It’s okay. Cry even if you don’t know exactly what you’re crying for. Sometimes we’re just too tired of many things. Of Being strong for too long. Of Wandering too far, of carrying things all by ourselves and not being able to come back home.
But also know, sometimes it’s just alright to be too tired because sometimes it means you did and kept doing the right things. It’s just it did not end as early as you expected it to, or too much more than you thought you could handle. But sooner or later you’ll see things get better. And all that will remain to you is pride. – Jerico Silvers
Ketika bertemu dengan teman
dekat yang memang susah untuk bertemu rasanya menjadi begitu mengharukan, teman
yang saya kenal sejak kelas 10 SMA, yang kalau dihitung kami berteman sudah
hampir 18 tahun lebih, sejak sma, kuliah, sampai bekerja, sejak masih single
sampai menikah dan punya anak, kebetulan kemarin saya menjenguk anak
pertamanya, iya, kami memang sama-sama menikah diumur yang tidak ideal untuk
seorang wanita, dan tentu teman saya ini pun melahirkan diusia 36 tahun yang
mungkin memang beresiko tinggi, hallo apakabar dengan saya nanti ? tapi
yasudahlah, saya bersyukur sahabat saya ini sehat, begitupula dengan bayi
laki-laki, yang begitu anteng ketika saya gendong.
Kami bercerita cukup lama,
dan tentu saja, saya juga banyak bercerita padanya, terutama tentang perjalanan
Umroh saya kemarin, iya saya ingin menenangkan hati saya, menjauh dari hiruk
pikuk dunia, menjauh dari suara-suara manusia yang hanya membahas dunia dan
dunia, disana saya tidak banyak keinginan dunia, entahlah walau ada banyak doa
yang saya panjatkan saat itu, tapi tentu kesedihan saya tidak berakhir disana,
sepulang umroh saya harus melanjutkan hidup saya dengan baik, berikhtiar dan
bertawakal sepenuhnya kepada Allah, hingga di satu titik sahabat saya itu
berkata pada saya
“Disadari apa tidak semua
yang sudah kamu lalui kemarin membuat kamu jadi pribadi yang lebih baik, value diri kamu meningkat, dan kamu jauh
lebih baik dari sebelumnya, iya kan?”
Saya termenung sekejap,
ingin rasanya menangis, tapi saat itu air mata saya tidak jatuh, iya Allah
sudah sangat baik terhadap saya, memberikan saya banyak pelajaran hidup yang
mungkin tidak akan saya dapatkan jika saya tidak di uji seberat kemarin.
Akhirnya sebelum saya pamit,
saya memeluk sahabat saya ini, hidupnya juga tidak jauh lebih baik dari saya,
walau saat ini ia punya suami dan seorang anak laki-laki, ia pun sama-sama
berjuang keras untuk hidupnya dan keluarganya, saya hanya bersyukur memiliki
sahabat yang selalu baik dan mensupport hidup saya, merekalah yang menjadi
support system saya, hingga saya bisa menjalani hidup dengan baik.
Bandung, 5 Desember 2022

Tidak ada komentar:
Posting Komentar