Selasa, 22 Juli 2014

Khimar...

 
"Karena pemahaman seseorang tentang agamanya, dapat terlihat dari akhlaknya sehari-hari, baik saat bersikap maupun saat berkata-kata"

Beberapa minggu yang lalu dikantor saya diadakan pelatihan untuk semua guru/tutor. Dan karena jumlah peserta yang begitu banyak, akhirnya acara dilakukan dengan menggelar karpet, bukan dengan kursi, otomatis saya duduk bersama teman-teman dari unit tempat saya bekerja, dan tiba-tiba saja seorang teman laki-laki yang duduk dibelakang saya bertanya pada saya

"Teh itu kerudungnya didouble yah?"

"Iya, kenapa emang?"

"Emang gak panas gitu, pasti rambutnya rontok da?"

"Enggalah da udah biasa, rontok??? sotoy ah, kepo kan??? saya kan perawatan" (keramas 2 hari 1 kali) -__-

"weiiiis, gayaaaalaah"

Obrolan singkat yang mungkin tidak sesederhana itu maknanya, maka saya coba jelaskan bagaimana sehari-hari saya berhijab.

Singkat cerita, sejak saya smp saya diajarak oleh teteh-teteh dimesjid untuk menggunakan hijab secara syar'i dan sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan As-Sunah. Saya belajar menggunakan gamis, karena dirasa lebih nyaman, dan mendekati pembahasan beberapa ulama, saya tidak menggunakan celana panjang sehari-hari, karena saya meyakini seorang akhwat itu tidak menyerupai laki-laki, celana panjang hanya digunakan untuk pakaian dalam saja, saya menggunakan kaos kaki kemana pun saya pergi, meski itu hanya keluar rumah untuk menyapu, saya gunakan manset untuk menutupi bagian tangan saya, yang mungkin tidak saya sadari akan terlihat ketika saya mengangkat tangan atau menulis di bor, kecuali bagian bajunya terdapat karet, yang dapat memastikan tidak akan menggeser dan memperlihatkan bagian aurat saya ditangan.

Saya alhamdullilah seseorang yang dititipi rasa malu, kerudung saya sangat-sangat sederhana, tidak ada lilitan-lilitan, atau aksesoris berlebih yang saya kenakan, ukuran panjangnya pun relatif stabil sejak saya menggunakannya pertama kali kelas 1 SMA, menutupi dada, tidak pernah kurang dari itu, lebih panjang pernah, tapi tidak terlalu panjang.

Untuk membahas jilbab dan lain sebagainya sekarang sudah banyak buku-buku Islam yang membahas tentang hijab, hijab modern, hijan tradisonal, hijab syar'i, hijab ghotic, dan lainnya yang tidak saya paham, namun alangkah baiknnya jika anda sebagai perempuan, dan calon ibu yang baik, mulai mengajarkan cara berhijab yang baik dan benar kepada putri-putri anda, yang dimulai dari diri anda sendiri, tips saya jangan terlalu mengikuti mode, karena mode tidak selamanya baik, ikuti saja Al-Quran dan As-Sunah, saya berani menjamin anda akan selamat dunia dan akhirat.

Kembali ke hijab yang saya gunakan sehari-hari, ini adalah hal yang saya bagi, karena saya merasa ini penting, tapi jika anda merasa ini tidak penting, maka jangan dilanjutkan bacanya, karena anda akan semakin kepo. Ini tips, panduan, atau pengalaman??? simak saja sebentar

1. Perhatikan ketika anda mengenakan gamis/rok, bahan apa yang digunakan, sekiranya tipis dan menerawang pakailah dalaman berupa celana panjang, jika masih menerawang pakai lah lagi rok tipis/puring agar tidak menerawang.
2. Pakailah selalu dalaman celana panjang, anda tidak akan tau apa yang terjadi kedepan, entah harus meloncat, menyebrang, terjatuh, bahkan dibonceng, celana panjang akan membuat anda lebih nyaman.
3. Jika pakai kerudung perhatikan bahan apa yang digunakan, kalo bahannya tebal anda tidak perlu menggunakan dalaman lagi, tapi jika kainnya amat tipis seperti double hycon (klo gak salah nulis) atau shiffon, gunakan dalaman yang baik dan rapih, agar tidak terlihat leher anda atau bagian depan tubuh anda.

Saya sendiri sudah terbiasa menggunakan kain berlapis-lapis, karena menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, memang tidak mudah, bahkan kadang terasa panas, tapi lakukanlah semua itu dengan ikhlas, karena ketika anda behijab dengan cara yang baik dan benar, maka semua jalan yang menuju kesana akan dicatat sebagai amal sholeh.

Jangan khawatirkan apa-apa, termasuk tentang rambut anda, rontok adalah hal yang biasa bagi setiap orang, meski untuk akhwat yang menggunakan hijab, kemungkinan rontoknya akan lebih banyak, percayakan hidup anda pada Allah, maka Allah yang akan mencukupi segala kebutuhan anda.

Jangan merasa sendiri, ketika anda berusaha menjalankan perintah agama dengan baik dan benar, karena banyak orang-orang Sholeh sebelum kita pun berjuang sendiri untuk berdakwah.

Keep Istiqomah, bergaullah dengan orang-orang yang Sholeh serta Sholehah, semoga Iman Islammu tetap terjaga meski dihadang banyak rintangan dan halangan. Aamiin

 Bandung, 22 Juli 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar