Senin, 25 April 2016

Drama Queen


“Free yourself from the complexities and drama of your life. Simplify. Look within. Within ourselves we all have the gifts and talents we need to fulfill the purpose we’ve been blassed with”
- Stave Maraboli

Kalau kamu perempuan, dan kamu suka nonton film, pasti kebanyakan yang ditonton adalah film drama, yah, drama romantis atau percintaan. Yang ceritanya macam-macam, dan berujung dua, happy ending atau sad ending, saya yang juga perempuan mau tidak mau, harus mengakui juga, kalo film drama seperti itu memang menarik, tak jarang membuat kita jadi terharu atau mungkin menangis, biasa perempuan banyak pake perasaan, jangankan nonton drama, lihat kucing kelindes mobil aja, mungkin akan sedih dan nangis -__-

Sayangnya, ketika kembali ke kehidupan nyata, kita jadi menciptakan “drama” sendiri, merasa jadi tokoh utama dan menjadi korban atas keadaan atau hubungan yang rumit, galau, sedih, menangis, hahhahahhaa…. Itulah yang kemarin dibahas dikantor, tentang hubungan percintaan segitiga rekan kerja saya dengan tunangannya, yang bermasalah karena hadirnya orang ketiga, saya pengen ketawa sebenarnya, tapi jahat juga klo saya ketawa, saya berada dalam perbincangan teman-teman saya, yang gak tau harus kasih solusi apa, karena kalau tentang cinta, saya tidak banyak tau, jangan tanya cinta ke saya, toh saya gak pernah pacaran, gak pernah menjalin kasih dengan laki-laki manapun. Saya hanya sering mendengar saja masalah percintaan nan rumit, termasuk kisah cinta anak-anak SMA, dimana murid saya suka curhat sama saya. Gak ngerti juga sih kenapa mereka curhat ke saya, padahal saya tidak pernah “melegalkan” pacaran, dan saya bukan orang yang setuju dengan pacaran. Dan saya pada akhirnya hanya bisa kasih masukan sama murid saya

“Yah kalo kamu mau komitmen sama orang (pacaran) kamu harus siap nerima konsekuensinya, diphpin, diharkosin, dikecawain, diselingkuhin, atau bahkan diputusin. Intinya kamu juga bisa jawab masalah kamu sendiri, Tanya aja sama hati kecil kamu, toh kalo kakak ngasih saran apapun, kamu sendiri kan yang tetap ngejalaninnya”

Balik lagi ke “drama”, kehidupan nyata memang berbeda dengan drama-drama yang kamu sering lihat di televisi atau dilaptop. Hidup kamu nyata, gausa terlalu lebay, jangan terlalu menghayati cerita di film, okeylah hidup kamu gak Indah, kamu punya banyak masalah, tapi kamu harus realistis, hadapi semuanya dengan kekuatan Iman dan Takwa, mau apa lagi hidup, jangan menggantungkan harapan apalagi perasaan sama manusia, yang ada ntar kamu kecewa. Macam ustazah yah saya ngomong? entahlah ini Cuma tulisan buat pengingat diri, syukur-syukur bisa jadi nasehat buat orang lain juga, bukankah sesama muslim kita harus saling mengingatkan?

 Saya hanya berfikir kalo masalah pribadi kita itu gada apa-apa dibandingkan masalah orang lain, apalagi masalah umat? Saya berfikir kadang kita egois banget mikirin kehidupan kita sendiri, apalagi masalah “percintaan, jodoh, nikah” diluar sana banyak masalah yang lebih penting yang harus lebih kita perhatikan dan kita bantu selesaikan, jangan sampai waktu kita habis buat masalah kita sendiri, kita sibuk dengan “drama” kehidupan kita.

Dan saya selalu ingat dengan kisah hidupnya Maryam, yah beliau yang kisah hidupnya begitu mengagumkan, beliau sepertinya lebih layak untuk mengeluh, sedih, dan menderita dengan segala ujian hidup yang diberikan Allah kepadanya, tapi saya tau Maryam itu wanita mulia, gada “drama” , hidupnya sepenuhnya ia abdikan untuk Tuhannya, ia yang sendiri tanpa pernah mengenal laki-laki, tetap mulia, tetap bisa berketurunan atas izin Allah. Dan ia adalah seorang wanita yang kuat, bukan Cuma fisiknya, tapi hatinya juga strong, ia lakukan semua hal sendirian, bahkan melahirkan pun sendirian, jadi kalau kamu pulang sendirian gada yang jemput, malam-malam, hujan pula, nikmatin aja, kamu gak ditinggal digurun pasir kaya Siti Hajar.

Jadi bersyukurlah kamu, jangan banyak mengeluh, jangan suka membanding-bandingkan kehidupan kamu dengan orang lain, kalau kamu menderita, diluar sana masih banyak orang yang hidupnya lebih susah, lebih sedih, dan lebih menderita dari kamu, jangan jadi drama queen juga, jadilah perempuan yang tangguh, kurangi cengengnya, kuatkan hatinya, kuatkan Iman Islamnya, karena kelak kamu harus membesarkan anak-anak kamu untuk jadi anak yang tangguh, yang kuat Iman Islamnya, kaya Ibunya.


Bandung, 26 April 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar