Kamis, 08 Desember 2022

Suami

 


“Suami yang shalih dan bertakwa memiliki standar yang tinggi untuk dicapai. Ia akan berupaya mendidik istrinya semaksimal yang ia bisa, agar istrinya maksimal dalam beradab dan menjadi wanita shalihah. Tapi disaat yang bersamaan dia tidak menuntut istrinya untuk menjadi sempurna” – Muhammad Nuzul Dzikri

Dalam sebuah kajian Ustad Nuzul Dzikri ada salah seorang jamaah yang bertanya ? Bagaimana jika seorang akhwat (perempuan) menikahi seoarang laki-laki biasa… dalam artian laki-laki yang hanya menjalankan ibadah wajib saja, tanpa ilmu lebih, mengingat saat ini sulit untuk mencari pasangan hidup, terlebih orang-orang disekitar akhwat ini berkata, bahwa yang namanya manusia itu bisa berubah, mungkin saja nanti setelah menikah laki-laki itu akan berubah jadi lebih baik dan mau belajar Islam lebih banyak

Bagaimana jawaban Ustad Nuzul ? Betul, yang namanya manusia bisa berubah, tapi ingat manusia bisa  juga tidak berubah, bisa saja setelah menikah laki-laki itu tetap sama, tidak bertambah ilmu agamanya, dan hanya sebatas menjalankan ibadah wajib saja sebagai seorang muslim, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana tanggung jawab laki-laki tersebut, karena ketika ia menikahi seorang perempuan ia harus bertanggung jawab untuk istri, anak, dan keluarganya kelak, bukan hanya tanggung jawab didunia saja, tapi meyakinkan bahwa ia akan menjaga istri dan anaknya selama didunia sampai kelak menjaga keluarganya dari panasnya api neraka.

Jadi mungkin inilah yang jadi pertimbangan besar bagi seorang permpuan untuk menikah, memang sekufu itu penting, pernikahan itu bukan bengkel tempat kita memperbaiki diri, tapi pernikahan itu adalah ikatan suci dimana seseorang terus bertaaruf, mengenal dirinya lebih dalam juga mengenal pasangan hidunya lebih dalam, tempat dimana dua orang yang ingin tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, tempat bagi dua orang kelak melahirkan generasi-generasi yang lebih baik, bukan hanya fisiknya, mentalnya, akhlaknya, tapi juga akidahnya, agar kelak diakhir hayat kita bisa meninggal dengan keadaan yang husnul khatimah.

Saya tau dan saya berfikir tidak mudah mengubah watak/karakter asli seseorang, tapi dengan menikah seharusnya kita mulai belajar bagaimana mengikis segala keburukan-keburukan yang ada dalam diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijak, lebih dewasa, semoga kelak kamu mendapatkan pasangan hidup yang bisa selalu menjadi teman hidup kamu sampai ke SurgaNya, aamiin…

Bandung, 9 Desember 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar