Bulan ini adalah bulannya
prestasi bagi Indonesia, mungkin karena jadi tuan rumah Asian Games, dimana
semua atlet Indonesia berjuang keras untuk mendapatkan mendali emas di setiap
cabang olahraga. Dan alhamdullilah, hingga saat ini negara kita dapat
menghasilkan 30 emas, hal ini mungkin
berbanding lurus dengan kerja keras para atlet yang terus berlatih agar dapat
mengungguli lawan-lawan yang super hebat dari seluruh negara di Asia. Tentu
keberhasilan para atlet tidak terlepas dari doa dan dukungan dari seluruh
rakyat Indonesia. Ini menjadi hadiah bagi Bangsa ini, karena di bulan ini
Indonesia berulang tahun yang ke 73.
Sebenarnya ini hanya prolog, saya
tidak akan membahas tentang Asian Games, tapi saya ingin bercerita tentang
prestasi yang saya dapatkan dibulan ini hehehe.... mungkin bagi orang lain
biasa saja, tapi tidak bagi saya, karena ini adalah hasil kerja keras yang
cukup panjang. Sebenarnya saya tidak punya bakat yang hebat dalam hal apapun,
baik akademik, seni, maupun olahraga. Buat saya semuanya B aja. haha... tapi
selama hidup meskipun miskin prestasi saya pernah mendapatkannya juga,
diantaranya, waktu SD saya pernah juara 1 lomba busana, waktu SMP saya pernah
juara 1 lomba baca puisi, dan pada kelas 3 SMP saya pernah mendapatkan nilai
tertinggi di kelas, selama SMA dan Kuliah saya tidak pernah mengikuti
perlombaan dan kompetisi apapun.
Terakhir prestasi yang buat saya
agak prestisius adalah ketika memasuki dunia kerja, entahlah ini memang karena
kinerja dan prestasi saya selama bekerja atau memang rizky dari Allah, di
tempat saya bekerja dulu saya pernah mendapatkan pernghargaan sebagai “Juara 1
The Best Tutor” pada saat itu saya mengikuti cerdas cermat dan berhasil
mengungguli 2 rekan saya yang sudah senior. Mungkin saat itu memang rizky saya,
pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan pada saat cerdas cermat semuanya adalah
pertanyaan tentang pengetahuan umum. Tentu saya sangat bahagia saat itu, karena
hadiahnya lumayan besar Rp 3.000.000. tunai. Alhamdullilah saya bisa
menghadiahkan cincin untuk ibu dari hadiah tersebut.
Dibulan ini, tempat kerja saya
yang baru ada perlombaan senam antar sekolah, dan saya masuk seleksi untuk
mengikuti Lomba Senam itu, mewakili sekolah saya. Lucu sih, saya sudah
bertahun-tahun tidak pernah ikut senam, berkelompok pula. Tentu setiap hari
sepulang kerja saya harus latihan, apalagi ketika H-1 lomba saya harus latihan samapai
jam 7 malam, sampai rumah sekitar pulang jam 8an dan besoknya harus pergi lagi
pagi-pagi untuk berkerja. Sedihya ketika hari H, saya mulai tumbang, kepala
pusing, perut sakit, mungkin masuk angin. Dan hari itu saat saya harus berlomba
saya harus bolak balik ke toilet karena sakit perut, agak panas dingin sih,
karena harus tampil dihadapan banyak orang, dengan tim lain juga yang cukup
hebat. Alhamdullilah karena pertolongan Allah, dan minum tolak angin saya
berhasil mengikuti perlombaan tersebut dengan baik. Dan alhamdullilah
mendapatkan penghargaan Juara ke 2.
Dan tanggal 27 Agustus kemarin
saya mendapat kesempatan untuk membimbing dan mengantar murid-murid saya untuk
mengikuti Lomba Cepat Tangkas Ekonomi di UNISBA. Alhamdullilah punya anak-anak
yang suka belajar Ekonomi dan mau belajar tambahan buat ekonomi, jadi saya
tidak merasa kesulitan ketika harus menyiapkan tim untuk perlombaan. Saat bapak
penyisihan dari 3 tim yang mengikuti lomba saat itu, sekolah saya hanya satu
tim yang lolos, sementara sekolah lain ada yang 3 timnya lolos ke bapak
semifinal, dan itu lebih dari satu sekolah. Sebenarnya, saya tidak terlalu
berharap banyak pada lomba ini, karena beberapa kali membimbing lomba, belum
ada yang lolos sampai ke babak semifinal.
Setelah lolos babak penyisihan
dari 24 tim diambil 12 tim terbaik untuk masuk semifinal, dan dari semifinal
diambil 4 tim terbaik untuk masuk ke babak Final. Alhamdullilah anak-anak saya
disemifinal berhasil lolos mengalahkan tim dari SMA Zakaria dan SMAK 1 Bandung.
Jujur pada saat itu dibabak semifinal saya merasa deg-degan juga, wkwkkwkw
padahal yang lomba mereka. Sayangnya di Final anak-anak saya tidak berhasil
mendapatkan juara 1, dan hanya puas menjadi Juara Harapan 1. Entahlah bagi saya
itu sudah sangat membanggakan, terlebih lagi karena ini adalah piala pertama
bagi saya yang dapat disumbangkan untuk sekolah. Mereka mendapatkan mendali,
trofi, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp 750.000,. Selesai...?
mudah-mudahan tidak. Saya berharap bukan cuma anak-anak saya yang mau belajar
dan punya jiwa kompetisi, tapi saya pun ingin memacu diri saya untuk terus mau
belajar dan berkompetisi dengan orang lain.
Bandung, 31 Agustus 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar