Jika engkau merasa bahwa segala yang disekitarmu gelap dan pekat,
tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh Allah untuk menjadi
cahaya bagi mereka? Berhentilah mengeluhkan kegelapan itu, sebab sinarmulah
yang sedang meraka nantikan, maka berkilaulah!
Ustd. Salim A Fillah
Beberapa kali aku merasa bosan
dengan hidupku, rutinitas pekerjaan yang padat kadang membuatku harus lebih
banyak berhadapan dengan laptop untuk mengerjakan sederet pekerjaan yang
dikejar deadline..., aku bahkan tak sempat membaca buku atau sedikit menulis
diblog yang minimal selalu aku posting satu tulisan setiap bulannya. Namun dari
sekian kepadatan itu aku selalu mengagendakan satu malam untuk Ta’lim dimesjid.
Dan... ditengah rasa lelah, aku
tak sempat untuk mengsms orang perorang
untuk ta’lim, termasuk adik-adik akhwat. Aku fikir mereka sudah mandiri, sudah
bisa datang sendiri kemesjid tanpa disamper (tanpa disusul kerumahnya). Dan nyatanya... malam itu tak ada satu pun
akhwat disana selain aku -_-. Anak-anak
ikhwan yang jumlahnya 7 sampai 8 orang itu sudah ada dimesjid, hingga akhirnya,
aku yang dituakan, karena memang aku yang paling senior disana, yang mengisi
ta’lim malam itu -_-. Perempuan disarang penyamun -_-, mereka adik-adik yang
usianya belia yah rata-rata mereka masih
SMP dan SMA, syukurlah mereka baik-baik dan lucu-lucu jadi mereka tidak
mungkin menjadi penyamun -_-
Melingkar dengan beberapa
pemuda... haduuuh... sebenarnya ini sesuatu yang kurang ahsan, mengingat saya
adalah seorang perempuan. Dan memang mesjid saya minim akan teladan seorang
ikhwan... sepertinya sudah Lost Generation, sejak beberapa akang yang senior
menikah dan hijrah ketempat yang lain. Sebenarnya menikah bukan alasan
meninggalkan medan dakwah, tapi mungkin itulah ujiannya. Hanya sedikit yang
Istiqomah melanjutkan dakwahnya setelah menikah.
Balik lagi dalam lingkaran......,
perlu ditekankan disini saya bukan seorang Ustadzah, apalagi Murabbi -_- Ilmu
saya terbatas, tapi dengan Izin Allah dengan segala keterbatasan itu Allah
memberikan saya kemudahan dalam meyampaikan ilmu yang saya dapat kepada
adik-adik. Mungkin inilah yang
Rasullulah katakan dalam sebuah hadist
“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, ia akan diberi
pemahaman tentang agama” (HR
Muttafaq’alaih)
Mungkin Allah menghendaki
kebaikan pada saya, itulah prasangka baik ketika saya diminta ngisi Ta’lim
dimesjid, beberapa kali mengisi mentoring, itu juga yang membuat saya
bersyukur, namun ya seperti halnya air laut yang ada pasang surutnya...
Adik-adik mentoringpun sama ada pasang surutnya, namun sekarang lebih banyak
surutnya daripada pasangnya -_-
Saya sendiri juga tidak paham,
pernah suatu waktu seorang teman baru yang dikenalkan oleh salah satu teman
saya di dunia maya meminta saya untuk main kekampusnya, mengisi mentoring
karena akhwat-akhwat dikampusnya itu butuh pembinaan
Saya??? Iya saya... orang itu
ngobrolnya sama saya -_-, dalam hati saya bicara (sepertinya akang salah alamat
atau salah orang). Saya sendiri jadi bingung entah harus bersyukur atau
beristigfhar ketika beberapa orang mepercayakan amanah dakwah kepada saya....
padahal menurut saya masih banyak akhwat lain yang ilmunya lebih banyak,
akhlaknya lebih cantik, dan ibadahnya lebih baik daripada saya, mereka lebih
layak untuk mendapat amanah itu...
Malu juga sebenarnya, saya tau kewajiban kita adalah berdakwah, menyeru,
mengajak orang lain untuk taat kepada Allah, dan itu bukan kewajiban yang
diberikan hanya kepada Nabi dan Rasul..., kita umat Islam tetap harus
menlanjutkan tugas mulia ini..., Jangan menunggu sholeh untuk berdakwah, kita
takan pernah tau kapan kita akan jadi orang sholeh, karena dakwah terbaik itu
adalah dakwah yang disampaikan sekaligus, maksudnya sama-sama belajar, ketika
kita menyampaikan sesuatu hendaknya kitapun melakukan hal yang sama.
Mengajak orang untuk sholat, maka
kitapun harus sholat, mengajak orang untuk tidak pacaran, maka kitapun tidak
pacaran... dan begitulah seterusnya, setiap muslim harus saling mengingatkan
ketika saudaranya salah dan khilaf. Dakwah itu adalah pekerjaan mulia yang akan
memuliakan siapa saja yang memperjuangkannya.
Akhir kata... saya berdoa semoga
Allah memudahkan saya dalam berdakwah, semoga Allah menitipkan Ilmu yang banyak agar dapat saya sampaikan
kepada banyak orang, dan semoga Allah memberikan kekuatan kepada saya untuk
Istiqomah dijalan ini. Saya tidak ingin menjadi lilin yang suatu saat akan
padam karena habis untuk menerangi, saya ingin menjadi Matahari yang sinarnya
kuat dan mampu menerangi semesta, dan takan pernah padam, Kecuali Allah menghendakinya
untuk padam (Mati).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar