Kamis, 18 September 2014

Kado


"Kak tian mau ngasih kado apa buat adik?"

Adik..., iya adik. Saya adalah anak terakhir, meskipun saya anak terakhir saya tidak dipanggil dengan bahasa Indonesia dengan sapaan adik, kakak-kakak, dan orang tua saya memanggil dan menyapa saya dengan kata "dede" iya, dede yang lebih mirip dan berkonootasi dengan dede bayi, padahal saya bukan bayi dan sekarang umur saya sudah lebih dari seperampat abad, tapi begitulah sapaan "dede" lebih familiar buat saya, karena hampir semua orang yang punya kedekatan emosional dengan saya, akan memanggil saya "dede" jika ada yang memanggil saya dengan sapaan itu, sudah bisa dipastikan mereka adalah orang terdekat dalam hidup saya, orang tua, tetangga, sahabat, dan mungkin kamu (?).

Kembali ke tema awal "adik" singkat cerita, saya berjodoh? maksudnya ditakdirkan memiliki murid privatan SD, iya anak SD kelas 1. Bagi saya tidak terlalu masalah saya mengajar anak SD, SMP, SMA, atau bahkan Mahasiswa, pekerjaan sebagai guru privat sudah saya tekuni sejak saya kuliah tingkat akhir. Sebenarnya bukan hal yang aneh buat saya mengajar anak-anak, toh setiap hari sabtu saya rutin mengajar di madrasah yang kebanyakan muridnya adalah bocah-bocah SD macam anak ini.

Yah anak dari keluarga dokter ini kerap dipanggil adik, begitupun saya, saya memanggilnya dengan sapaan adik. Mengajar anak ini, saya seperti bercermin dengan diri sendiri, anak bungsu, manja, rewel, dan kadang menyebalkan. tapi beriiring waktu kedekatan emosional saya dengan adik semakin dalam, bulan depan tanggal 26 Oktober adik ulang tahun. Ia bertanya berulang-ulang kepada saya perihal kado ulang tahun yang akan saya berikan kepadanya. Saya bingung..., sepertinya dia punya segalanya untuk ukuran anak kecil -__-
Adik ini hobbynya ada 2, satu balet, yang satu lagi naik kuda, sama kaya saya hobynya, tapi tidak dengan balet, saya tidak bisa balet -__-.

"kak tian mau ngasih kado apa buat adik"

"apa yah? bingung?"
"mhhh boneka?"

"boneka adik banyak ada ratusan"

"mmmmh apa yah? mmmh buku aja?"

"buku adik juga udah banyak selemari "

"oooh yauda payung yah?"

"apaan payung, adik punya banyak payung mah"

"yaudah handuk yah?"

(tepok jidat) "adik udah punya handuk mah"

"yauda kalo gitu pinsil"

iiiiiih kan pinsil adik banyak dan banyak yang belum dipake, masa hadiahnya pinsil

(saya kehabisan ide) .... begitu pula dengan anak itu

selama ini saya memberi hadiah pada orang lain, saya tidak pernah bingung dan tidak pernah kehabisan ide untuk beli kado apa, tapi adik ini, orang tuanya bisa membelikan apa saja yang dia mau, mainnannya jauh lebih mahal dari harga sepatu saya -__-

Hingga akhirnya hari ini...

"Kak tian, kak tian beliin adik Juz Amma aja yah, kan Al Quran adik udah punya dikasih kak ajeng guru (guru privat adik sebelumnya)"

Juz Amma???
kenapa Juz Amma?

"Iya soalnya adik cuma punya satu dan, itu disimpan disekolah, dirumah gak ada Juz Amma"

"Iyaaaaah, Insha Allah... ya adik"

terharu, anak ini tidak meminta saya membelikan hadiah yang macam-macam :( Ini masih tanggal 18 September, masih sebulan lebih dari ulang tahunnya, dan saya mulai berfikir...

"Kado apa yang akan saya berikan kepada adik di tanggal 26 Oktober mendatang?"

Bandung, 18 September 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar