“Let me tell you, you either have chemistry or you don't, and you better
have it, or it's like kissing some relative. But chemistry, listen to
me, you got to be careful. Chemistry is like those perfume ads, the ones
that look so interesting and mysterious but you dont even know at first
what they're even selling. Or those menues without the prices. Mystery
and intrigue are gonna cost you. Great looking might mean something
ve-ry expensive, and I don't mean money. What I'm saying is, chemistry
is a place to start, not an end point.”
― Deb Caletti, The Secret Life of Prince Charming
― Deb Caletti, The Secret Life of Prince Charming
Beberapa kali saya menanyakan hal yang sama pada orang... Chemistry... yah apa itu Chemistry?
Saya yang tidak bisa mendefinisikan ini dengan baik, saya hanya menyimpulkan dengan bahasa yang sederhana, jika Chemistry = Jodoh, jika tidak ada Chemistry = bukan jodoh.
Ah... saya bukan ahli kimia, bukan dokter asli saraf, dan tentu bukan Profesor Science yang bisa mendefinisikan ini secara lebih ilmiah. Tapi entah kenapa, kata "Chemistry" menjadi sebuah kalimat sakti untuk saya, seperti sebuah mantra ajaib, dan menjadi senjata pamungkas buat saya untuk menolak seseorang yang ingin menawarkan hatinya untuk saya.
Seseorang yang mungkin punya niat baik dan tulus, tapi dengan alasan "chemistry" akhirnya harus menyerah dengan melambaikan bendera putih kepada saya, dan menyerah, karena mungkin dipaksa menyerah oleh saya.
Allah Yang Maha Baik, Yang menggenggam langit dan bumi... tolong bantulah hambaMu yang lemah ini, jangan jadikan "Chemistry" menjadi alasan hamba menolak pemberianmu, jika Chemistry itu memang mampu menggerakan hati hamba, tolong segera dipertemukan dengan orang yang tepat, aamiin.
Bandung, 29 September 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar