Rabu, 13 Februari 2013

Perempuan Di Sarang Penyamun


Jika engkau merasa bahwa segala yang disekitarmu gelap dan pekat, tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka? Berhentilah mengeluhkan kegelapan itu, sebab sinarmulah yang sedang meraka nantikan, maka berkilaulah!
Ustd. Salim A Fillah
 
Beberapa kali aku merasa bosan dengan hidupku, rutinitas pekerjaan yang padat kadang membuatku harus lebih banyak berhadapan dengan laptop untuk mengerjakan sederet pekerjaan yang dikejar deadline..., aku bahkan tak sempat membaca buku atau sedikit menulis diblog yang minimal selalu aku posting satu tulisan setiap bulannya. Namun dari sekian kepadatan itu aku selalu mengagendakan satu malam untuk Ta’lim dimesjid.

Dan... ditengah rasa lelah, aku tak sempat untuk mengsms  orang perorang untuk ta’lim, termasuk adik-adik akhwat. Aku fikir mereka sudah mandiri, sudah bisa datang sendiri kemesjid tanpa disamper (tanpa disusul kerumahnya).  Dan nyatanya... malam itu tak ada satu pun akhwat disana selain aku -_-.  Anak-anak ikhwan yang jumlahnya 7 sampai 8 orang itu sudah ada dimesjid, hingga akhirnya, aku yang dituakan, karena memang aku yang paling senior disana, yang mengisi ta’lim malam itu -_-. Perempuan disarang penyamun -_-, mereka adik-adik yang usianya belia yah rata-rata mereka masih  SMP dan SMA, syukurlah mereka baik-baik dan lucu-lucu jadi mereka tidak mungkin menjadi penyamun -_-

Melingkar dengan beberapa pemuda... haduuuh... sebenarnya ini sesuatu yang kurang ahsan, mengingat saya adalah seorang perempuan. Dan memang mesjid saya minim akan teladan seorang ikhwan... sepertinya sudah Lost Generation, sejak beberapa akang yang senior menikah dan hijrah ketempat yang lain. Sebenarnya menikah bukan alasan meninggalkan medan dakwah, tapi mungkin itulah ujiannya. Hanya sedikit yang Istiqomah melanjutkan dakwahnya setelah menikah.

Balik lagi dalam lingkaran......, perlu ditekankan disini saya bukan seorang Ustadzah, apalagi Murabbi -_- Ilmu saya terbatas, tapi dengan Izin Allah dengan segala keterbatasan itu Allah memberikan saya kemudahan dalam meyampaikan ilmu yang saya dapat kepada adik-adik.  Mungkin inilah yang Rasullulah katakan dalam sebuah hadist
“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, ia akan diberi pemahaman tentang agama”   (HR Muttafaq’alaih)

Mungkin Allah menghendaki kebaikan pada saya, itulah prasangka baik ketika saya diminta ngisi Ta’lim dimesjid, beberapa kali mengisi mentoring, itu juga yang membuat saya bersyukur, namun ya seperti halnya air laut yang ada pasang surutnya... Adik-adik mentoringpun sama ada pasang surutnya, namun sekarang lebih banyak surutnya daripada pasangnya -_-
Saya sendiri juga tidak paham, pernah suatu waktu seorang teman baru yang dikenalkan oleh salah satu teman saya di dunia maya meminta saya untuk main kekampusnya, mengisi mentoring karena akhwat-akhwat dikampusnya itu butuh pembinaan

Saya??? Iya saya... orang itu ngobrolnya sama saya -_-, dalam hati saya bicara (sepertinya akang salah alamat atau salah orang). Saya sendiri jadi bingung entah harus bersyukur atau beristigfhar ketika beberapa orang mepercayakan amanah dakwah kepada saya.... padahal menurut saya masih banyak akhwat lain yang ilmunya lebih banyak, akhlaknya lebih cantik, dan ibadahnya lebih baik daripada saya, mereka lebih layak untuk mendapat amanah itu...

Malu juga sebenarnya, saya  tau kewajiban kita adalah berdakwah, menyeru, mengajak orang lain untuk taat kepada Allah, dan itu bukan kewajiban yang diberikan hanya kepada Nabi dan Rasul..., kita umat Islam tetap harus menlanjutkan tugas mulia ini..., Jangan menunggu sholeh untuk berdakwah, kita takan pernah tau kapan kita akan jadi orang sholeh, karena dakwah terbaik itu adalah dakwah yang disampaikan sekaligus, maksudnya sama-sama belajar, ketika kita menyampaikan sesuatu hendaknya kitapun melakukan hal yang sama. 

Mengajak orang untuk sholat, maka kitapun harus sholat, mengajak orang untuk tidak pacaran, maka kitapun tidak pacaran... dan begitulah seterusnya, setiap muslim harus saling mengingatkan ketika saudaranya salah dan khilaf. Dakwah itu adalah pekerjaan mulia yang akan memuliakan siapa saja yang memperjuangkannya.

Akhir kata... saya berdoa semoga Allah memudahkan saya dalam berdakwah, semoga Allah menitipkan  Ilmu yang banyak agar dapat saya sampaikan kepada banyak orang, dan semoga Allah memberikan kekuatan kepada saya untuk Istiqomah dijalan ini. Saya tidak ingin menjadi lilin yang suatu saat akan padam karena habis untuk menerangi, saya ingin menjadi Matahari yang sinarnya kuat dan mampu menerangi semesta, dan takan pernah padam, Kecuali Allah menghendakinya untuk padam (Mati).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar