Senin, 20 Agustus 2018

Jarak


“Sesungguhnya diantara dosa yang tidak bisa ditebus dengan pahal shlata, sedekah atau haji, maka  bisa ditebus dengan kesusah payahan dalam mencari nafkah “ HR. Ath Thabrani
“Sesungguhnya Allah menyukai hamba yang bekerja dan terampil. Siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka ia serupa dengan seorang mujahid dijalan Allah” HR Ahmad

Sejak kuliah saya berusaha untuk tidak membebani orang tua, saya lakukan apa yang bisa lakukan untuk mendapatkan uang agar bisa meringankan biaya kuliah saya. Berjualan atau mengajar adalah hal yang biasa saya lakukan saat itu. Dan saya sangat bersyukur Allah mengaruniai saya ilmu yang bermanfaat, yang dengannya saya bisa mendapatkan sejumlah uang dari kegiatan mengajar, entah di madrasaah atau privat-privat ke rumah-rumah.

Saya mulai bekerja serius pada saat tingkat akhir kuliah, alhamdulilah bisa mengajar dibimbel saat itu dengan gaji yang lumayan cukup, hingga akhirnya saya lulus kuliah dan memutuskan melamar pekerjaan kesana kemari. Dalam perjalanannya saya melamar pekerjaan ternyata profesi mengajarlah yang lebih cocok, saya pernah melamar ke beberapa perusahaan tapi kalaupun lulus sampai tahap intervieuw ada saja kendalanya yang akhirnya saya balik lagi bekerja ditempat saya bisa mengajar.
Dan setelah beberapa kali pindah akhirnya saya menemukan satu tempat kerja yang membuat saya nyaman, saya bekerja cukup lama disana, dari tahun 2009 sampai tahun 2017. Mengajar dibimbel dibeberapa cabang, sehingga saya bisa merasakan mengajar murid dari beberapa sekolah sebandung raya, dari SMA 1 sampai SMA 27, hanya 2 sekolah yang muridnya belum pernah saya ajar, SMA 16 dan SMA 18 Bandung. Sehingga saya pun jadi tau jalan-jalan dikota bandung. 

Mungkin orang menyangka jika profesi sebagai Guru, bukan profesi yang menantang seperti profesi-profesi lainnya, nyatanya tidak sesederhana itu. Kalau dijelaskan tentu banyak sekali yang harus saya tulis. Satu hal yang namanya bekerja, sudah barang tentu kita harus mau ditempatkan dimana saja, dan ketika ditempatkan ditempat yang jauh tentu  resikonya akan lebih besar. Satu waktu saya pernah ditempatkan di kantor cabang yang ada di jalan Soekarno Hatta, jaraknya lumayan jauh dari rumah dan tentu setiap kali kesana saya harus melewati lajur cepat, tiap pindah jalur saya sering merasa takut, alhamdullilah selalu dilindungi Allah, sampai selesai bekerja disana saya bisa melewatinya dengan baik, diberi keselamatan setiap harinya, tak jarang saya melihat sendiri kecelakaan lalu lintas disana, kadang agak ngeri tapi demi mencari nafkah, dan ingat kedua orang tua, biasanya rasa takutnya hilang sendiri.

Dan akhirnya setelah kurang lebih 8 tahun saya resign juga dari perusahana yang lama tempat saya bekerja, sedih sih harus meninggalkan pekerjaan dan teman-teman yang baik, tapi saya tidak punya pilihan lain, daripada saya malu dan sedih, lebih baik saya melanjutkan hidup saya dengan baik, saya berfikir bumi Allah luas, Rizky Allah pun melimpah dibumi, asal saya mau berusaha dan bekerja keras, saya percaya Allah akan berikan ganti pekerjaan yang lebih baik buat saya. Memang berada dalam “Comfort Zone” itu menyenangkan, seringkali membuat kita terlalu santai. Tapi kalau kita mau keluar dari comfort zone itu, kita pasti akan menemukan pilihan-pilihan hidup lain yang mungkin jauh lebih baik untuk perkembangan diri kita. Umur kita terus bertambah, harusnya Kualitas diri dan kemampuan kita pun ikut bertambah.

Dan sekarang setelah saya pindah kerja ditempat yang baru, saya harus adaptasi lagi dari awal, harus memulai semuanya dari titik nol. Jarak tempat saya bekerja dari rumah 4 kali lebih jauh dari tempat saya bekerja sebelumnya wkwkkwkwwk. Belum lagi medannya yang curam hahaha, saya hanya bisa mengelus dada, berdoa semoga setiap hari dikasih keselamatan sama Allah, saya pilih naik jemputan sekolah bareng anak2 dari tempat parkiran didekat mesjid daerah Dago. Entahlah... kalau bukan karena pertolongan Allah rasa-rasanya akan sulit menjalaninya. Belum lagi dengan kepindahan tempat kerja saya yang lokasinya cukup jauh dari rumah, butuh energi ekstra untuk bekerja. Kalau bukan diniatkan ibadah, rasanya lelah sekali. Tapi yang selalu saya ingat adalah kedua orang tua saya, dua pintu Surga untuk saya yang selalu jadi kekuatan untuk saya bekerja, saya tidak boleh malas-malasan, harus bekerja dengan sebaik-baiknya, banyak hal dalam hidup yang belum saya capai, apalagi saya belum dikasih amanah anak sama Allah. Sedih sih... tapi saya gak bisa berbuat banyak, bismillah saja. Saya sudah tawakal kepada Allah, biarlah saya menjalani semuanya, biar Allah yang mengurus dan mengatasi semua kebutuhan saya didunia. Saya percaya Allah Maha Baik, Maha Adil, Allah tidak akan meninggalkan saya sendiri.

Bandung, 21 Agustus 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar