"Perempuan adalah Aurat, apabila ia keluar maka setan pasti mengawasinya"
(HR At-Tirmidzi)
Anjuran behijab sudah sangat
terang dan jelas disampaikan oleh Pemilik Semesta ini kepada Rasullulah SAW
agar menjadi pedoman hidup bagi kami umatnya yang berabad-abad ditinggalkan
oleh beliau, hingga kami berusaha
mengikuti apa yang beliau sampaikan sejak turunnya ayat itu.
Menjaga hijab bukan perkara
sederhana yang selesai begitu saja ketika kami kaum perempuan mengenakannya,
tapi setelah itu kami pun harus tetap menjaga hijab kami dengan lawan jenis.
Seseorang yang secara agama bukan mahram kami, yang halal untuk dinikahi. Maka
ketika belum halal, siapa pun perempuan harus benar-benar menjaga hijabnya
dengan lawan jenis.
Saya sedang merenung kenapa Allah
memerintahkan kami untuk mengenakan hijab, dan menjaga hijab dengan lawan jenis
kami, yang bukan mahram kami. Bukankah itu akan membuat jarak yang dapat
memisahkan kami dengan kaum adam? Ya. Memang itu yang diharapkan, jarak dibuat
untuk menjaga hati. Kenapa Hati? Karena hati mudah sekali berubah, dan mudah
sekali jatuh ditempat yang salah dengan waktu yang salah pula. Apa salahnya
jatuh cinta? Bukankah Allah yang memberikannya secara fitrah kepada setiap
manusia, agar kita saling mencintai? Ya... tapi jika cinta itu hanya cinta
karena nafsu, bukan karena Allah, bukan karena Iman, maka bisa saja cinta itu
yang akan membunuhmu.
Mungkin tidak akan sampai
membuatmu mati atau masuk ruang UGD, tapi tak sedikit orang pula yang mati
konyol gara-gara cinta. Apa karena ditolak, diselingkuhi, dibuat cemburu, atau
hal-hal lainnya yang memaksa seseorang melakukan perbuatan dosa besar, yang
menghilangkan kesadaran akal mereka. Atau mungkin efek paling ringan dari cinta
ini membunuhku adalah membuat orang melakukan perbuatan bodoh, seperti
menangisi diri, berharap terlalu tinggi, berangan-angan, menyepi dengan kegalauan yang panjang.
Menjaga hati itu mungkin maksudnya untuk menjaga perasaan.
Allah tidak ingin melihat kita sedih karena kebodohan kita sendiri, tidak tega
melihat perasaan kita tersayat-sayat karena sosok manusia, padahal Ia ingin
dicintai lebih dari apapun. Lantas, ketika tidak bisa menjaga hati, dan
akhirnya patah hati, siapa yang akan mengobati perasaan kita? Jangan terlalu
mendramatisir keadaan menjadi begitu dramatis. Kendalikan saja hatimu, agar
perasaanmu tidak tersakiti.
Islam adalah agama yang sempurna,
agama yang begitu preventif. Bukankah benar, lebih baik mencegah daripada
mengobati??? Jika tidak ingin terlukai perasannya, maka jagalah hatimu, jaga
hatimu dengan menjaga jarak dengan lawan jenis, bukan tidak boleh berteman,
berteman saja... tapi jangan pakai hati, pakai logikamu, rasionalah, ntar klo
sakit hati saya tidak mau bertanggung jawab, satu lagi cara menjaga Jarak
dengan laki-laki yang paling baik, dan paling sopan itu dengan berhijab. Jika
kamu sudah berhijab, sudah mengenakan pakaian muslimah dengan baik-baik, maka
laki-laki pun akan segan mendekat kepadamu. Terakhir. Ini hanya teori dari
pemikiran seseorang yang fakir Ilmunya, Berdoalah kepada Allah SWT untuk selalu
mendapatkan perlindungan, mintalah kepadaNya KeIstiqomahan setelah mendapatkan
Ilmu serta Hidayah. Semoga Allah yang akan melindungiMu, hingga ia memberikan
seseorang yang dapat melindungi dan menjaga kehormatan dirimu secara Halal.
Sekian dan terima kasih.
Bandung 15 Agustus 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar