Aduh... bingung mulainya, tapi
yasudahlah... ini hanya lintasan fikiran saya yang mungkin akan bermanfaat jika
dituliskan. Setiap manusia pasti punya posisi dalam lingkaran
kehidupannya, entah sebagai sahabat, sebagai orang tua, sebagai anak, kakak,
adik, murid, guru, suami, atau istri
(lainnya kamu bisa tambahkan).
Dimanapun posisi kita, kita harus
pandai memposisikan diri. Bertindak secara rasional, profesional, dan Proporsional.
Tapi.. namanya juga manusia, kita kadang berharap memiliki posisi penting dalam
kehidupan orang lain, atau mungkin kehidupan orang terdekat kita (baca
keluarga). Siapa yang tidak ingin mendapatkan tempat istimewa di hati Ibu?
Bukankah suatu kebahagiaan, jika surga yang berada ditelapaknya ia persilahkan
kita untuk masuk dengan doa-doanya yang khusus diucapkan untuk kita.
Atau disekolah, siapa yang tidak
ingin menjadi murid kesayangan dari seorang guru, yang dengannya ia tidak akan
segan-segan memberikan nilai 8 atau bahkan 9 di rapot kita, siapa yang tidak
senang diberikan Keistimewaan karena posisi dirinya begitu penting. Aku sendiri
seperti itu, salah satu dari banyak sahabatku, tidak pernah tidak aku
memberikan hadiah kepadanya saat dia Ulang tahun. Padahal temanku yang lain dan
dekat denganku banyak, tapi entah kenapa setiap dia ulang tahun aku selalu
memberikannya hadiah.
Atau satu muridku di mesjid, dia
satu-satunya murid yang begitu rajin mengaji, messki hanya seorang diri ia
tetap bersemangat mengaji, bagaimana bisa aku melewatkan oleh-oleh untuknya
pada saat aku jalan-jalan ke Solo, aku memberikan oleh-oleh khusus padanya,
tidak pada yang lain. Hal-hal seperti inilah yang kadang aku fikirkan...
Setiap orang punya posisi dalam
hidupnya, dan posisi istimewa itu tidak datang begitu saja pada seseorang,
pasti ada seribu satu alasan terlepas dari pandangan subjektif atau tidak. Dan
jika kamu ingin mempunyai posisi khusus dihati seorang manusia, sepertinya kamu
harus berfikir pula, apa yang membuatmu layak diposisi khusus itu.
Masalah posisi inilah yang kadang
membuatku berfikir, posisi khusus itu tidak lahir begitu saja, dan tidak bisa
dipaksakan. Aisyah yang luar biasa tidak akan pernah mampu menggantikan posisi
Khadijah dihati Rasullulah, itu mungkin yang perlu kita sadari, bahwa kita
tidak bisa merebut hati siapapun dengan cara apapun juga. Hati itu bergerak
sesuai kehendak pemiliknya, dan kita tidak bisa mengendalikannya.
Biarlah posisi kita hadir dalam
kehidupan manusia dengan jalan yang baik, sebenarnya aku ingin bisa seperti
Rasullulah, siapapun yang mengenalnya akan mencintainya, akan menyanyanginya,
akan merasa di Istimewakan olehnya, siapapun memiliki posisi di hati
Rasullulah, baik itu Abu bakar, Umar, Usman, atau Ali.
Dan kini biarlah aku berusaha
memposisikan diri dengan baik, agar aku punya posisi yang baik dihadapanMu,
agar Kau bisa selalu memperhatikanku, dan aku punya posisi Istimewa
dihadapanMu.
aamiin
Bandung 16 Agustus 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar