“Sungguh, aku berlindung kepada
Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa”
Seorang laki-laki dalam bentuk
manusia yang sempurna, mendatangi perempuan suci untuk menyampaikan sesuatu,
mungkin ia takut, karena tak pernah berhubungan dengan laki-laki, tiba-tiba ia
harus menghadapi laki-laki itu, maka ia berdoa meminta perlindungan Tuhannya,
entahlah bagaimana Jibril datang dalam bentuk manusia, saya yakin wajahnya
pasti tampan, dan penuh cahaya, tapi Maryam benar-benar menjaga dirinya, ia
takut pada Tuhannya.
Itu sepenggal kisah yang ada
dalam surat Maryam ayat 16-18. Beberapa hari yang lalu ada kajian pemuda hijrah
khusus muslimah di Mesjid Al Lathiif, kebetulan yang mengisi kajiannya adalah
the Hanin, istri dari Ustad Hanan Attaki. Beliau menjelaskan tentang kehidupan
Maryam, sejak ia lahir hingga dewasa, yah maryam, putri Imran itu adalah
seorang anak yang lahir saat ia sudah berusia lanjut, ia bernazar jika istrinya hamil ia akan menyerahkan
putrinya itu untuk menjadi pelayan di Baitul Maqdis (Qs Ali Imran : 35).
Maryam adalah manusia yang ketika
lahir tidak menangis, padahal kebanyakan bayi yang lahir pasti selalu menangis,
itulah penjagaan Allah, ia lahir dalam keadaan suci, bahkan setan pun tak
berani mengganggunya.
“Setiap anak manusia pasti
diganggu setan ketika dia dilahirkan, sehingga dia teriak menangis, karena
disentuh setan. Kecuali Maryam dan putranya” (HR Bukhari 4548 dan Muslim 2366)
Dan akhirnya Maryam diserahkan ke
baitul maqdis dibawah pengawasan Nabi Zakaria, ia tumbuh menjadi wanita yang
sholehah, taat beribadah, dan menjaga dirinya dari laki-laki, ia mengandung
seorang bayi laki-laki tanpa seorang ayah, yang dari rahimnya lahir seorang laki-laki
tampan bernama Isa, laki-laki yang kelak menjadi Nabi ini, menuruni kesholehan
ibunya, Nabi Isa adalah adalah salah satu nabi yang memiliki banyak mukjizat.
Kehidupannya penuh dengan ujian seperti ibunya Maryam.
Entahlah… pada saat teh Hanin
membacakan ayat-ayat di surat Maryam ini, hati saya bergetar, sedih rasanya
membayangkan apa yang dialami oleh Maryam, dan nyatanya saya hanya perempuan
biasa yang tak ada seujung kuku pun dengan Maryam. Ya karena ia adalah wanita
sholehah yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk Allah, yang hidupnya
dipenuhi keberkahan, maka ujiannya pun sungguh sangat besar, bagaimana bisa
perempuan suci yang tak pernah disentuh laki-laki, tiba-tiba bisa hamil???
Sungguh saya tidak bisa
membayangkan bagaimana rasanya orang-orang itu mencemooh, mencibir, menghina,
dan merendahkan dirinya, tapi sungguh pertolongan Allah sangat dekat, dengan
segala kebesaran dan kemuliannya, sang anak yang masih bayi itu pun bicara dan
membela ibunya
Dia (Isa) berkata
“Sesungguhnya aku hamba Allah,
Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, dan Dia
menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan DIa
memerintahkan kepadku (melaksanakan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku
hidup, dan berbakti kepada Ibuku, dan DIa tidak menjadikan aku seorang yang
sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari
kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada ahri aku dibangkitkan hidup kembali”(QS
Maryam 30-33)
Saya hanya ingin belajar dari
Maryam, bagaimana menjadi wanita muslimah yang benar, yang bisa menjaga dirinya
dengan baik, baik sebelum menikah maupun ketika sudah menikah, saya ingin
seperti maryam, dikaruniai keturunan yang sholeh dan taat beribadah kepada
Allah seperti Nabi Isa, ini tentu bukan hal yang mudah, menjaga diri…. Iya saya
merasakannya, Allah memberi petunjuk kepada saya, alhamdullilah saya tidak
pernah berpacaran dengan laki-laki, berhubungan dekat pun sepertinya tidak
pernah, kalau pun ada yang dekat, mereka semua adalah adik-adik saya, dan
murid-murid saya, yang bagaimanapun harus tetap saya perlakukan sewajarnya,
mereka semua sudah dewasa dan bukan mahram saya, akhirnya saya hanya bisa
memohon ampun kepada Allah jika selama ini ada adab-adab yang tidak seharusnya
saya jalankan, memohon ampun untuk segala ucapan dan perbuatan yang tidak
sesuai dengan aturan Islam.
Saya berlindung kepada Allah dari
laki-laki manapun, semoga saya bisa istiqomah menjaga diri saya hingga saya
menggenapkan setengah din saya, semoga Allah kelak pertemukan saya dengan
laki-laki yang baik agamanya, yang bisa menuntun dan membimbing saya menjadi
muslim yang baik, aamiin.
Bandung 20, April 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar