“Suami yang shalih dan bertakwa memiliki standar yang tinggi untuk dicapai. Ia akan berupaya mendidik istrinya semaksimal yang ia bisa, agar istrinya maksimal dalam beradab dan menjadi wanita shalihah. Tapi disaat yang bersamaan dia tidak menuntut istrinya untuk menjadi sempurna” – Muhammad Nuzul Dzikri
Dalam sebuah kajian Ustad Nuzul Dzikri
ada salah seorang jamaah yang bertanya ? Bagaimana jika seorang akhwat
(perempuan) menikahi seoarang laki-laki biasa… dalam artian laki-laki yang
hanya menjalankan ibadah wajib saja, tanpa ilmu lebih, mengingat saat ini sulit
untuk mencari pasangan hidup, terlebih orang-orang disekitar akhwat ini
berkata, bahwa yang namanya manusia itu bisa berubah, mungkin saja nanti
setelah menikah laki-laki itu akan berubah jadi lebih baik dan mau belajar
Islam lebih banyak
Bagaimana jawaban Ustad Nuzul ?
Betul, yang namanya manusia bisa berubah, tapi ingat manusia bisa juga tidak berubah, bisa saja setelah menikah
laki-laki itu tetap sama, tidak bertambah ilmu agamanya, dan hanya sebatas
menjalankan ibadah wajib saja sebagai seorang muslim, yang perlu diperhatikan
adalah bagaimana tanggung jawab laki-laki tersebut, karena ketika ia menikahi
seorang perempuan ia harus bertanggung jawab untuk istri, anak, dan keluarganya
kelak, bukan hanya tanggung jawab didunia saja, tapi meyakinkan bahwa ia akan
menjaga istri dan anaknya selama didunia sampai kelak menjaga keluarganya dari
panasnya api neraka.
Jadi mungkin inilah yang jadi
pertimbangan besar bagi seorang permpuan untuk menikah, memang sekufu itu
penting, pernikahan itu bukan bengkel tempat kita memperbaiki diri, tapi
pernikahan itu adalah ikatan suci dimana seseorang terus bertaaruf, mengenal
dirinya lebih dalam juga mengenal pasangan hidunya lebih dalam, tempat dimana
dua orang yang ingin tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, tempat bagi dua
orang kelak melahirkan generasi-generasi yang lebih baik, bukan hanya fisiknya,
mentalnya, akhlaknya, tapi juga akidahnya, agar kelak diakhir hayat kita bisa
meninggal dengan keadaan yang husnul khatimah.
Saya tau dan saya berfikir tidak
mudah mengubah watak/karakter asli seseorang, tapi dengan menikah seharusnya
kita mulai belajar bagaimana mengikis segala keburukan-keburukan yang ada dalam
diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijak, lebih dewasa, semoga
kelak kamu mendapatkan pasangan hidup yang bisa selalu menjadi teman hidup kamu
sampai ke SurgaNya, aamiin…
Bandung, 9 Desember 2022

Tidak ada komentar:
Posting Komentar