Selasa, 01 Juli 2014

Iya da aku mah apa atuh...

Belakangan kalimat ini tiba-tiba saja menyebar diseluruh percakapan yang saya lakukan, baik langsung maupun tidak langsung, baik didunia nyata, maupun didunia nyata, tak terkecuali di semua sosial media, mulai dari facebook, twitter, path, tumblr, instagram, dkk.


Saya sendiri tidak begitu paham maksud dari kalimat tersebut, meski sekali waktu kalimat seperti itu pernah keluar dari mulut saya tanpa sengaja, saya bukan ahli bahasa, pun bukan seorang sastrawati yang paham tentang diksi, kalimat, atau premis. Namun yang bisa saya pahami, kalimat tersebut adalah bentuk pengkondisiin diri, karena merasa banyak sekali kekurangan yang terdapat dalam diri seseorang, sehingga ia merasa tidak layak dan tidak yakin mendapatkan sesuatu yang mungkin sangat di inginkan.

Yah.. sadar tidak sadar kita memang manusia yang memiliki banyak sekali keterbatasan, namun saya merasa rasanya lebih bijak jika kalimat itu kita sandingkan dengan kebesaran dan keagungan Allah, kita tidak punya apa-apa tanpa Allah, kita tidak punya sesuatu yang layak dibanggakan dihadapan manusia tanpa kasih sayang Allah, jika dibandingkan dengan kebesaran Allah, jika dibandingkan kasih sayang Allah, mungkin jika ada yang lebih rendah dari butiran debu kita pasti akan menggambarkannya dengan itu.

Maka, dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada dalam diri kita, tentang kalimat "Iya da aku mah apa atuh" pernahkah terbersit untuk melakukan sesuatu yang memberikan kebaikan dan menjadi jalan maslahat bagi kehidupan orang lain? bukankah Rasul pernah bersabda, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain? Lakukanlah apapun yang bisa kita lakukan untuk kebaikan orang lain, meski kita tidak merasa memiliki apa-apa, meski kita bukan siapa-siapa, tapi yakinilah jika kita yang beragama Islam ini, dididik dan diajarkan oleh Rasul untuk menjadi manusia yang mulia, jangan pernah merendahkan diri sendiri dihadapan manusia, karena hanya kepada Allahlah kita layak merendahkan diri kita, jika kita merasa banyak kekurangan, belajarlah terus untuk memperbaiki diri, hingga kita layak, dan pantas meminta dan menerima segala hal yang kita mohon kepada Allah.

Bandung, 1 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar