Kamis, 18 Oktober 2012

Aku Ingin Naik Haji...

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata ( diantara ) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya ( Baitullah itu ) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah maha kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) dari semesta alam" ( QS. Ali Imran : 97 )



Entah kesadaran ini datang dari mana.... , tapi aku sadar... bahwa aku begitu terlambat, karena niatku untuk menunaikan Ibadah Haji baru ada tahun 2011 saat aku berumur 24 tahun....

Sering kali aku memberi materi ini di mesjid pada saat anak-anak belajar Akidah di Madrasah, pun untuk soal-soal ujian mereka yang aku buat sendiri.

Sebutkan Rukun Islam bagi setiap muslim :
1. Syahadat
2. Sholat
3. Shaum
4. Zakat
5. Haji  bagi yang mampu

Haji bagi yang mampu?.... kenapa harus ada kata-kata itu dibelakangnya?
Karena Ibadah Haji itu mahal? dan hanya orang-orang kaya saja yang bisa naik haji?
50 juta sampai 60 jutaan...

Setiap melihat Ka'bah saat ini air mataku pasti jatuh...., siapakah yang tak ingin menyempurnakan KeIslamannya, meski hanya satu kali.....

Yang dengannya semua dosa terhapus...

Yang dnegannya surga diraih....

Aku tak ingin menunggu tua untuk memenuhi panggilanMu.... undang aku ke BaitullahMu  Ya Rabb...

Maka ... jika ada sahabat, murid, atau keluargaku yang umroh... aku pasti menitip doa padanya...
Umroh memang lebih murah biayanya daripada Haji. Tapi tekadku sudah bulat, Umur 30th aku harus tunaikan kewajiban ini.... maka dari tahun 2011 hingga saat ini... aku masih menyisihkan penghasilannku untuk tabungan haji....

Entah jatah umurku akan berhenti dimana,.... yang pasti jika malaikat maut keburu datang menjemput, dan aku belum sempat menunaikan ibadah haji, semoga tabungan ini menjadi catatan amal sholeh, bahwa aku bersungguh-sungguh untuk memenuhi seruanMu... berharap ketika aku mati lebih dahulu.... tabunganku bisa dilanjutkan untuk Ibu atau Bapak...

Aaaaah.... jika Rizkyku melimpah.... ingin rasanya membawa Ibu dan Bapak ke BaitullahMu...
Lapangkan Rizkyku Ya Rabb....

aamiin

Allah Ta’ala berfirman:
وَأَتِمُّواْ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّهِ
“Dan sempurnakanlah haji dan umrah untuk Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang amalan yang paling utama maka beliau bersabda:
إِيْمانٌ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ، قِيْلَ: ثُمَّ ماذا؟ قالَ: جِهادٌ فِي سَبِيْلِ اللهِ، قِيْلَ: ثُمَّ ماذا؟ قالَ: حَجٌّ مَبْرُوْرٌ
“Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ditanyakan kepada beliau, “Kemudian amalan apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Kemudian beliau ditanya lagi, “Haji yang mabrur.” (HR. Al-Bukhari no. 1519)

Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata, “Wahai Rasulullah, kami memandang jihad itu adalah amalan yang paling utama. Kalau begitu kenapa kami (wanita) tidak berjihad?” Maka beliau menjawab:
لاَ وَلَكِنْ أَفْضَلُ الْجِهادِ حَجٌّ مَبْرُوْرٍ
“Tidak, akan tetapi jihad yang terutama (bagi kalian) adalah haji yang mabrur.” (HR. Al-Bukhari no. 1520)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفَثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Barangsiapa yang berhaji lalu tidak berbuat kekejian dan kefasikan maka dia akan terlepas dari dosa-dosanya seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Al-Bukhari no. 1521 dan Muslim no. 1350)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اَلْعُمْرَةُ إِلَى العمرةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُما، وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Antara satu umrah ke umrah lainnya adalah penggugur dosa di antara keduanya. Sementara haji yang mabrur tidak mempunyai balasan kecuali surga.” (HR. Al-Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
تابِعُوْا بَيْنَ الْحَجِّ الْعُمْرَةَ فَإِنَّهُما يَنْفِيانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوْبَ كَما يَنْفِي الْكِيْرُ خُبُثَ الْحَدِيْدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ. وَلَيْسَ لِلْحَجِّ الْمَبْرُوْرِ ثَوابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. At-Tirmizi no. 810, An-Nasai no. 2630, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah no. 2524)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar