Kamis, 14 April 2016

Berhentilah Membully

Bullying is the use of force, threat, or coercion to abuse, intimidate, or aggressively dominate others. The Behaviour is often repeated and habitual. One essential prerequisite is the perception, by the bully or by others, of an imbalance of social or physical power, which distinguishes bullying from conflict. - Wikipedia


 Jujur saya sebenarnya malas menulis tentang “ini” tapi rasanya mengganggu aja, berusaha untuk keep calm tapi lama-lama baper juga, mereka gak tau rasanya dibully, atau sebenarnya tau tapi pura-pura gak tau dan menikmati juga membully saya, bukan karena fisik yang tidak sempurna, atau karena kekurangan lain dalam diri saya, cuma satu alasannya, karena saya belum nikah juga dari 2012 ampe sekarang 2016 (astagfirullah, sambil ngelus dada) saya juga pengen nikah teman, tapi memang belum ada jodohnya, saya pun sudah berusaha dan berikhtiar semampu saya.

Dan sedihnya yang membully bukan cuma temen, tapi mulai adik kelas, murid, sampe kakak saya sendiri semuanya ikut-ikutan membully, tapi tenang saja, saya strong, saya lebih strong dari yang mereka bayangkan, mungkin karena sudah terlalu lama “sendiri” eh, maksudnya sudah terlalu lama di bully, akhirnya saya menghadapi semua itu dengan lapang dada, sambil berdoa dalam hati (Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqina imama)

Biasanya murid yang tau saya masih single akan bernyanyi bersama-sama dikelas lagunya kuntoaji yang “terlalu lama sendiri” , dan saya akhirnya  hanya bisa hahahehe saja dikelas. Dan beberapa hari yang lalu saya sering banget dikirim broadcast macem-macem, dari bbm atau dari whatsapp, mulai dari broadcast yang mengatasnamakan Ustad Salim A Fillah yang mengadakan nikah gratis, sekaligus disediakan calon mempelai prianya, dan ternyata itu hoax -__- , broadcast dari Ridwan Kamil yang isinya pesan agar gak cari pasangan yang muluk-muluk, dan berhenti nonton drama korea -__-, sampai yang terakhir kemairn saya dapet dari temen dan adik saya dimesjid, broadcast tentang “Buat yang mau sama anak ITB” -__-, astagfirullah…. Saya Cuma bisa bales, “nuhun, makasih infonya”

Dan yang paling bikin rada nyesek, kalo tiba-tiba orang yang biasa aja, atau bahkan orang yang saya hormati ikut-ikutan nimbrung buat bully saya, kaya salah satu temen saya yang gak banyak ngomomg dikantor, tiba-tiba ngomong “Teteh kelebihannya satu, calon istri idaman, tapi kekurangnya juga satu “kurang gada calonnya” JLEB… temen-temen yang lain pada ketawa-ketawa (asli ini jahat banget, ibarat saya udah diajak naik kelangit, terus dijatohin ketanah -___-
Sama halnya ketika saya ngobrol di whatsapp sama salah satu adik saya yang akhirnya , dan ujung-ujungnya pasti mengarah ke situ lagi

“Semoga segera datang ya pangeran nan sholeh J
Aamiin, nuhun
“Saling mendoakan aja teh”
Aamiin
“Tapi harus peka juga teh, siapa tau itu jawabannya, tanda-tandaNya, Jodohkan biasanya gak jauh dari kehidupan, siapa tau si aping jodohnya, yak kan?
Apiiiiiiing? Waduuuuuuuh

“hehe”
Ini jahat… aping emang lucu, cakep juga, tapi aping itu masih kelas 5SD, dia anak dari tetangga saya yang kadang suka maen kerumah (Ya Allah….) Atau pas kemarin lagi rame-rame berita tentang beberapa anak UI yang ngasih pembinaan ke orang-orang LGBT, yang dishare dimana-mana, padahal itu organisasinya tidak dibawah naungan UI, kakak saya Cuma bilang “Noh yang pengen dapet anak UI” saya bilang aja sama kakak saya “Anak SALAM UI tepatnya”, kakak yang lain Cuma bilang “Kita aamiinin kan saja…. Mudah-mudahan mau yaa anak Salam UInya”    (hening)

Ya pada akhirnya saya hanya bisa mengheningkan cipta, diam, dan berdoa, saya tau semua yang bully sayang sama saya, perhatian juga sama saya, beberapa dari mereka juga niat sekali mencarikan jodoh untuk saya, aaaah terima kasih banyak yah (seriusan saya terharu), meskipun belum ada yang berhasil, setidaknya mereka mau bantu. Saya percaya Allah menciptakan manusia itu berpasang-sangan, semua orang pasti akan bertemu dengan jodohnya, semua sudah diatur oleh Allah SWT.

Mudah-mudahan sendirinya saya ini bisa benar-benar manfaat buat umat, bisa semakin istiqomah dalam memperbaiki diri, bisa berbakti dan memuliakan kedua orang tua, dan yang pasti semakin dekat dan semakin disayang oleh Allah SWT. Saya selalu ingat pesan-pesanya Ustad Salim A Fillah

“ Jodoh itu sudah ada di Lauhul Mahfudz, tinggal cara kita menjemputnya, diridhoi atau tidak itu pilihan kita, Jodoh boleh sama tapi rasa akan beda, Bekahnya, Manisnya”

Akhirnya saya hanya bisa berpesan pada siapapun yang baca tulisan ini, berhentilah membully orang-orang yang belum menikah, daripada membully lebih baik mendoakan, syukur-syukur bisa membantu mencarikan jodoh, dibully itu gak enak tau, bukankah sesama muslim itu bersaudara? Yang harus saling menyayangi satu sama lain. Bukan membully dan menyudutkan orang lain, apalagi dengan kata-kata yang kurang baik, kasihan lah mereka, udah single, jomblo, dibully pula.


 Bandung, 15 April 2016




Tidak ada komentar:

Posting Komentar