Selasa, 19 April 2016

Maryam



“Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa”


Seorang laki-laki dalam bentuk manusia yang sempurna, mendatangi perempuan suci untuk menyampaikan sesuatu, mungkin ia takut, karena tak pernah berhubungan dengan laki-laki, tiba-tiba ia harus menghadapi laki-laki itu, maka ia berdoa meminta perlindungan Tuhannya, entahlah bagaimana Jibril datang dalam bentuk manusia, saya yakin wajahnya pasti tampan, dan penuh cahaya, tapi Maryam benar-benar menjaga dirinya, ia takut pada Tuhannya.

Itu sepenggal kisah yang ada dalam surat Maryam ayat 16-18. Beberapa hari yang lalu ada kajian pemuda hijrah khusus muslimah di Mesjid Al Lathiif, kebetulan yang mengisi kajiannya adalah the Hanin, istri dari Ustad Hanan Attaki. Beliau menjelaskan tentang kehidupan Maryam, sejak ia lahir hingga dewasa, yah maryam, putri Imran itu adalah seorang anak yang lahir saat ia sudah berusia lanjut, ia bernazar  jika istrinya hamil ia akan menyerahkan putrinya itu untuk menjadi pelayan di Baitul Maqdis (Qs Ali Imran : 35).

Maryam adalah manusia yang ketika lahir tidak menangis, padahal kebanyakan bayi yang lahir pasti selalu menangis, itulah penjagaan Allah, ia lahir dalam keadaan suci, bahkan setan pun tak berani mengganggunya.

“Setiap anak manusia pasti diganggu setan ketika dia dilahirkan, sehingga dia teriak menangis, karena disentuh setan. Kecuali Maryam dan putranya” (HR Bukhari 4548 dan Muslim 2366)
Dan akhirnya Maryam diserahkan ke baitul maqdis dibawah pengawasan Nabi Zakaria, ia tumbuh menjadi wanita yang sholehah, taat beribadah, dan menjaga dirinya dari laki-laki, ia mengandung seorang bayi laki-laki tanpa seorang ayah, yang dari rahimnya lahir seorang laki-laki tampan bernama Isa, laki-laki yang kelak menjadi Nabi ini, menuruni kesholehan ibunya, Nabi Isa adalah adalah salah satu nabi yang memiliki banyak mukjizat. Kehidupannya penuh dengan ujian seperti  ibunya Maryam.

Entahlah… pada saat teh Hanin membacakan ayat-ayat di surat Maryam ini, hati saya bergetar, sedih rasanya membayangkan apa yang dialami oleh Maryam, dan nyatanya saya hanya perempuan biasa yang tak ada seujung kuku pun dengan Maryam. Ya karena ia adalah wanita sholehah yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk Allah, yang hidupnya dipenuhi keberkahan, maka ujiannya pun sungguh sangat besar, bagaimana bisa perempuan suci yang tak pernah disentuh laki-laki, tiba-tiba bisa hamil???

Sungguh saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya orang-orang itu mencemooh, mencibir, menghina, dan merendahkan dirinya, tapi sungguh pertolongan Allah sangat dekat, dengan segala kebesaran dan kemuliannya, sang anak yang masih bayi itu pun bicara dan membela ibunya

Dia (Isa) berkata
“Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan DIa memerintahkan kepadku (melaksanakan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada Ibuku, dan DIa tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada ahri aku dibangkitkan hidup kembali”(QS Maryam 30-33)

Saya hanya ingin belajar dari Maryam, bagaimana menjadi wanita muslimah yang benar, yang bisa menjaga dirinya dengan baik, baik sebelum menikah maupun ketika sudah menikah, saya ingin seperti maryam, dikaruniai keturunan yang sholeh dan taat beribadah kepada Allah seperti Nabi Isa, ini tentu bukan hal yang mudah, menjaga diri…. Iya saya merasakannya, Allah memberi petunjuk kepada saya, alhamdullilah saya tidak pernah berpacaran dengan laki-laki, berhubungan dekat pun sepertinya tidak pernah, kalau pun ada yang dekat, mereka semua adalah adik-adik saya, dan murid-murid saya, yang bagaimanapun harus tetap saya perlakukan sewajarnya, mereka semua sudah dewasa dan bukan mahram saya, akhirnya saya hanya bisa memohon ampun kepada Allah jika selama ini ada adab-adab yang tidak seharusnya saya jalankan, memohon ampun untuk segala ucapan dan perbuatan yang tidak sesuai dengan aturan Islam.

Saya berlindung kepada Allah dari laki-laki manapun, semoga saya bisa istiqomah menjaga diri saya hingga saya menggenapkan setengah din saya, semoga Allah kelak pertemukan saya dengan laki-laki yang baik agamanya, yang bisa menuntun dan membimbing saya menjadi muslim yang baik, aamiin.


Bandung 20, April 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar