Memiliki wajah awet muda, mungkin menjadi dambaan banyak orang. Dan mungkin inilah yang harusnya aku syukuri, seseorang yang mengenalku pertama kali pasti tidak akan menyangka bahwa aku seorang perempuan dewasa yang umurnya diatas 25 tahun. Aku tidak pernah memperhatikan wajahku begitu lama, aku bersikap wajar seperti perempuan lain, tapi mungkin karena aku anak terakhir, orang-orang terdekatku biasa memperlakukaku sebagai adik yang harus dilindungi, pun aku tidak punya adik. Jadi wajar jika mereka selalu menganggapku seperti anak kecil.
Memang Idealnya, umurku sekarang aku sudah menikah dan mempunyai anak. Bukan satu, tapi 2 anak, wkwkwkwkwk teman-temanku, kebanyakan sudah menikah, dan sudah mempunyai 2 orang anak. Tapi, sekali lagi menikah bukan hanya tentang keinginankan? disana ada ketetapan Allah juga, tidak bisa disegerakan dan tiak bisa ditangguhkan, kita hanya bisa berusaha, menyempurnakan ikhtiar dan doa dengan penuh keyakiinan, bahwa suatu saat pasti akan dikabulkan.
Aku jadi ingat beberapa hari yang lalu, ketika aku menghadiri sebuah halaqah. Disana kebanyakan teman-temanku yang mengaji, membawa anak-anaknya yang masih balita. Otomatis pengajian saat itu lebih miri day care, dimana banyak balita bermain-main. Aku terbiasa bekerja dengan orang dewasa, tak pernah bermain-main dengan balita, tak tau bagaimana mengendong bayi yang baik dan benar. Namun tetap saja naluri Keibuan ada juga padaku, aku lihat anaknya teteh guru ngajiku yang berumur 11 bulan begitu lucu dan menggemaskan. Lalu ketika mau pamitan aku gendong anak itu, anak umur 11 bulan yang hanya menggunakan kaos singlet warna putih dan pempers saja. Putih dan gendut, saking gemasnya, aku sempet mencium anak itu.
Nama anaknya Kholif, lengkapnya Kholifatul Rahman, wkwkwkwkwk lucu banget.
Pas mau dibalikin ke Ibunya, anak itu menolak, beberapa kali aku lakukan hal yang sama, dan anak itu menolak ibunya, sampe temen-temen yang lain menggodaku
"Cieeeeeeh, kholif suka sama teteh"
Aku bingung, malu, dan ah sudahlah...
pelan-pelan aku berikan kepada Ibunya, meski anak itu sempet merajuk mau nangis waktu aku lepaskan dari pelukanku. Ah... memang sudah lama iingin punya bayi anak laki-laki, semoga suatu saat aku bisa menggendong anakku sendiri dengan bahagia, aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar