“Dunia
boleh saja tahu kamu sedang babak belur dan hancur selepas badai menerjang.
Persoalannya bukan dunia tahu atau tidak, tetapi apakah setelah itu kamu masih
mau bangkit atau tidak. Tanpa harus peduli apakah kebangkitanmu itu diketahui
dunia atau tidak” Muhammad Akhyar
Haha...
rasanya ingin tersenyum miris membaca kata-kata diatas, kamu tau rasanya
bertahan hidup diatas prasangka baik dan buruk orang lain? saya melaluinya
setiap hari, dan saya harus berusaha hidup dengan baik, berusaha hidup dengan
sebaik-baiknya, berharap Allah kuatkan fisik saya lahir maupun batin. Menghadapi
orang-orang dengan senyum terbaik, diatas luka, tangis dan kesedihan. Tak apa,
tidak harus seluruh dunia tau susahnya hidup saya, saya juga tidak butuh
dikasihani oleh orang, biarlah mereka memandang saya sesuai dengan prasangkanya
masing-masing.
Beberapa
waktu dan kesempatan, rasanya saya benar-benar merasa ingin hilang, saya merasa
kosong, saya merasa sendiri diantara banyak orang, saya harus merasakan
kebahagiaan yang orang lain rasakan, merasakan orang lain mendapatkan sesuatu
yang sudah sejak lama saya inginkan... dan saya harus menerima kenyataan jika
harapan yang dulu saya bangun kini sudah hancur, yang tersisa hanyalah
prasangka, bahwa Allah sangat-sangat sayang pada saya, Allah memberikan ujian
yang luar biasa dalam hidup saya, sesuatu yang bahkan tidak pernah terbersit
sedikitpun dalam hidup bahwa saya akan mengalami hal seburuk ini dalam hidup,
betapa sulitnya saya haru bangkit dari segala kesedihan dan keterpurukan,
menemui orang-orang setiap harinya, dengan wajah manis dan senyuman dibibir.
Bandung,
6 Maret 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar