“Surga itu mahal, susah masuknya,
dan tidak semua orang bisa masuk dengan mudah kedalamnya, jika kamu masuk kamu
harus membayarnya, bukan cuma dengan amal sholeh, tapi kadang dengan air mata,
darah, keperihan, kesulitan, dan rasa sakit yang bertubi-tubi”
Dalam beberapa hadist dikatakan terdapat delapan pintu surga yang dapat dimasuki oleh seorang muslim, pintu-pintu surga itu diperuntukkan untuk orang-orang yang menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim, seperti dijelaskan dalam hadist berikut “Barangsiapa yang berinfak dengan
sepasang hartanya dijalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga,
“Hai hamba Allah, inilah kebaikan”. Maka orang yang termasuk golongan ahli
sholat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang tergolong ahli
jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang ahli puasa akan dipanggil
dari pintu Ar Rayyan. Dan orang yang golongan ahli sedekah akan dipanggil dari
pintu sedekah” Ketika mendengar hadist ini Abu Bakar pun bertanya “Ayah dan
Ibuku sebagai penebus anda wahai Rasullulah, kesulitan apa lagi yang perlu
dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut ”Nabi
Shallallhu alaihi wasallam pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu
termasuk golongan mereka” (HR, Bukhari no 1897, 3666 dan Muslim no 1027)
Ibnu Hajar Rahimahullah
menyatakan, “Dalam hadist disebutkan ada empat pintu surga. Diawal diterangkan
pula bahwa pintu surga itu ada delapan. Rukun Islam yang tersisa adalah haji,
tentu ada pintu khusus untuk orang yang berhaji. Itulah pintu kelima. Adapun
tiga pintu lainnya, pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina an’ An Naas
terdapat dalam riwayat Imam Ahmad, dari Rawh bin Ubadah dari Asy’ats dari
Al-Hasan Al-Bashri secara mursal, “Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di
surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan
kezaliman”
Ada juga pintu Al-Ayman (pintu
ketujuh), yaitu pintu orang yang bertawakal pada Allah yang masuk dalam surga
tanpa hisab dan tanpa siksa. Adapun pintu kedelapan adalah pintu Dzikir
sebagaimana yang disyariatka dalam riwayat Tirmidzi. Bisa jadi pula adalah
pintu Ilmu (Fath Al-Bari, 7 :28)
“Wahai Muhammad, suruhlah umatmu yaitu
orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk kedalam surga melalui pintu Al-Ayman
yang merupakan diantara pintu-pintu surga. Sedangkan pintu-pintu yang lain
adalah pintu surga bagi semua orang” (HR Bukhari no 3340, 3361, 4712, dan
Muslim no 194)
Pintu-pintu itu banyak, dan
semuanya hanya akan dimasuki oleh orang-orang yang beribadah secara ikhlas dan
benar hanya mengharap Ridha Allah semata. Dan keikhlasan kita dalam beribadah
hanya Allah yang tau, maka tidak ada jaminan kita akan masuk surga tanpa hisab
tanpa azab terlebih dahulu. Kita hanya bisa berusaha, meluruskan niat kita
dalam beribadah, menerima segala qadha dan qadar dari Allah dengan kesabaran
dan keridhaan, semoga Allah ampuni segala dosa dan kesalahan kita.
Dan beruntungnya seorang wanita
yang bisa masuk dari pintu mana saja, manakala ia membaca hadist dari
Rasullulah....
“Jika seorang wanita menunaikan
sholat lima waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati
suaminya, niscaya dikatakan padanya “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun
yang kau mau” (HR Ahmad dari Abdurrahman bin Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan
hasan oleh Syaikh Al-Albany)
Bandung, 31 Mei 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar