“Setiap luka itu akan pulih, tapi
tetap meninggalkan bekas”
Belakangan ritme kerja saya
bertambah berat karena saya tidak lagi menggunakan shuttle dari mesjid ke
sekolah, otomatis tiap hari saya harus mengendarai motor lebih jauh dari
biasanya. Ditambah ada beberapa kegiatan olimpiade yang harus saya siapkan,
olimpiade akuntansi dan olimpiade ekonomi. PulanG sekolah sekitar pukul 15.30
saya harus memberikan tambahan sampai jam 5, sampai rumah jam 6an lebih, dan
besok pagi harus pergi lagi jam 6an. Hingga pada akhirnya disatu titik tubuh
saya menyerah, saya tumbang.
Akhirnya senin pagi saya tidak
masuk ke sekolah, dan saya harus ke dokter, ternyata dokter tempat saya berobat
adalah dokter yang 3 tahun lalu saya temui waktu saya berikan beliau undangan.
Dan sepertinya dokternya masih ingat sama saya, ketika masuk ruang pemeriksaaan
saya sendiri, kebetulan bapak yang mengantar sholat zuhur dulu dimesjid.
“Sakit apa?”
“Mual dok dan sedikit pusing”
“Hamil yah?
“Enggak hamil dok”
“Pusing yah, gak hamil?”
“Enggak”
saya sudah agak kesal saat itu.
“Pake KB apa?”
“Gak KB dok”
“Gak KB?”
“iya dok saya gak KB”
lama-lama saya kesal sama ini
dokter
“Oh iya maaf, biasanya perempuan
kalo mual-mual, dan pusing kalo gak hamil ya sakit magh”
Singkat cerita akhirnya saya
cerita semuanya sama dokter, cerita singkat yang bisa menjawab seluruh kekepoan
dokter, untung ini dokternya baik, kalo enggak saya udah males dan milih buat
pulang aja.
Berada dalam kondisi sakit dengan
tekanan seperti itu rasanya sudah jadi makanan sehari-hari buat saya, apalagi
ketika harus bertemu dengan orang-orang yang sudah lama tidak bertemu dengan
saya, pasti pertanyaannya sama “ Sudah hamil belum?”, “Sekarang anaknya berapa?”
teman-teman saya, bahkan adik
kelas saja anaknya sudah ada yang 3, sementara saya satu aja belum, sedih sih,
tapi mau gimana lagi, saya mau maksa gimana juga kalau Allah gak kasih saya mau
gimana, rasanya lebih sulit untuk menghilangkan trauma dibandingkan berusaha
untuk hamil. Iya sepertinya gak semua
rasa sakit itu berdarah, saya gak berdarah tapi tetap saja sakit.
Bandung, 22 Februari 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar