Selasa, 30 Mei 2017

Pintu Surga



“Surga itu mahal, susah masuknya, dan tidak semua orang bisa masuk dengan mudah kedalamnya, jika kamu masuk kamu harus membayarnya, bukan cuma dengan amal sholeh, tapi kadang dengan air mata, darah, keperihan, kesulitan, dan rasa sakit yang bertubi-tubi”

Dalam beberapa hadist dikatakan terdapat delapan pintu surga yang dapat dimasuki oleh seorang muslim, pintu-pintu surga itu diperuntukkan untuk orang-orang yang menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim, seperti dijelaskan dalam hadist berikut “Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya dijalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, “Hai hamba Allah, inilah kebaikan”. Maka orang yang termasuk golongan ahli sholat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang tergolong ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar Rayyan. Dan orang yang golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah” Ketika mendengar hadist ini Abu Bakar pun bertanya “Ayah dan Ibuku sebagai penebus anda wahai Rasullulah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut ”Nabi Shallallhu alaihi wasallam pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka” (HR, Bukhari no 1897, 3666 dan Muslim no 1027)

Ibnu Hajar Rahimahullah menyatakan, “Dalam hadist disebutkan ada empat pintu surga. Diawal diterangkan pula bahwa pintu surga itu ada delapan. Rukun Islam yang tersisa adalah haji, tentu ada pintu khusus untuk orang yang berhaji. Itulah pintu kelima. Adapun tiga pintu lainnya, pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina an’ An Naas terdapat dalam riwayat Imam Ahmad, dari Rawh bin Ubadah dari Asy’ats dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal, “Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman”

Ada juga pintu Al-Ayman (pintu ketujuh), yaitu pintu orang yang bertawakal pada Allah yang masuk dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksa. Adapun pintu kedelapan adalah pintu Dzikir sebagaimana yang disyariatka dalam riwayat Tirmidzi. Bisa jadi pula adalah pintu Ilmu (Fath Al-Bari, 7 :28)
 “Wahai Muhammad, suruhlah umatmu yaitu orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk kedalam surga melalui pintu Al-Ayman yang merupakan diantara pintu-pintu surga. Sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang” (HR Bukhari no 3340, 3361, 4712, dan Muslim no 194) 

Pintu-pintu itu banyak, dan semuanya hanya akan dimasuki oleh orang-orang yang beribadah secara ikhlas dan benar hanya mengharap Ridha Allah semata. Dan keikhlasan kita dalam beribadah hanya Allah yang tau, maka tidak ada jaminan kita akan masuk surga tanpa hisab tanpa azab terlebih dahulu. Kita hanya bisa berusaha, meluruskan niat kita dalam beribadah, menerima segala qadha dan qadar dari Allah dengan kesabaran dan keridhaan, semoga Allah ampuni segala dosa dan kesalahan kita. 

Dan beruntungnya seorang wanita yang bisa masuk dari pintu mana saja, manakala ia membaca hadist dari Rasullulah....

“Jika seorang wanita menunaikan sholat lima waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, niscaya dikatakan padanya “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau” (HR Ahmad dari Abdurrahman bin Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albany)

Bandung, 31 Mei 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar