Minggu, 02 November 2014

Mesin Waktu...



"Jangan menengok ke masa lalu terus, lebih baik belajar dari sekarang untuk masa depan mu" – Doraemon



 Salah satu SOP ditempat saya mengajar adalah harus memberikan kokology kepada siswa, iya permainan psikologi lewat pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh orang Jepang itu nyatanya mampu membuat siswa menjadi lebih semangat, apalagi kalau yang dibahas adalah kokology tentang cinta -__-
Dan karena setiap hari dipakai, tentu pada akhirnya kokology yang dibagikan kepada siswa pun habis, saya sendiri sudah khatam baca buku kokology yang pertama, yang kedua juga sepertinya sudah berkali-kali dibagikan kepada siswa, jadi ujung-ujungnya saya harus pintar-pintar membuat dan mengarang kokology jika sudah kehabisan kokology.

Saya bukan ahli kokology, tapi benar kata pepatah, bisa karena terpaksa. Tapi syukurnya kokology saya meskipun ngarang, sebagian besar sudah cukup representatif mewakili kondisi psikologis anak-anak, wkwkwkwk
Hingga pada akhirnya saya mengarang kokology tentang Doraemon, iya doraemon, kucing robot berwarna biru mudah yang lucu itu. sebenarnya pertanyaannya sederhana, murid-murid saya hanya saya beri 3 pertanyaan, satu siapa tokoh yang disukai? dua benda apa yang dimiliki doraemon yang ingin dicoba? ketiga siapa tokoh di film doraemon yang tidak disukai?

Jawaban standar untuk pertanyaan no satu tentu jelas : Doraemon, Sizuka, dan Dekisugi
Jawaban standar untuk pertanyaan no tiga adalah : Suneo dan Giant
Jawaban standar untuk pertanyaan no dua.....

Bisa tebak???
Dari sekian banyak alat yang dimiliki oleh doraemon, mulai dari pintu ajaib, baling-baling bambu, senter pengecil, alat perubah suara, dll, ternyata yang paling banyak diinginkan oleh murid saya adalah mesin waktu.

 Iya siapalah yang tidak ingin menggunakan mesin ini, kita bisa memutar waktu kebelakang, bisa juga datang ke masa depan, melihat kehidupan kita dimasa depan akan seperti apa? dengan siapa? bagaimana? 
tapi sayangnya itu hanya fiksi, dan sebagai seorang muslim, saya merasa mesin waktu itu tidak akan berguna untuk kebaikan kita, mungkin kita bisa memperbaiki sesuatu, bisa mengubah sesuatu, tapi jika kita tidak melalui masalah-masalah, dan hal-hal sulit di dunia, tentu kita tidak akan benar-benar menjadi manusia.

Sebagai seorang muslim, saya harus menjaga akidah saya, bukankah kita harus percaya dengan Rukun Iman??? percaya dan berIman kepada Qadha dan Qadar???
Semua hal tentang kita sudah Allah atur sedemikian rupa, semuanya tertulis dalam lembar Lauhul Mahfuz, benar kata Doraemon, kita hanya perlu belajar, untuk menghadapi masa depan.

Tidak usah KEPO tentang sesuatu yang belum terjadi, percayakan saja hidupmu pada Allah, Yang Maha Sempurna, Yang Mengatur segalanya, Allah Yang Maha Adil. Semoga apapun yang kau terima dan yang akan kau hadapi nanti dimasa depan, kau akan tetap menjadi sebaik baik muslim yang pandai bersyukur, aamiin

Bandung, 2 November 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar