"Jangan menengok ke masa lalu terus, lebih baik belajar
dari sekarang untuk masa depan mu" – Doraemon
Salah satu SOP ditempat saya mengajar adalah harus
memberikan kokology kepada siswa, iya permainan psikologi lewat
pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh orang Jepang itu nyatanya mampu membuat
siswa menjadi lebih semangat, apalagi kalau yang dibahas adalah kokology
tentang cinta -__-
Dan karena setiap hari dipakai, tentu pada akhirnya kokology
yang dibagikan kepada siswa pun habis, saya sendiri sudah khatam baca buku
kokology yang pertama, yang kedua juga sepertinya sudah berkali-kali dibagikan
kepada siswa, jadi ujung-ujungnya saya harus pintar-pintar membuat dan
mengarang kokology jika sudah kehabisan kokology.
Saya bukan ahli kokology, tapi benar kata pepatah, bisa karena
terpaksa. Tapi syukurnya kokology saya meskipun ngarang, sebagian besar sudah
cukup representatif mewakili kondisi psikologis anak-anak, wkwkwkwk
Hingga pada akhirnya saya mengarang kokology tentang Doraemon,
iya doraemon, kucing robot berwarna biru mudah yang lucu itu. sebenarnya
pertanyaannya sederhana, murid-murid saya hanya saya beri 3 pertanyaan, satu
siapa tokoh yang disukai? dua benda apa yang dimiliki doraemon yang ingin
dicoba? ketiga siapa tokoh di film doraemon yang tidak disukai?
Jawaban standar untuk pertanyaan no satu tentu jelas : Doraemon,
Sizuka, dan Dekisugi
Jawaban standar untuk pertanyaan no tiga adalah : Suneo dan
Giant
Jawaban standar untuk pertanyaan no dua.....
Bisa tebak???
Dari sekian banyak alat yang dimiliki oleh doraemon, mulai dari
pintu ajaib, baling-baling bambu, senter pengecil, alat perubah suara, dll,
ternyata yang paling banyak diinginkan oleh murid saya adalah mesin waktu.
Iya siapalah yang tidak ingin menggunakan mesin ini, kita
bisa memutar waktu kebelakang, bisa juga datang ke masa depan, melihat
kehidupan kita dimasa depan akan seperti apa? dengan siapa? bagaimana?
tapi sayangnya itu hanya fiksi, dan sebagai seorang muslim, saya
merasa mesin waktu itu tidak akan berguna untuk kebaikan kita, mungkin kita
bisa memperbaiki sesuatu, bisa mengubah sesuatu, tapi jika kita tidak melalui
masalah-masalah, dan hal-hal sulit di dunia, tentu kita tidak akan benar-benar
menjadi manusia.
Sebagai seorang muslim, saya harus menjaga akidah saya, bukankah
kita harus percaya dengan Rukun Iman??? percaya dan berIman kepada Qadha dan
Qadar???
Semua hal tentang kita sudah Allah atur sedemikian rupa,
semuanya tertulis dalam lembar Lauhul Mahfuz, benar kata Doraemon, kita hanya
perlu belajar, untuk menghadapi masa depan.
Tidak usah KEPO tentang sesuatu yang belum terjadi, percayakan
saja hidupmu pada Allah, Yang Maha Sempurna, Yang Mengatur segalanya, Allah
Yang Maha Adil. Semoga apapun yang kau terima dan yang akan kau hadapi nanti
dimasa depan, kau akan tetap menjadi sebaik baik muslim yang pandai bersyukur,
aamiin
Bandung, 2 November 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar