Jumat, 16 Agustus 2013

Reposisi



Aduh... bingung mulainya, tapi yasudahlah... ini hanya lintasan fikiran saya yang mungkin akan bermanfaat jika dituliskan. Setiap manusia pasti punya posisi dalam lingkaran kehidupannya, entah sebagai sahabat, sebagai orang tua, sebagai anak, kakak, adik, murid, guru,  suami, atau istri (lainnya kamu bisa tambahkan). 


Dimanapun posisi kita, kita harus pandai memposisikan diri. Bertindak secara rasional, profesional, dan Proporsional. Tapi.. namanya juga manusia, kita kadang berharap memiliki posisi penting dalam kehidupan orang lain, atau mungkin kehidupan orang terdekat kita (baca keluarga). Siapa yang tidak ingin mendapatkan tempat istimewa di hati Ibu? Bukankah suatu kebahagiaan, jika surga yang berada ditelapaknya ia persilahkan kita untuk masuk dengan doa-doanya yang khusus diucapkan untuk kita.

Atau disekolah, siapa yang tidak ingin menjadi murid kesayangan dari seorang guru, yang dengannya ia tidak akan segan-segan memberikan nilai 8 atau bahkan 9 di rapot kita, siapa yang tidak senang diberikan Keistimewaan karena posisi dirinya begitu penting. Aku sendiri seperti itu, salah satu dari banyak sahabatku, tidak pernah tidak aku memberikan hadiah kepadanya saat dia Ulang tahun. Padahal temanku yang lain dan dekat denganku banyak, tapi entah kenapa setiap dia ulang tahun aku selalu memberikannya hadiah. 

Atau satu muridku di mesjid, dia satu-satunya murid yang begitu rajin mengaji, messki hanya seorang diri ia tetap bersemangat mengaji, bagaimana bisa aku melewatkan oleh-oleh untuknya pada saat aku jalan-jalan ke Solo, aku memberikan oleh-oleh khusus padanya, tidak pada yang lain. Hal-hal seperti inilah yang kadang aku fikirkan...

Setiap orang punya posisi dalam hidupnya, dan posisi istimewa itu tidak datang begitu saja pada seseorang, pasti ada seribu satu alasan terlepas dari pandangan subjektif atau tidak. Dan jika kamu ingin mempunyai posisi khusus dihati seorang manusia, sepertinya kamu harus berfikir pula, apa yang membuatmu layak diposisi khusus itu.

Masalah posisi inilah yang kadang membuatku berfikir, posisi khusus itu tidak lahir begitu saja, dan tidak bisa dipaksakan. Aisyah yang luar biasa tidak akan pernah mampu menggantikan posisi Khadijah dihati Rasullulah, itu mungkin yang perlu kita sadari, bahwa kita tidak bisa merebut hati siapapun dengan cara apapun juga. Hati itu bergerak sesuai kehendak pemiliknya, dan kita tidak bisa mengendalikannya.

Biarlah posisi kita hadir dalam kehidupan manusia dengan jalan yang baik, sebenarnya aku ingin bisa seperti Rasullulah, siapapun yang mengenalnya akan mencintainya, akan menyanyanginya, akan merasa di Istimewakan olehnya, siapapun memiliki posisi di hati Rasullulah, baik itu Abu bakar, Umar, Usman, atau Ali.

Dan kini biarlah aku berusaha memposisikan diri dengan baik, agar aku punya posisi yang baik dihadapanMu, agar Kau bisa selalu memperhatikanku, dan aku punya posisi Istimewa dihadapanMu.
aamiin

Bandung 16 Agustus 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar