Kamis, 27 Februari 2014

HABITS

“Mencoba menjadikan kebaikan sekecil apapun menjadi habit yang dibawa hingga mati”


Rasullulah pernah bersabda, bahwa amal yang baik itu adalah amalan yang dillakukan secara terus menerus (Istiqomah) dilakukan. Sebagai muslim yang baik, yang mencintai Allah dan RasulNya saya sangat ingin bisa meneladani seluruh kehidupan Rasullulah, bagaimana beliau tersenyum kepada sahabatnya, bagaimana beliau menyapa sahabat-sahabatnya, bagaimana beliau memperlakukan musuh-musuhnya yang berbuat zalim padanya, dan seluruh peri hidup kehidupan Rasullulah.

Meski saya sadar, siapalah saya ini. Yang akhlaknya belum mampu begitu menawan seperti Rasullulah, yang amalnya tak sebanyak Rasullulah, yang beribadahnya masih begitu minim, tidak sebanyak dan sebaik Rasullulah. Tapi bukan berarti saya tidak mampu, sebenarnya ini lebih kepada evaluasi dan muhasabah saja, tentang umur saya dan bagaimana saya mengisi sisa umur yang sudah Allah berikan kepada saya, secara bulan depan jatah umur saya kembali berkurang L

Bicara amal ibadah, memang ini adalah urusan kita dengan Allah SWT, tapi tidak ada salahnya saling mengingatkan dan berusaha menasehati diri sendiri, idealnya ketika umur kita berkurang (ulang tahun) kita harusnya semakin dewasa, semakin baik dalam banyak hal, terutama dalam hal ibadah. Dan inilah yang menjadi fokus saya sekarang ini, saya punya impian, saya punya cita-cita, saya punya harapan, jika kelak nanti menikah, saya akan menikah dengan laki-laki yang baik agamanya, itu artinya ia seorang muslim yang baik, yang paham akan ajaran agamanya, dan mampu menjalankan kewajibannya dengan baik sebagai seorang muslim, begitupun keluarga saya kelak, saya ingin Allah mengkaruniai anak-anak yang pintar dan sholeh kepada saya.

Oleh karena cara terbaik adalah dengan memperbaiki diri sendiri, jika ingin anak sholeh itu artinya ayah, ibunya juga harus sholeh, dan untuk mendapatkan pasangan hidup yang sholeh, maka sayanya pun harus sholeh, It’s no simple... tapi berusaha, dan berusaha untuk terus belajar dan belajar... Saya ingin anak-anak saya kelak bisa menjadi Hafiz dan Hafizhah..., dan saya berfikir hafalan saya sekarang sudah sampai mana? Baru nyampe surat Abasa, yang sisanya jarang dimurajaah, jadi masih pabaliut (berantakan) L

Menjadi Muslim Kaffah itu butuh perjuangan, butuh azzam yang kuat. Dan kini saya belajar untuk menjadikan semua kebaikan sekecil apapun menjadi habit, salah satunya adalah tilawah Qur’an. Alhamdullilah tahun ini akhirnya bisa ikut kelas Tahsin, niat saya dari dulu untuk memperbaiki bacaan Qur’an saya yang masih banyak salahnya akhirnya kesampean juga meski masih di level 1, mudah-mudahan bisa Istiqomah hingga level 4 dan lanjut ke program Tahfidz, dan ini sudah masuk bulan ke3 pula saya mengikuti ODOJ (One day One Juz), jujur... awalnya berat dan keteteran... saya biasa sehari baca Cuma satu halaman (parah banget), tapi dengan niat yang coba saya luruskan, dan azzam saya sejak dulu unutk menambah tilawah saya yang minimalis itu, alhamdullilah hingga sekarang bisa mengikutinya.

Jujur, manajemen waktu saya belum baik, karena dengan menambah waktu tilawah saya, otomatis ada alokasi waktu yang berkurang, contohnya membaca, sekarang kemampuan membaca saya berkurang terutama untuk membaca buku, tapi Insya Allah saya tetap bersyukur, mengingat keutamaan membaca Qur’an jauh lebih banyak dari pada membaca buku. Sekedar tips buat temen-temen yang ingin bisa membaca 1 juz/hari.

1 Juz itu biasanya ada 10 lembar, kalo dibaca sekali waktu, pasti temen-temen akan kelelahan. Jadi bacalah sehari tiga kali, itu tidak akan terlalu memberatkan. Saya sendiri biasanya membaginya dalam 2 waktu, setelah selesai sholat dhuha 5 lembar, dan kemudian sisanya 5 lembar lagi saya baca selesai sholat dzuhur dikantor. Alhamdullilah, semakin banyak beriteraksi dengan Qur’an, hati saya semakin tenang, saya kadang menyesal, kenapa tidak melakukannya sejak dulu, sejak SMA, atau kuliah, sayang banyak waktu yang terbuang sia-sia L

Tips kedua, temen-temen bisa baca bukunya Ustdz Felix yang judulnya “HABITS”, katanya kalo kita biasa melakukan  hal minimal selama 30/40 hari lebih, lama-kelaman itu akan menjadi habits, kalo mampu tilawah 1 juz/hari selama satu bulan, Insya Allah kesanya akan lebih ringan dan jadi kebiasaaan, bukan suatu hal yang memberatkan, sepertinya Habits ini juga bisa dicoba sama teman-teman ikhwan yang belum terbiasa sholat fardhu berjamaah dimesjid, bukankah setiap laki-laki muslim harus melaksanakan sholat fardhu dimesjid?

Cobalah menjadikan amalan menjadi sebuah “habits” Insya Allah ia akan menjadi amalan yang menajaga kita, dan mudah-mudahan akan menjadi teladan bagi anak cucu kita kelak, karena yang lebih banyak dirumah adalah orangtua, anak-anak akan melihat secara langsung bagaimana ayah dan ibunya melakukan kebiasaan yang baik, dan salah satu habit yang sejak kecil hingga sekarang tidak bisa lepas dari saya adalah piyama. Iya, ibu sejak kecil pasti akan menggantikan baju anak-anaknya dengan piyama jika hendak tidur, itu ibu lakukan kepada semua anaknya, namun ketiga kakak saya hanya sampai SD melakukan hal itu, hanya saya yang sampai sekarang tidur menggunakan piyama. Aneh memang -__- atau terlihat seperti anak kecil, tapi itulah habits, saya melakukan ini selama puluhan tahun.

Maka berusahalah menjadikan sekecil apapun kebaikan menjadi habit bagi kita, mudah-mudahan kebaikan kecil itulah yang kelak akan mengantarkan kita ke Surga, aamiin

Bandung, 28 Februari 2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar