“Mencoba menjadikan kebaikan
sekecil apapun menjadi habit yang dibawa hingga mati”
Rasullulah pernah bersabda, bahwa
amal yang baik itu adalah amalan yang dillakukan secara terus menerus
(Istiqomah) dilakukan. Sebagai muslim yang baik, yang mencintai Allah dan
RasulNya saya sangat ingin bisa meneladani seluruh kehidupan Rasullulah,
bagaimana beliau tersenyum kepada sahabatnya, bagaimana beliau menyapa
sahabat-sahabatnya, bagaimana beliau memperlakukan musuh-musuhnya yang berbuat
zalim padanya, dan seluruh peri hidup kehidupan Rasullulah.
Meski saya sadar, siapalah saya
ini. Yang akhlaknya belum mampu begitu menawan seperti Rasullulah, yang amalnya
tak sebanyak Rasullulah, yang beribadahnya masih begitu minim, tidak sebanyak
dan sebaik Rasullulah. Tapi bukan berarti saya tidak mampu, sebenarnya ini
lebih kepada evaluasi dan muhasabah saja, tentang umur saya dan bagaimana saya
mengisi sisa umur yang sudah Allah berikan kepada saya, secara bulan depan
jatah umur saya kembali berkurang L
Bicara amal ibadah, memang ini
adalah urusan kita dengan Allah SWT, tapi tidak ada salahnya saling
mengingatkan dan berusaha menasehati diri sendiri, idealnya ketika umur kita
berkurang (ulang tahun) kita harusnya semakin dewasa, semakin baik dalam banyak
hal, terutama dalam hal ibadah. Dan inilah yang menjadi fokus saya sekarang
ini, saya punya impian, saya punya cita-cita, saya punya harapan, jika kelak
nanti menikah, saya akan menikah dengan laki-laki yang baik agamanya, itu
artinya ia seorang muslim yang baik, yang paham akan ajaran agamanya, dan mampu
menjalankan kewajibannya dengan baik sebagai seorang muslim, begitupun keluarga
saya kelak, saya ingin Allah mengkaruniai anak-anak yang pintar dan sholeh
kepada saya.
Oleh karena cara terbaik adalah
dengan memperbaiki diri sendiri, jika ingin anak sholeh itu artinya ayah, ibunya
juga harus sholeh, dan untuk mendapatkan pasangan hidup yang sholeh, maka
sayanya pun harus sholeh, It’s no simple... tapi berusaha, dan berusaha untuk
terus belajar dan belajar... Saya ingin anak-anak saya kelak bisa menjadi Hafiz
dan Hafizhah..., dan saya berfikir hafalan saya sekarang sudah sampai mana?
Baru nyampe surat Abasa, yang sisanya jarang dimurajaah, jadi masih pabaliut (berantakan)
L
Menjadi Muslim Kaffah itu butuh
perjuangan, butuh azzam yang kuat. Dan kini saya belajar untuk menjadikan semua
kebaikan sekecil apapun menjadi habit, salah satunya adalah tilawah Qur’an.
Alhamdullilah tahun ini akhirnya bisa ikut kelas Tahsin, niat saya dari dulu
untuk memperbaiki bacaan Qur’an saya yang masih banyak salahnya akhirnya
kesampean juga meski masih di level 1, mudah-mudahan bisa Istiqomah hingga
level 4 dan lanjut ke program Tahfidz, dan ini sudah masuk bulan ke3 pula saya
mengikuti ODOJ (One day One Juz), jujur... awalnya berat dan keteteran... saya
biasa sehari baca Cuma satu halaman (parah banget), tapi dengan niat yang coba
saya luruskan, dan azzam saya sejak dulu unutk menambah tilawah saya yang
minimalis itu, alhamdullilah hingga sekarang bisa mengikutinya.
Jujur, manajemen waktu saya belum
baik, karena dengan menambah waktu tilawah saya, otomatis ada alokasi waktu
yang berkurang, contohnya membaca, sekarang kemampuan membaca saya berkurang
terutama untuk membaca buku, tapi Insya Allah saya tetap bersyukur, mengingat
keutamaan membaca Qur’an jauh lebih banyak dari pada membaca buku. Sekedar tips
buat temen-temen yang ingin bisa membaca 1 juz/hari.
1 Juz itu biasanya ada 10 lembar,
kalo dibaca sekali waktu, pasti temen-temen akan kelelahan. Jadi bacalah sehari
tiga kali, itu tidak akan terlalu memberatkan. Saya sendiri biasanya membaginya
dalam 2 waktu, setelah selesai sholat dhuha 5 lembar, dan kemudian sisanya 5
lembar lagi saya baca selesai sholat dzuhur dikantor. Alhamdullilah, semakin
banyak beriteraksi dengan Qur’an, hati saya semakin tenang, saya kadang
menyesal, kenapa tidak melakukannya sejak dulu, sejak SMA, atau kuliah, sayang
banyak waktu yang terbuang sia-sia L
Tips kedua, temen-temen bisa baca
bukunya Ustdz Felix yang judulnya “HABITS”, katanya kalo kita biasa
melakukan hal minimal selama 30/40 hari
lebih, lama-kelaman itu akan menjadi habits, kalo mampu tilawah 1 juz/hari
selama satu bulan, Insya Allah kesanya akan lebih ringan dan jadi kebiasaaan,
bukan suatu hal yang memberatkan, sepertinya Habits ini juga bisa dicoba sama
teman-teman ikhwan yang belum terbiasa sholat fardhu berjamaah dimesjid,
bukankah setiap laki-laki muslim harus melaksanakan sholat fardhu dimesjid?
Cobalah menjadikan amalan menjadi
sebuah “habits” Insya Allah ia akan menjadi amalan yang menajaga kita, dan
mudah-mudahan akan menjadi teladan bagi anak cucu kita kelak, karena yang lebih
banyak dirumah adalah orangtua, anak-anak akan melihat secara langsung
bagaimana ayah dan ibunya melakukan kebiasaan yang baik, dan salah satu habit
yang sejak kecil hingga sekarang tidak bisa lepas dari saya adalah piyama. Iya,
ibu sejak kecil pasti akan menggantikan baju anak-anaknya dengan piyama jika
hendak tidur, itu ibu lakukan kepada semua anaknya, namun ketiga kakak saya
hanya sampai SD melakukan hal itu, hanya saya yang sampai sekarang tidur
menggunakan piyama. Aneh memang -__- atau terlihat seperti anak kecil, tapi
itulah habits, saya melakukan ini selama puluhan tahun.
Maka berusahalah menjadikan
sekecil apapun kebaikan menjadi habit bagi kita, mudah-mudahan kebaikan kecil
itulah yang kelak akan mengantarkan kita ke Surga, aamiin
Bandung, 28 Februari 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar