Kamis, 30 Agustus 2018

Prestasi






Life is life, and one has experiences that are painful and some that are very pleasant, and one has reward and sacrifice and more reward and disappointment and joy and happiness, and it's always going to be the same.

Bulan ini adalah bulannya prestasi bagi Indonesia, mungkin karena jadi tuan rumah Asian Games, dimana semua atlet Indonesia berjuang keras untuk mendapatkan mendali emas di setiap cabang olahraga. Dan alhamdullilah, hingga saat ini negara kita dapat menghasilkan 30 emas,  hal ini mungkin berbanding lurus dengan kerja keras para atlet yang terus berlatih agar dapat mengungguli lawan-lawan yang super hebat dari seluruh negara di Asia. Tentu keberhasilan para atlet tidak terlepas dari doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia. Ini menjadi hadiah bagi Bangsa ini, karena di bulan ini Indonesia berulang tahun yang ke 73.

Sebenarnya ini hanya prolog, saya tidak akan membahas tentang Asian Games, tapi saya ingin bercerita tentang prestasi yang saya dapatkan dibulan ini hehehe.... mungkin bagi orang lain biasa saja, tapi tidak bagi saya, karena ini adalah hasil kerja keras yang cukup panjang. Sebenarnya saya tidak punya bakat yang hebat dalam hal apapun, baik akademik, seni, maupun olahraga. Buat saya semuanya B aja. haha... tapi selama hidup meskipun miskin prestasi saya pernah mendapatkannya juga, diantaranya, waktu SD saya pernah juara 1 lomba busana, waktu SMP saya pernah juara 1 lomba baca puisi, dan pada kelas 3 SMP saya pernah mendapatkan nilai tertinggi di kelas, selama SMA dan Kuliah saya tidak pernah mengikuti perlombaan dan kompetisi apapun.

Terakhir prestasi yang buat saya agak prestisius adalah ketika memasuki dunia kerja, entahlah ini memang karena kinerja dan prestasi saya selama bekerja atau memang rizky dari Allah, di tempat saya bekerja dulu saya pernah mendapatkan pernghargaan sebagai “Juara 1 The Best Tutor” pada saat itu saya mengikuti cerdas cermat dan berhasil mengungguli 2 rekan saya yang sudah senior. Mungkin saat itu memang rizky saya, pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan pada saat cerdas cermat semuanya adalah pertanyaan tentang pengetahuan umum. Tentu saya sangat bahagia saat itu, karena hadiahnya lumayan besar Rp 3.000.000. tunai. Alhamdullilah saya bisa menghadiahkan cincin untuk ibu dari hadiah tersebut.
Dibulan ini, tempat kerja saya yang baru ada perlombaan senam antar sekolah, dan saya masuk seleksi untuk mengikuti Lomba Senam itu, mewakili sekolah saya. Lucu sih, saya sudah bertahun-tahun tidak pernah ikut senam, berkelompok pula. Tentu setiap hari sepulang kerja saya harus latihan, apalagi   ketika H-1 lomba saya harus latihan samapai jam 7 malam, sampai rumah sekitar pulang jam 8an dan besoknya harus pergi lagi pagi-pagi untuk berkerja. Sedihya ketika hari H, saya mulai tumbang, kepala pusing, perut sakit, mungkin masuk angin. Dan hari itu saat saya harus berlomba saya harus bolak balik ke toilet karena sakit perut, agak panas dingin sih, karena harus tampil dihadapan banyak orang, dengan tim lain juga yang cukup hebat. Alhamdullilah karena pertolongan Allah, dan minum tolak angin saya berhasil mengikuti perlombaan tersebut dengan baik. Dan alhamdullilah mendapatkan penghargaan Juara ke 2.

Dan tanggal 27 Agustus kemarin saya mendapat kesempatan untuk membimbing dan mengantar murid-murid saya untuk mengikuti Lomba Cepat Tangkas Ekonomi di UNISBA. Alhamdullilah punya anak-anak yang suka belajar Ekonomi dan mau belajar tambahan buat ekonomi, jadi saya tidak merasa kesulitan ketika harus menyiapkan tim untuk perlombaan. Saat bapak penyisihan dari 3 tim yang mengikuti lomba saat itu, sekolah saya hanya satu tim yang lolos, sementara sekolah lain ada yang 3 timnya lolos ke bapak semifinal, dan itu lebih dari satu sekolah. Sebenarnya, saya tidak terlalu berharap banyak pada lomba ini, karena beberapa kali membimbing lomba, belum ada yang lolos sampai ke babak semifinal. 

Setelah lolos babak penyisihan dari 24 tim diambil 12 tim terbaik untuk masuk semifinal, dan dari semifinal diambil 4 tim terbaik untuk masuk ke babak Final. Alhamdullilah anak-anak saya disemifinal berhasil lolos mengalahkan tim dari SMA Zakaria dan SMAK 1 Bandung. Jujur pada saat itu dibabak semifinal saya merasa deg-degan juga, wkwkkwkw padahal yang lomba mereka. Sayangnya di Final anak-anak saya tidak berhasil mendapatkan juara 1, dan hanya puas menjadi Juara Harapan 1. Entahlah bagi saya itu sudah sangat membanggakan, terlebih lagi karena ini adalah piala pertama bagi saya yang dapat disumbangkan untuk sekolah. Mereka mendapatkan mendali, trofi, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp 750.000,. Selesai...? mudah-mudahan tidak. Saya berharap bukan cuma anak-anak saya yang mau belajar dan punya jiwa kompetisi, tapi saya pun ingin memacu diri saya untuk terus mau belajar dan berkompetisi dengan orang lain.

Bandung, 31 Agustus 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar