Kamis, 18 Oktober 2012

Tetehku....

Pagi itu matahari pagi sudah menyapa... jam 09.00
Aku janji bertemu dengan teteh Murabbiku yang baru, yah entah sudah berapa kali ganti Murrabi... 6,7,8... entahlah aku lupa... Semenjak SMA dan akhirnya Kuliah, hingga Bekerja, aku sudah berkali-kali ganti guru ngaji. Semuanya spesial, dan semuanya karismatik, sosok akhwat yang dicemburui oleh para bidadari Surga.




Sebelum mengenal teteh yang ini, aku ngaji bersama teteh yang lain, sebuat saja dia teh Asma... aku sempat kaget, ketika pertama kali bertemu, teh Asma menggendong anaknya yang masih berumur 2/3 tahunan... Hanun namanya, dan seperti halnya anak balita... tak jarang ketika kami tengah membaca Al-Quran atau teteh menyampaikan materi Hanun rewel dan menangis.... Aku yang memang belum bersuami dan belum menjadi Ibu menjadi malu, "Apakah jika aku nanti punya anak, aku masih punya waktu, tenaga, dan kesempatan untuk memberikan ilmu pada orang lain?"
tapi teh Asma tidak  merasa Hanun menyusahkannya, kewajiban menyampaikan ilmu tentunya menjadi prioritas pertama baginya, itulah bukti ketaatannya pada Allah.

Dan sekarang bersama Teh Eli
Kebetulan aku membawa motor minggu itu, ketika smsnya telah kuterima, disebrang jalan tempatku berhenti... ada seorang wanita muda dengan jilbab panjang, tengah menggendong bayi..., mesjid tempat kami melakukan pengajian hari itu memang cukup jauh, ah ribet juga kalo teteh harus naik ojeg, sementara suaminya tidak bisa mengantarkannya, akhirnya aku yang membonceng teteh, pelan-pelan, dan hati-hati, tentu saja... karena aku harus membawa nyawa 2 orang manusia dibelakangku.

Lama aku termenung dimotor... "jika sudah menikah dan punya anak nanti aku ingin seperti teteh"
dan ketika pengajian akhirnya dimulai... putra teteh yang masih bayi itu tak henti-hentinya memandangiku...
matanya bening... benar-benar suci tanpa dosa... "semakin malu aku dibuatnya" namanya Saffiq.

Dan tahukah kamu, jika setiap manusia yang punya keturunan dan meminta keturanan berdoa pada Allah, apa yang mereka minta???

"Ya Allah jadikanlah anak kami, anak yang sholeh"

maka...berusahalah mendidik dan membesarkannya dalam lingkungan yang sholeh pula, murabbi aku sebelum Teh Asma juga melakukannya, meski perutnya sudah besar, sudah susah berjalan karena berat, dan sudah memasuki usia kandungan 8 bulan, beliau masih sempat mengajari aku dan teman-temanku, beliau masih sempat mendengarkan Murojaahku...

Maka jika aku menginginkan keturunan yang Sholeh seperti Ismail AS, aku akan mulai semuanya dengan baik, aku yang baik, calon suami yang baik, proses taaruf yang baik, proses nikah yang baik, dan rumah tangga yang baik. Insya Allah

Bandung 18 September
Menunggu Dzuhur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar