Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah.
Sekuat tenaga aku tahan amarahku, tak mengucapkan sepatah kata pun, saat orang lain memperlakukan aku dengan tidak baik, ketika seseorang yang entah tak ku ketahui alasannya tiba-tiba saja mengucapkan kata-kata yang menyudutkanku... Atau saat berkali-kali aku ingatkan seseorang, ia terus menerus mengulangi kesalahannya...
Baikkah ketika aku ungkapkan amarah dan emosiku dalam bentuk kata-kata?
Aku seorang muslim, tak pantas rasanya aku berteriak, mengumpat, mencaci, atau mengeluarkan kata-kata kasar dari mulutku
Baikkah ketika aku melemparkan sesuatu, membanting meja, atau menghancurkan barang-barang yang paling terdekat dari jangkauanku?
Aku seorang muslim, tak pantas rasanya aku berbuat seperti itu, merusak sesuatu, meski itu milikku, bukankah harta benda yang aku miliki adalah titipan Allah.
Baikkah ketika aku mendoakan keburukan bagi orang, atau bahkan menyumpahi sesuatu yang buruk pada orang yang telah menyakiti perasaanu?
Aku seorang muslim, tak pantas rasanya aku berbuat seperti itu, bukankah aku diperintahkan untuk memaafkan kesalahan orang lain, dan berdoa yang baik untuk orang lain.
Diam... dan menahan amarah, itu lebih baik bagiku, meskipun terkadang aku suka melakukan hal-hal bodoh saat aku ingin marah. Pertama, aku akan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, 60-80km/jam, aku tau itu salah, selain membahayakan diriku sendiri, itu juga pasti akan membawa keburukan bagi orang lain itu bisa membahayakan orang lain. Kedua menambahkan sebanyak mungkin sambal kedalam makananku, itu sama artinya aku mendzalimi tubuhku, maagku yang sering bermasalah, tentunya akan tambah parah.
Dan ketika berfikirberulang ulang, aku berusaha untuk tidak melakukan hal bodoh itu lagi, menghindari marah dengan mendzalimi diri sendiri, itu sama saja perbuatan buruk.
Akhirnya berdoa, agar Allah menjaga lisan ini untuk tidak marah, menjaga tubuh ini untuk tidak menunjukkan kemarahan pada orang lain.
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu berbicara yang benar ketika marah dan ridha.” (HR. Nasa’i)
Dan ingatlah apa yang Allah janjikan bagi orang-orang yang mampu menahan amarahnya
Dari Anas Al Juba’i, bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mampu menahan marahnya padahal dia mampu menyalurkannya, maka Allah menyeru pada hari kiamat dari atas khalayak makhluk sampai disuruh memilih bidadari mana yang mereka mau.” (HR. Ahmad).
Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah bersabda, “Tidaklah hamba meneguk tegukan yang lebih utama di sisi Allah, dari meneguk kemarahan karena mengharap wajah Allah Swt.” (HR. Ahmad).
Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang hamba menahan kemarahan karena Allah Swt kecuali Allah Swt akan memenuhi baginya keamanan dan keimanan.” (HR. Abu Dawud).
Bumi Allah, 5 Juli 2012
Jauhkan sifat pemarah dari hatiku Ya Rabb...
Asalamu alaikum, come and see "how are you?"
BalasHapusWa'alaikumsalam warahmatulahiwabarakatu
BalasHapusfinished... read "How are you?"
nice story, so deep thinking about the story.
You read my blog??? understand with my language???