Rabu, 17 Juli 2013

Faktor X





Seorang gadis baru saja keluar dari sebuah labaratorium..., menggunakan jas putih, sepertinya ia baru saja meyelesaikan Praktikum sore itu. Kulitnya putih bersih, wajahnya ayu, bibirnya tipis berwarna merah muda, sekilas mungkin kamu akan menyangka dia Puteri Salju,  bukan... dia bukan Putri Salju, karena tidak ada yang menceritakan putri salju mengenakan jilbab panjang  berwarna pink.


Namanya? Ah... aku lupa namanya siapa, entah mawar, melati, matahari,  seingatku namanya adalah nama bunga. Tapi sudahlah..., itu tak penting bagiku. Aku hanya ingat, ia adalah salah satu kembang kampus, ya... salah seorang perempuan yang namanya tak asing dikuping setiap penduduk kampusku. Tak hanya satpam, tukang sapu, tukang rujak, ibu warteg, bapak dosen, ibu dosen, adik kelas, kakak senior, ah mungkin semut-semut yang berada di dinding-dinding tembok atau mading juga  pasti mengenalnya.

Bagiku... melihat perempuan cantik itu adalah biasa... , bukankah banyak sekali dikampusku perempuan cantik, mulai yang cantiknya sederhana seperti Maudy Ayunda, cantiknya berkelas seperti Dian Sastro, atau bahkan yang Indo seperti Luna Maya dan Asmiranda  semuanya ada dikampus ini. Tapi entah kenapa, pesona perempuan ini katanya  mampu membuat seorang perempuan  yang melihatnya menjadi sedikit bergetar. Aku sebagai perempuan melihatnya cantik... apalagi laki-laki yang melihatnya.

Lantas apa lebihnya ia dibandingkan perempuan lain, apa karena jilbabnya? Aku fikir dikampusku juga banyak perempuan-perempuan yang berjilbab, akhwat-akhwat yang militan pun tak kurang banyak, yang aktifitasnya diisi dengan rapat, kajian, ta”lim, mentoring, dsb. Tapi dalam sebuah majelis Ilmu atau rapat... tetap saja ia benderang. Seseorang yang tak sengaja melintas, pasti akan langsung tau siapa yang menjadi fokus perhatian ditengah Rapat itu, pasti perempuan itu.

Kecerdasan...., semua mahasiswa dan mahasiswi sepakat, bahwa mahasiswa yang cerdas itu adalah mahasiswa yang Ipnya Cumloude... selalu diatas rata-rata, hanya beberapa orang dikelasku yang mampu bertahan dengan IP diatas 3,5 selama 4 semester. Tapi bukan berarti tak ada yang bisa mendapatkan nilai nyaris sempurna, dikampusku ada beberapa orang Ipnya selau diatas rata-rata dan nyaris sempurna dan suatu kali aku sempat melihat transkrip nilai perempuan ini... dari 8 mata kuliah yang diambil di semester 3 tahun lalu, 7 mata kuliah ia dapatkan dengan nilai A, dan hanya 1 nilai B.

Aku tak begitu kenal dengan perempuan ini, hanya dengar namanya dari beberapa teman yang cukup aktif dihimpunan, mmmh... aku mulai bertanya-tanya, mengapa perempuan ini begitu banyak dibicarakan dan diperbincangkan oleh beberapa orang teman-teman dikelasku. Yah, diantara seluruh fakultas dikampusku Fakultas itu tempat gadis itu kuliah memang special “kenapa?” fakultas dia adalah satu-satunya fakultas dikampusku yang isinya 80% perempuan. “Fakultas apa?” cari saja sendiri, dan mainlah jika sempat kekampusku diDepok :) 

Hingga disuatu hari...

Aku datang kesiangan kekampus, membawa setumpuk laporan praktikum, dan tugas kelompok yang begitu banyak, aku berlari-lari menyusuri tangga menuju ruang kelasku dilantai 3, dan saking tergesa-gesanya aku menabrak seorang perempuan.

Perempuan itu tersenyum begitu cantik, dan berkata “

“maaf, saya bantu ya mbak :)”

Saya terdiam gagap dan hanya bisa berkata “oh”

Ternyata bukan kecantikan yang dapat membuat seseorang menjadi begitu menarik dihadapan manusia, bukan kecantikan pula yang membuat manusia menjadi sayang pada seseorang,  ada faktor X yang membuat seseorang menjadi bercahaya dihadapan manusia, membuat manusia menyayangi dan mencintainya, dan aku mulai berfikir. Apa yang membuatnya nampak bercahaya?

9 Ramadhan 1434 H


Tidak ada komentar:

Posting Komentar