"Karena kamu memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, dan jika itu adalah kebaikan, maka kamulah satu-satunya orang yang tidak boleh merubahnya"
Mungkin ketika kamu baca postingan ini dan membaca judulnya, kamu pasti akan ingat dengan salah satu tokoh anime yang ada di Jepang. Capten Levi, seorang capten pasukan penyelidik yang menjaga kota dari serangan raksasa-raksasa pemakan manusia, salah satu anime yang banyak adegan kekerasan, karena ini perang bukan mainan, terlepas dari itu semua, saya hanya ingin belajar dari capten levi.
Yang meskipun kecil (tidak tinggi), tapi punya nyali yang cukup besar untuk menghadapi raksasa-raksasa yang lapar dan memakan manusia, karena jujur, kalo saya dalam dunia nyata, saya pasti akan takut dan bersembunyi melihat makhluk yang besarnya mungkin 5 kali lebih besar dari tinggi saya. Capten Levi keliatan dingin, namun ia tetap tenang menghadapi situasi macam apapun, sepertinya ia tidak punya urat rasa takut.
Dan ketika ada masalah, apapun itu, bahkan yang menyangkut perasaan, ia sama sekali tidak berubah, lihat saja ekspresi wajahnya, mungkin didunia nyata jarang ada orang seperti Levi, saya hanya ingin belajar bagaimana caranya menempatkan masalah secara proporsioanal hingga apapun yang terjadi saya bisa tetap tersenyum (capten levi tidak ada ekspresi), ini mungkin diferensiasi saya sama Levi.
Rasnya lebih nyaman ketika kita tidak selalu melibatkan perasaan dalam banyak hal, meskipun diakui saya seorang perempuan yang dominan menggunakan perasaan ketimbang logika. Saya berharap, saya bisa jadi seorang manusia yang teguh hatinya, yang tidak akan berubah wajahnya hanya karena masalah-masalah kecil, saya berharap bisa jadi manusia yang lembut hatinya, yang tidak mudah marah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Tetap tersenyum, tetap baik, tetap bersabar, meski saya tengah dalam kondisi sulit, meski saya dalam kondisi bersedih, meski saya dalam kondisi terzalimi, meski saya dalam kondisi sakit. Saya pernah membaca dalam sebuah hadist yang bunyinya :
"Barang siapa dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka dia diuji (dicoba dengan satu musibah), Barang siapa yang memelihara kesopanan dirinya, Allah akan memelihara kesopanannya. Siapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya, dan siap yang melatih kesabaran, maka Allah akan menyabarkannya. Dan tiada seorangpun mendapat karunia (pemberian Allah) yang lebih baik dari kesabaran" (HR Bukhari)
Maka, saya akan berusaha mengendalikan diri saya, untuk tidak terpengaruh oleh apapun yang akan merusak amal-amal saya, saya akan mengendalikan diri dari apapun yang dapat membawa keburukan dalam sikap dan perilaku saya, aamiin.
Bandung, 13 September 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar