Kamis, 19 Juli 2012

Foto Box

De... itu ada telepon :

"Hallo, kamu kenapa gak masuk sekolah??? sakit ??? diujung telepon seorang teman saya berbicara

"Iya, aku sakit, gapapa kok besok juga bakal masuk"

"Maafin aku yah, cepet sembuh yaaaah?"

"Iya, makasih"

------------------------------------------------- # -------------------------------------------------

Sekitar 8 tahun yang lalu... saat aku masih menggunakan seragam putih abu. Hingga sekarang, aku masih ingat, apa yang menyebabkan aku menangis sesenggukan dikelas, dan tidak masuk sekolah 2 hari setelah kejadian tersebut. Jujur, rasanya tidak enak, dan aku sangat malas harus melihat lagi teman-teman perempuanku yang marah-marah gak jelas gara-gara aku gak mau Foto box untuk buku kenangan. 

Tahun terakhir di SMA adalah tahun-tahun yang berat mungkin untukku, entahlah sepertinya aku ditakdirkan tidak masuk kelas IPA. Ya, faktanya aku harus masuk ke kelas IPS 1, kelas yang paling dekat dengan Ruang BK, dan Kelas yang anak-anaknya paling sering ribut dan bermasalah hingga harus berkali kali dipanggil ke Ruang BK.

Seperti biasa, ditahun terakhir setiap kelas harus membuat Album Kenangan, setiap kelas biasanya memiliki konsep berbeda-beda, aku satu-satunya anak DKM yang berada di Kelas IPS 1, sisanya ada dikelas IPS 2, dan paling banyak secara mayoritas semuan anak DKM masuk ke kelas IPA.

Singkat cerita, diputuskan album kenangan menggunakan konsep Foto Box, dan semua diatur oleh nona sekretaris yang cantik dan modis, maklum dikelasku anak yang memakai jilbab ada 4, yang satu atlet karate yang banyak dispensasi, yang satu nona rieweuh yang teriakannya selalu terdengar hingga penjuru sarang semut dikelasku, satu lagi, sang Ratu Judi wkwkkwkwkw, hanya julukan tapi ia satu-satunya perempuan yang memakai jilbab dan selalu menang ketika main kartu dikelas bersama anak-anak lelaki.

Dan aku??? Aku satu-satunya perempuan yang menolak "ide itu" aku sampaikan aku hanya ingin foto box dengan perempuan saja, aku meminta maaf pada teman laki-laki yang kebagian berfoto denganku, dan setelah aku jelaskan alasannya, dia mau menerima. Namun.... dikelasku mayoritas perempuannya adalah, perempuan2 modis, cerewet, yang banyak maunya, dan muncullah perkataan-perkataan yang aneh2 tentangku.... dan salah satu yang tedengar ditelingaku.

"Masa foto sama cowo aja gak mau??? Klo gak mau deket-deket sama cowo, yaudah sekolah aja sekalian di Pesantren!!!" Kata-kata itu keluar seperti desiran peluru dari mulut seorang perempuan cantik yang roknya berada diatas lutut.

Dan serentetan kata-kata itu nyatanya tak mampu membendung air mataku...
Dan akhirnya hari itu aku menangis sejadi-jadinya dikelas, sedikit yang peduli, karena aku merasa benar-benar sendiri....

Hingga akhirnya aku tak masuk sekolah 2 hari, mungkin teman-temanku merasa perkataannya sudah berlebihan, dan salah satu dari mereka akhirnya meneleponku dan meminta maaf.

Aku tidak tau apa yang membuat hatiku sekeras batu, untuk satu prinsip yang aku yakini itu benar...
Dan aku sadar, hal ini bukan tak mungkin terjadi....
dan akhirnya setalah 8 tahun berlalu, aku kembali lagi menangis untuk sesuatu yang aku yakini....

Maafkan aku Ya Allah..., kalo aku terlihat lemah dihadapan hambaMu
Tapi untuk sesuatu yang sudah menjadi prinsipku
sudah menjadi keyakinanku
Sekuat mungkin akan terus aku jaga...

Semoga air matanya menjadi catatan amal Sholeh

Cimahi, 19 Juli 2012
Sambil menunggu Hilal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar