Tidak semua orang diberikan kemampuan untuk bersabar, karena hanya kesabaran yang pahalanya tidak ternilai dan tidak dapat dihitung dengan satuan apapun...
Shaum adalah salah satu ibadah yang punya korelasi positif dengan kesabaran, bukankah kita dituntut untuk bersabar selama belasan jam menahan rasa haus dan lapar dari mulai fajar hingga tenggelamnya matahari. Sayang jika selama satu bulan ini kita tidak mendapatkan hakikat sebenarnya dari shaum, sayang jika selama sebulan Allah tidak mengampuni dosa-dosa kita, dan sayang jika kita tidak menjadi orang yang bertakwa setelah Ramadhan.
Shaum adalah ibadah seorang hamba dengan RabbNya, tidak ada manusia yang bisa menilai kualitas shaum seseorang selain Allah Subhana Wataalla, begitu pula dengan kesabaran, tidak ada manusia yang bisa menilai sejauh mana kualitas sabarnya seseorang, karena sabar adalah ibadah hati juga perilaku, kita tidak bisa tau sesabar apa seseorang sampai kita merasakan ujian yang diberikan kepada orang tersebut.
Orang-orang mulia, lahir dari kesabaran yang luar biasa... lihatlah nabi-nabi kita, bagaimana ujian demi ujian datang silih berganti, meski mereka dilebihkan dari manusia lainnya dimuka bumi, tapi para nabi pun adalah manusia biasa yang hatinya bisa merasakan rasa sakit, lihat bagaimana sabarnya Nabi Ayyub saat harus diambil seluruh harta bendanya, kehilangan seluruh anaknya, dan menderita penyakit yang begitu menyakitkan, lihat bagaimana Nabi Ibrahim yang bersabar menanti untuk mendapatkan keturunan, kemudian setelah lahir harus ditinggalkan, dan setelah dewasa diperintahkan untuk disembelih, lihat Nabi Muhammad yang harus menerima seluruh hinaan dan cacian orang-orang kafir, dilempari batu dan kotoran, hingga rasa lapar yang begitu sangat karena di boikot oleh orang-orag kafir.
Mungkin kualitas sabar kita masih jauh dari para Nabi, namun kesabaran para Nabi kita hendaknya menjadi pelajaran berharga, karena batas kesabaran itu hanya satu, kematian. Selama kita hidup hendaknya kita terus bersabar, apapun yang kita terima, dan bersabarlah menerima pahala yang tak terbatas diakhirat nanti karena kesabara kita selama didunia. aamiin
Bandung, 29 Mei 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar