Dan sedihnya yang membully bukan
cuma temen, tapi mulai adik kelas, murid, sampe kakak saya sendiri semuanya
ikut-ikutan membully, tapi tenang saja, saya strong, saya lebih strong dari
yang mereka bayangkan, mungkin karena sudah terlalu lama “sendiri” eh,
maksudnya sudah terlalu lama di bully, akhirnya saya menghadapi semua itu
dengan lapang dada, sambil berdoa dalam hati (Rabbana hablana min azwaajina, wa
dzurriyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqina imama)
Biasanya murid yang tau saya
masih single akan bernyanyi bersama-sama dikelas lagunya kuntoaji yang “terlalu
lama sendiri” , dan saya akhirnya hanya
bisa hahahehe saja dikelas. Dan beberapa hari yang lalu saya sering banget
dikirim broadcast macem-macem, dari bbm atau dari whatsapp, mulai dari
broadcast yang mengatasnamakan Ustad Salim A Fillah yang mengadakan nikah
gratis, sekaligus disediakan calon mempelai prianya, dan ternyata itu hoax -__-
, broadcast dari Ridwan Kamil yang isinya pesan agar gak cari pasangan yang
muluk-muluk, dan berhenti nonton drama korea -__-, sampai yang terakhir kemairn
saya dapet dari temen dan adik saya dimesjid, broadcast tentang “Buat yang mau
sama anak ITB” -__-, astagfirullah…. Saya Cuma bisa bales, “nuhun, makasih infonya”
Dan yang paling bikin rada
nyesek, kalo tiba-tiba orang yang biasa aja, atau bahkan orang yang saya
hormati ikut-ikutan nimbrung buat bully saya, kaya salah satu temen saya yang
gak banyak ngomomg dikantor, tiba-tiba ngomong “Teteh kelebihannya satu, calon
istri idaman, tapi kekurangnya juga satu “kurang gada calonnya” JLEB…
temen-temen yang lain pada ketawa-ketawa (asli ini jahat banget, ibarat saya
udah diajak naik kelangit, terus dijatohin ketanah -___-
Sama halnya ketika saya ngobrol
di whatsapp sama salah satu adik saya yang akhirnya , dan ujung-ujungnya pasti
mengarah ke situ lagi
“Semoga segera datang ya pangeran
nan sholeh J”
Aamiin, nuhun
“Saling mendoakan aja teh”
Aamiin
“Tapi harus peka juga teh, siapa
tau itu jawabannya, tanda-tandaNya, Jodohkan biasanya gak jauh dari kehidupan,
siapa tau si aping jodohnya, yak kan?
Apiiiiiiing? Waduuuuuuuh
“hehe”
Ini jahat… aping emang lucu,
cakep juga, tapi aping itu masih kelas 5SD, dia anak dari tetangga saya yang
kadang suka maen kerumah (Ya Allah….) Atau pas kemarin lagi rame-rame berita
tentang beberapa anak UI yang ngasih pembinaan ke orang-orang LGBT, yang
dishare dimana-mana, padahal itu organisasinya tidak dibawah naungan UI, kakak
saya Cuma bilang “Noh yang pengen dapet anak UI” saya bilang aja sama kakak
saya “Anak SALAM UI tepatnya”, kakak yang lain Cuma bilang “Kita aamiinin kan
saja…. Mudah-mudahan mau yaa anak Salam UInya” (hening)
Ya pada akhirnya saya hanya bisa
mengheningkan cipta, diam, dan berdoa, saya tau semua yang bully sayang sama
saya, perhatian juga sama saya, beberapa dari mereka juga niat sekali
mencarikan jodoh untuk saya, aaaah terima kasih banyak yah (seriusan saya
terharu), meskipun belum ada yang berhasil, setidaknya mereka mau bantu. Saya
percaya Allah menciptakan manusia itu berpasang-sangan, semua orang pasti akan
bertemu dengan jodohnya, semua sudah diatur oleh Allah SWT.
Mudah-mudahan sendirinya saya ini
bisa benar-benar manfaat buat umat, bisa semakin istiqomah dalam memperbaiki
diri, bisa berbakti dan memuliakan kedua orang tua, dan yang pasti semakin
dekat dan semakin disayang oleh Allah SWT. Saya selalu ingat pesan-pesanya
Ustad Salim A Fillah
“ Jodoh itu sudah ada di Lauhul Mahfudz, tinggal cara kita
menjemputnya, diridhoi atau tidak itu pilihan kita, Jodoh boleh sama tapi rasa
akan beda, Bekahnya, Manisnya”
Akhirnya saya hanya bisa berpesan
pada siapapun yang baca tulisan ini, berhentilah membully orang-orang yang
belum menikah, daripada membully lebih baik mendoakan, syukur-syukur bisa
membantu mencarikan jodoh, dibully itu gak enak tau, bukankah sesama muslim itu
bersaudara? Yang harus saling menyayangi satu sama lain. Bukan membully dan
menyudutkan orang lain, apalagi dengan kata-kata yang kurang baik, kasihan lah
mereka, udah single, jomblo, dibully pula.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar