Senin, 31 Desember 2012

Dan bunga itu tak lagi mekar....

Dari Usamah Bin Zaid –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Rasulullah –shalallahu 'alaihi wasallam- bersabda:
«قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينُ، وَإِذَا أَصْحَابُ الْجَدِّ مَحْبُوسُونَ إِلاَّ أَصْحَابَ النَّارِ فَقَدْ أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ وَقُمْتُ عَلَى بَابِ النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ». رواه مسلم (رقم:7113).
"Aku berdiri di depan pintu syurga, lalu (kulihat) kebanyakkan orang yang masuk kedalamnya adalah orang orang miskin, dan orang orang yang kaya di tahan kecuali penghuni neraka mereka di suruh untuk masuk keneraka, dan aku berdiri di depan pintu neraka maka (kulihat) kebanyakkan yang masuk kedalamnya adalah wanita". (H. R Muslim, no. 7113).    
mam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di atas seraya berkata:
(قال علماؤنا: إنما كان النساء أقل ساكني الجنة لما يغلب عليهن من الهوى و الميل إلى عاجل زينة الدنيا لنقصان عقولهن أن تنقدن بصائرها إلى الأخرى فيضعفن عن عمل الآخرة والتأهب لها ولميلهن إلى الدنيا والتزين بها و لها ثم مع ذلك هن أقوى أسباب الدنيا التي تصرف الرجال عن الأخرى لما لهم فيهن من الهوى والميل لهن فأكثرهن معرضات عن الآخرة بأنفسهن صارفات عنها لغيرهن سريعات الانخداع لداعيهن من المعرضين عن الدين عسيرات الاستجابة لمن يدعوهن إلى الأخرى و أعمالها من المقتين). التذكرة
Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)

Beberapa hari yang lalu ketika kami hendak mengadakan Ta'lim di mesjid, aku dan beberapa adik-adikku mulai mendata siapa saja anak-anak Remaja yang ada di Gang kami masing-masing. Kebetulan di satu blok rumahku terdiri dari 5 Gang besar, maka satu persatu adik2ku menyebutkan nama teman-temannya yang ada di gang tresebut.

Hingga di salah satu gang, aku menyebutkan beberapa nama anak perempuan..., yah mereka usinya mungkin 15-17 thn, dulu sekali waktu SD mereka semua mengaji di Madrasah. Dan aku sempat mengajar mereka semua, jadi aku masih hafal beberapa nama anak perempuan. Namun ketika aku sebutkan salah satu nama... tiba-tiba saja salah satu adik ku yang dimesjid berkata
"Teh... dia mah gak bisa ikut... kan bukan remaja lagi..."

"Loh... bukannya dia teh kelas 3 SMA sekarang yah?"

"Iya teh... tapi udah nikah sekarang mah, udah hamil teteeeeeh...."

"Hamil? ... Kapan nikahnya??? kok teteh gak tau??? (aku bingung)"

"yaaah pokoknya gitulah teh, da nikahnya juga gak undang-undang"

Entah bagaimana,,,, tiba-tiba saja aku mendadak terdiam... anak cantik yang periang itu, yang rajin mengaji waktu SD... tiba-tiba saja sudah menikah..., aku sedih bukan karena dia menikah lebih dulu dari aku, aku sedih bukan karena dia hamil lebih dulu daripada aku.... Aku sedih... mengapa adikku yang dulu aku ajari mengaji di mesjid, harus hamil lebih dahulu sebelum menikah. Separah inikah pergaulan remaja saat ini, hingga tak ada lagi rasa malu ketika melakukan dosa???
Astagfirullahladzim... aku harus bersyukur kepada Allah SWT, aku mendapat hidayah dimesjid ini, hingga aku tau bagaimana menjadi seorang wanita muslimah yang harus menjaga kehormatan dirinya. bersyukur aku menggunakan jilbab dengan baik, hingga kaos kaki tah pernah lepas dari kakiku, hingga jilbab/kerudungku tidak pernah aku lepas sejak pertama kali aku memakainya SMA kelas 1
Aku takut pada hadist Rasullulah diatas..., Ya Allah lindungilah aku, keluargaku, keturunanku, sahabat-sahabatku, dan adik-adikku yang lain.... Istiqomah kami dalam ketaatan padamu
Penuhilah hati kami dengan rasa takut padaMu, hiasi diri kami dengan rasa malu padaMu, kuatkan kami dalam menjaga kehormatan diri kami...
Maafkan kesalahan adikku Ya Allah..., jadikan ia wanita sholehah..., jadikan ia Ibu yang baik untuk anak-anaknya...
aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar