Sore ini... ya sore ini... pergi diantar ayah ketempat kerja menyusuri sepanjang jalan Soekarno Hatta, Bandung.
Entah kenapa hari ini perasaan saya dipenuhi energi negatif, sejak pagi
hingga berangkat ketempat kerja sore ini. Memang manusia tak pernah
luput dari yang namanya masalah, dan sepertinya saya sedang bermasalah,
masalah dengan orang lain??? bukan, tepatnya masalah dengan diri saya
sendiri, saya sedang menata hati, oh tidak tepatnya merekonstruksi hati
saya. Ah, sudahlah...
Mungkin setelah membaca buku Taste Buds milik Mas Aji dan Mbak Kinsi,....
tiba-tiba saja saya merasa menjadi "Aisha"
mungkin tidak sedramatis cerita dibuku itu, tapi.... posisi saya dan Aisha tidak jauh berbeda.
Alasannya sederhana... saya yang sangat... sangat... ingin Kurban... tapi tidak bisa berkurban, sementara ketiga kakak saya semuanya berkurban...
Malu sebenarnya, karena jika ditanya alasanya kenapa tidak kurban?
"Saya tidak punya uang"
Iyaaah, saya tidak punya tabungan apapun selain tabungan haji,...
Maka sepanjang jalan yang banyak saya liat, pemandangannya sama
Kambing, Domba, dan Sapi.... berjejer nunggu dibeli sama yang mau berkurban -_________-
Air mata sayapun menetes, ketika lampu merah ada motor disebelah motor saya, ada domba yang diangkut motor oleh dua orang bapak-bapak.
Ibadah Kurban yang sebenarnya sangat dianjurkan kepada mereka yang memiliki harta berlapang, tapi tetap saja sedih, ketika banyak orang disekitar saya yang berkurban, tapi saya tidak.
Sudahlah... saya tau Allah melihat saya, dan saya juga tau malaikat mau menuliskan niat saya, karena kalau Allah titipi rizky lebih pada saya saat ini, Insya Allah saya akan berkurban. aamiin.
Kembali kejalan raya...
Sore ini sepertinya Allah ingin menghibur saya, supaya saya lebih bersyukur dengan Rizky yang saya miliki saat ini.
Pemandangan pertama saya,
Saya melihat seorang gadis remaja yang menggunakan pakaian khas daerah Jawa Timur, dengan make up serba tebal, menari nari dan melenggak lenggok, dengan irama musik gamelan jawa yang dibawa oleh Ibunya lewat radio tua. Ah... sepanas itu... gadis itu tak peduli lagi dengan rasa malu, malunya mungkin hilang ditukar dengan recehan dan beberapa lembar uang untuk bisa membeli beras...
maafkan aku Ya Allah
Pemandangan kedua,
Saya melihat seorang pemuda yang berjalan mengesot mengulurkan wadah, dan meminta uang recehan dari setiap pengendara, pemuda yang malang, yang kakinya tak utuh, dan tidak bisa berdiri, harus menahan panasnya jalanan beraspal yang kasar untuk menyambung hidup...
maafkan aku Ya Allah
Pemandangan ketiga,
Saya melihat seorang kakek tua dipinggir jalan sebelah kiri, kakek tua yang lusuh nan kotor, entah dalam kondisi kejiwaan yang baik atau tidak, tapi pakainnya tak utuh sobekan sana-sini, dengan tumpukan sampah disekitarnya, sepertinya sama, sang kakek tua itu mencari-cari makanan diantara tumpukan sampah yang kotor dan bau itu, kakek tua yang malang... seharusnya kakek beristirahat di rumah, meminum secangkir kopi, membaca koran, atau bermain bersama cucu-cucu kakek ditaman...
maafkan aku Ya Allah
Pemandangan keempat,
Saya melihat seorang bapak yang mengais anaknya dan meminta-minta disamping stopan lampu merah, dan taukah kamu bagaimana kondisi anak itu??? anak yang mungkin terkena polio, karena kedua kakinya kurus kering, tinggal tulang membalut daging yang tak terlihat, lumpuh, dan tidak bisa berdiri...
bagaimana bisa berobat, jika untuk makan saja susah???
maafkan aku Ya Allah
Air mataku jatuh bersama angin yang berhembus....
Kabulkan doa siapapun yang meminta padaMu Ya Rabb...
jadikan aku hamba yang pandai bersyukur kepadaMu
Semoga esok...
kambing, domba, dan sapi yang dijaga semalaman oleh sang penjual
bisa laku dan terjual habis.
aamiin
Bandung, 24 0ktober 2012
Menunggu Wukuf waktu Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar