Seorang gadis baru saja keluar
dari sebuah labaratorium..., menggunakan jas putih, sepertinya ia baru saja
meyelesaikan Praktikum sore itu. Kulitnya putih bersih, wajahnya ayu, bibirnya
tipis berwarna merah muda, sekilas mungkin kamu akan menyangka dia Puteri
Salju, bukan... dia bukan Putri Salju,
karena tidak ada yang menceritakan putri salju mengenakan jilbab panjang berwarna pink.
Namanya? Ah... aku lupa namanya
siapa, entah mawar, melati, matahari,
seingatku namanya adalah nama bunga. Tapi sudahlah..., itu tak penting
bagiku. Aku hanya ingat, ia adalah salah satu kembang kampus, ya... salah
seorang perempuan yang namanya tak asing dikuping setiap penduduk kampusku. Tak
hanya satpam, tukang sapu, tukang rujak, ibu warteg, bapak dosen, ibu dosen,
adik kelas, kakak senior, ah mungkin semut-semut yang berada di dinding-dinding
tembok atau mading juga pasti
mengenalnya.
Bagiku... melihat perempuan
cantik itu adalah biasa... , bukankah banyak sekali dikampusku perempuan
cantik, mulai yang cantiknya sederhana seperti Maudy Ayunda, cantiknya berkelas
seperti Dian Sastro, atau bahkan yang Indo seperti Luna Maya dan Asmiranda semuanya ada dikampus ini. Tapi entah kenapa,
pesona perempuan ini katanya mampu membuat
seorang perempuan yang melihatnya menjadi
sedikit bergetar. Aku sebagai perempuan melihatnya cantik... apalagi laki-laki
yang melihatnya.
Lantas apa lebihnya ia
dibandingkan perempuan lain, apa karena jilbabnya? Aku fikir dikampusku juga
banyak perempuan-perempuan yang berjilbab, akhwat-akhwat yang militan pun tak
kurang banyak, yang aktifitasnya diisi dengan rapat, kajian, ta”lim, mentoring,
dsb. Tapi dalam sebuah majelis Ilmu atau rapat... tetap saja ia benderang.
Seseorang yang tak sengaja melintas, pasti akan langsung tau siapa yang menjadi
fokus perhatian ditengah Rapat itu, pasti perempuan itu.
Kecerdasan...., semua mahasiswa
dan mahasiswi sepakat, bahwa mahasiswa yang cerdas itu adalah mahasiswa yang
Ipnya Cumloude... selalu diatas rata-rata, hanya beberapa orang dikelasku yang
mampu bertahan dengan IP diatas 3,5 selama 4 semester. Tapi bukan berarti tak
ada yang bisa mendapatkan nilai nyaris sempurna, dikampusku ada beberapa orang
Ipnya selau diatas rata-rata dan nyaris sempurna dan suatu kali aku sempat
melihat transkrip nilai perempuan ini... dari 8 mata kuliah yang diambil di
semester 3 tahun lalu, 7 mata kuliah ia dapatkan dengan nilai A, dan hanya 1
nilai B.
Aku tak begitu kenal dengan
perempuan ini, hanya dengar namanya dari beberapa teman yang cukup aktif
dihimpunan, mmmh... aku mulai bertanya-tanya, mengapa perempuan ini begitu
banyak dibicarakan dan diperbincangkan oleh beberapa orang teman-teman
dikelasku. Yah, diantara seluruh fakultas dikampusku Fakultas itu tempat gadis
itu kuliah memang special “kenapa?” fakultas dia adalah satu-satunya fakultas
dikampusku yang isinya 80% perempuan. “Fakultas apa?” cari saja sendiri, dan
mainlah jika sempat kekampusku diDepok :)
Hingga disuatu hari...
Aku datang kesiangan kekampus,
membawa setumpuk laporan praktikum, dan tugas kelompok yang begitu banyak, aku
berlari-lari menyusuri tangga menuju ruang kelasku dilantai 3, dan saking tergesa-gesanya
aku menabrak seorang perempuan.
Perempuan itu tersenyum begitu
cantik, dan berkata “
“maaf, saya bantu ya mbak :)”
Saya terdiam gagap dan hanya bisa
berkata “oh”
Ternyata bukan kecantikan yang
dapat membuat seseorang menjadi begitu menarik dihadapan manusia, bukan
kecantikan pula yang membuat manusia menjadi sayang pada seseorang, ada faktor X yang membuat seseorang menjadi
bercahaya dihadapan manusia, membuat manusia menyayangi dan mencintainya, dan
aku mulai berfikir. Apa yang membuatnya nampak bercahaya?
9 Ramadhan 1434 H

Tidak ada komentar:
Posting Komentar