholeh dan sholehah, saya juga berdoa mudah-mudahan
sahabat-sahabat saya yang belum menikah segera diberikan jodoh, diberikan
pendamping yang bisa jadi Imam baginya, yang menolongnya dalam KeImanan dan
Ketakwaan, saya berharap diruang tunggu ini Iman saya tidak berkurang, saya
berharap diruang tunggu ini saya bisa menjadi pribadi yang baik dan khusnudzon,
saya berharap Allah teguhkan Iman saya dan kuatkan kaki saya untuk terus
berikhtiar, hingga saatnya tiba, semoga kesempatan-kesempatan baik kembali
menyapa saya dengan penuh kebahagiaan dan kesyukuran, aamiin.
Bandung, 10 April 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar