Minggu, 29 Juli 2012

Jalan dan Resiko Pekerjaan



"Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS Al-Jumu’ah : 8)


 Dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk membawa motor sendiri, tanpa dijemput oleh Ayah. Mungkin kalau dijalan raya biasa saya tidak begitu takut atau khawatir, tapi ketika harus melalui jalan Soekarno Hatta ke daerah MTC (Metro Trade Center), dengan 4 lajur jalan, dimana semua jalannya merupakan jalur cepat, dan saya harus pindah dari satu lajur ke lajur jalan lainnya.... maka... bismillahi tawakaltu.... Saya memasrahkan hidup saya pada Allah SWT.

Pekerjaan apapun ada resikonya, baik yang ringan maupun yang berat, profesi saya sebagai seorang guru, sepertinya bukan profesi yang berat dengan resiko perkerjaan yang berat. Saya tidak bekerja dilepas pantai, saya tidak bekerja untuk membersihkan kaca di kantai 500, saya tidak bekerja dipabrik dengan mesin-mesin berat yang berbahaya, saya juga tidak bekerja di sebuah laboratorium yang harus mencium berbagai zat-zat kimia berbahaya untuk tubuh.

Pekerjaan saya sangat sederhana, mengajar dikelas atau dirumah itu saja.

Menjelaskan definisi Rizky... mungkin setiap orang akan sama, rizky itu adalah karunia yang Allah berikan kepada seluruh hambaNya, dan konsep Rizky menurut saya, Rizky itu adalah segala sesuatu yang datang dari Allah, yang meski dijemput dan diusahakan. Dan jika setiap sholat saya meminta dilapangkan rizkynya oleh Allah, maka benar kah saya, jika ada tawaran pekerjaan yang datang pada saya, dan saya mampu mengerjakannya lantas saya menolaknya???

Itulah yang terjadi pada saya belakangan ini...., saya ingin bekerja dengan sungguh-sungguh, dan benarlah Allah melimpahkan rizkynya pada saya dengan cara yang sederhana. Inilah cara Allah memberikan rizkynya pada saya.

Beberapa bulan lalu... saya kebagian mengajar Intensif untuk SNMPTN, saya ngajar 4 sesi, dimana setiap sesinya itu berlangsung selama 2 jam. Jadi dalam satu hari itu saya mengajar dari jam 8 sampai jam 5 sore. Dan kebetulan abis magrib, saya ada les privat murid saya yang SMP dari jam 18.30 sampai jam 8, namun tiba-tiba saja murid privat saya yang lain juga memiliki tugas yang harus selesai hari itu juga, karena besoknya harus masuk semua nilainya, maka dari jam 8 saya menemani murid saya yang SMA hingga jam 11 malam, praktis saya sampai kerumah jam 12 malam, sayangnya saya bukan Cinderella ._. saya tidak berubah jadi apa-apa karena wajah saya malam itu sudah benar-benar ngantuk, untunglah Ayah saya yang baik hati mau menuggu puterinya bekerja hingga selarut itu, saya  hanya bisa bersyukur Allah berikan rizky pada saya saat sebagian orang sudah terlelap.

Dan di bulan Ramadhan ini,  minggu pertama Ramadhan, ada tawaran pekerjaan untuk saya selama enam hari , pagi hari hingga siang hari, alhamdullilah tidak bentrok dengan pekerjaan utama saya untuk mengajar. namun teryata jam kerja saya dimajukan karena bulan ramadhan, praktis jam mengajar saya dimajukan 2 jam lebih awal dari jam biasanya yang dimulai pukul stg3 sore jadi jam stg 1. Sementara tawaran pekerjaan dipagi hari ini mengharuskan saya tetap berada disana hingga pukul 12.00 siang. Yah, saya hanya punya waktu 30 menit untuk sampai ketempat saya mengajar (resiko pekerjaan)

Tak ada toleransi, karena keadaanya sulit, dan saya tidak bisa mencari penganti begitu saja. 3 hari pertama tidak ada masalah, namun masalah  terjadi di hari ke4 dan ke5. Dihari keempat jarak tempuhnya tidak terlalu jauh, pajajaran-cimahi bisa saya lewati dalam waktu 25 menit itu terjadi pada hari kamis. dan esoknya pada hari jumat, saya harus pulang jam 12.00 ke MTC (soekarno-hatta) dari jalan pajajaran dalam waktu 30 menit. Tak ada pilihan... , ayah saya tidak mungkin bisa mengantar, karena beliau harus melaksanakan sholat jum'at. Maka dengan membaca basmallah, saya pergi dengan kecepatan diatas rata-rata.

Saya tau ini berbahaya, tapi saya yang berusaha selalu tepat waktu, tak punya pilhan lain, alhamdullilah jalanan pada saat itu tidak terlalu padat, secara sadar saya mengendarai motor saya sangat cepat, 60-80 km/jam. Hingga masuk ke jalan dekat MTC saya harus pindah lajur dari kiri kekanan, dimana motor dan mobil dalam kecepatan tinggi.... Alhamdullilah bisa terlewati...., dan saya sampai dikantor pukul 12.25 menit. 

Dan dihari terakhir, saya bisa pulang lebih cepat hingga untuk sampai ke kantor saya tidak perlu ngebut lagi, saya sadar apa yang saya lakukan itu salah, saya tidak pernah mengendarai motor dengan kecepatan setinggi itu, tapi mungkin ini adalah resiko pekerjaan yang saya ambil, walaupun uangnya tidak besar, saya percaya itu adalah Rizky dari Allah, yang tidak mugkin saya tolak. Hari sabtu kamarin, pulang dari kantor sekitar pukul 19.00 malam,  karena ada buka bersama yang diadakan bersama murid-murid.

Saya mengendarai motor saya dengan sangat hati-hati, walaupun jalur kendaraan cepat,  dan ketika di tengah perjalanan. saya melihat lagsung kecelakaan yang terjadi, 2 motor tabrakan, dan motornya hancur.., pengendara kendaraan itu mengalami luka-luka, walaupun tidak parah, tetap saja jantung saya berdetak lebih kencang. Saya takut...., meskipun kematian adalah sunatulah dan hal yang pasti terjadi pada setiap manusia. Namun saya selalu berdoa, agar mati dalam keadaan yang baik dan khusnul khatimah. 

Sepertinya perjalanan beberapa hari ini bisa menjadi hikmah untuk saya, meski saya tidak bisa menolak rizky yang Allah berikan, saya pun tidak boleh dzalim pada diri saya sendiri dan orang lain, semoga dicatat sebagai amal sholeh, semoga Allah selalu melindungi saya dalam setiap perjalanan saya menjemput RizkyNya... aamiin

Bumi Allah, 8 Ramadhan 1433 H

Dan



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar