Jika seseorang bertanya lagi
kepada saya, “harapan kamu kedepan apa?”
Mungkin saya hanya bisa tersenyum
simpul, karena saya bingung harus menjawab apa, dan entahlah apakah saya masih
punya harapan atau tidak dalam hidup, yang jelas harapan saya sekarang
sederhana, saya ingin jadi anak yang baik dan sholeh, berbakti kepada orang
tua, dan menjadi jalan bagi mereka untuk mendapatkan surga, itu saja. Untuk diri
sendiri saya tidak mau berharap apa-apa, saya hanya ingin hidup dengan baik,
itu saja.
Jujur, saya banyak berhutang budi
pada orang lain, entah materi ataupun bukan materi, saya berhutang banyak pada
kebaikan-kebaikan orang disekitar, berhutang banyak pada doa-doa mereka yang
entah terdengar atau tidak terdengar oleh saya secara langsung. Sering kali
dalam hidup saya ditolong, bahkan sebelum saya meminta tolong, dan ketika saya
menolak dengan secara halus pertolongan dari mereka, saya bukan bermaksud
sombong atau tidak tau diri dan tidak tau terima kasih, hanya saja saya takut
merepotkan dan menjadi beban bagi mereka, bagi saya balas budi bukanlah perkara
yang ringan, karena tidak semua kebaikan yang datang dalam hidup kita bisa
dibalas setimpal atau setara dengan materi.
Seburuk apapun perlakuan orang
terhadap saya, diakui atau tidak orang yang pernah ada didalam hidup saya
sedikit banyak telah ikut berkontribusi dalam hidup saya membentuk saya yang seperti ini, dan nilai-nilai
kebaikan yang ada dalam dirinya tidak mungkin saya lupakan begitu saja, saya
tetap berusaha menghargai orang itu, meski untuk dapat menerima semua
ketidakadilan itu saya juga perlu waktu.
Maaf kalau saya lebih tertutup
sekarang, saya sedang berusaha menata kehidupan saya yang lebih baik, terima
kasih banyak untuk siapapun orang yang namanya tidak bisa saya sebutkan satu
persatu, kehadiran kalian telah memberi arti yang sangat besar dalam hidup
saya, maaf kalau saya belum bisa membalas kebaikan kalian, semoga Allah
memberikan balasan yang lebih baik dari dunia dan seisinya, sebuah kesyukuran
bagi saya dipertemukan dengan orang-orang baik seperti kalian.
Bandung, 5 Februari 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar