![]() |
Bagi saya ikhlas itu adalah sebuah proses panjang, hingga kita bisa benar-benar lupa, dan benar-benar merelakan sesuatu yang sudah terjadi.
Selama bulan Ramadhan ini saya merasa bahwa kita sebagai manusia harus belajar terus Ikhlas, ikhlas memang sebuah kata sifat, yang justru tidak nampak ketika sudah diamalkan, ini adalah ibadah hati yang tidak terlihat oleh manusia, seseorang belum dikatakan Ikhlas, ketika ia bilang "Saya Ikhlas" Jadi mari kita berupaya menjaga keikhlasan kita dalam hal apapun, bukan hanya dalam kaitan ibadah kepada Allah, tapi bagaimana kehidupan kita sehari-hari, kejadian-kejadiaan yang kita alami, baik senang maupun sedih semuanya dapat kita terima dengan ikhlas.
Ada beberapa hal yang saya alami selama bulan Ramadhan yang mungkin juga banyak dialami orang-orang bagaimana belajar ikhlas.
Yang pertama adalah tentang Haid (datang bulan) pada perempuan, sebenarnya ini adalah hal yang biasa terjadi pada banyak perempuan, karena secara hormonal setiap bulan perempuan akan mengalaminya, tapi datangnya haid yang kadang tidak bisa diprediksi, tak masalah jika datang bulannya terjadi dipagi hari ketika jam 7 atau jam 8 pagi, kita bisa membatalkan shaum kita, tapi ketika datang bulannya datang ketika menjelang magrib, saat setengah hari kita sudah shaum, sekitar jam 5-jam stg6 ternyata kita haid, bagaimana rasanya? ya ikhlaskan saja...
Yang kedua adalah tentang tidur, ibadah Ramadhan memang spesial, mau tidak mau akan merubah pola makan dan pola tidur kita, dimana Rasullulah pada saat itu banyak menghidupkan ibadah-ibadah malam, namun yang jadi masalah adalah ketika kita tidak membiasakan diri dengan pola yang baru di bulan Ramadhan, entah karena pekerjaan atau mungkin fisik yang terlalu lelah karena berpuasa, tidak jarang saat Sahur kita kesiangan, bahkan tidak sempat untuk meneguk air sedikit pun, ada orang-orang yang kuat berpuasa tanpa sahur, namun tak sedikit pula orang yang memilih tidak puasa karena tidak sahur, ini yang disayangkan, jadi jika kita kesiangan untuk sahur, tetaplah berpuasalah, ikhlaskan saja niat sahurnya, mudah-mudahan dicatat sebagai amal sholeh.
Yang ketiga adalah saat Sholat taraweh, terlepas dari pemahaman menggunakan 11 rakaat atau 23 rakaat, maka jamaah pasti akan memilih sholat taraweh yang jumlah rakatnya hanya 11, ini pun ditambah dengan jadwal Imam Sholat taraweh yang sudah dipasang panitia dimesjid, biasanya jamaah sudah hafal mana Imam yang bacaannya panjang dan mana Imam yang bacaannya pendek, maka tidak jarang sebelum sholat taraweh jamaah melihat dulu siapa Imamnya, dan jika ternyata malam itu yang mengimami adalah Imam yang bacaan suratnya penjang-panjang, ibu-ibu di komplek rumah saya suka pada ngedumel (menggerutu) pas selesai sholat, saya berusaha menyikapi ini dengan bijaksana, Imam mungkin sudah terbiasa baca ayat-ayat panjang, tapi beliau mungkin tidak paham jamaahnya seperti apa, jika jamaah yang datang seperti di mesjid Habiburahman PT DI, maka 1 juz bahkan mau baca hingga 2 juz juga pada kuat, di komplek rumah saya ibu-ibunya sebagian adalah nenek-nenek yang sudah sepuh, kalaupun ada yang masih mudaan, mereka mungkin sudah terlalu capek melakukan pekerjaan rumah tangga,dan memasak untuk buka dan sahur, maka belajarlah ikhlas saat taraweh, seletih apapun itu, dan tolong ingatkan Imamnya untuk memperhatikan kondisi jamaah saat akan menjadi Imam.
Sebenarnya banyak lagi hal-hal yang terjadi di bulan Ramadhan ini berkaitan dengan keikhlasan, tulisan saya diatas hanya sebagai renungan untuk kita bersama, bahwa Ikhlas itu adalah bagian dari jiwa seorang muslim yang harus selalu dijaga, bahkan jika perlu konsisten dan Istiqomah dalam menjalankannya.
Akhirnya saya hanya bisa berdoa, semoga kita diberikan kekuatan untuk menjalankan sisa bulan Ramadhan yang tinggal 2 hari ini, semoga Allah menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadhan, mengampuni segala dosa-dosa kita, dan menggolongkan kita kedalam orang-orang yang Ikhlas, aamiin
28 Ramadhan 1435 H

Tidak ada komentar:
Posting Komentar