Senin, 31 Oktober 2022

Adab Kepada Guru




Ibnu Jama'ah rahimahullah berkata :

"Hendaklah seorang murid mengetahui bahwa rendah dirinya kepada seorang Guru adalah kemuliaan, dan tunduknya adalah kebanggaan" (Tadzkirah Sami' hal 88)

Sepulang umroh, alhamdullilah saya mendapatkan pelajaran hidup yang banyak, saya berharap banyak kebaikan Allah anugrahkan kepada saya baik itu akhlak saya, maupun kualitas ibadah saya, saya berharap keduanya akan menjadi lebih baik untuk saat ini dan selanjutnya. Tapi hidup tentu saja tidak akan semulus jalan tol, setiap hari ada saja masalah yang harus saya hadapi, hingga saya tidak menyadari bahwa mungkin ini salah satu cara Allah meningkatkan kualitas diri saya.

Kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu, singkat cerita terjadilah drama dikelas tempat saya mengajar, dikelas dimana saya menjadi wali kelasnya, drama yang dipicu kehadiran setan gepeng kata pak reky waktu dia masih mengajar disekolah, setan gepeng itu adalah handphone, setan berbentuk persegi yang sering kali jadi biang masalah disekolah, ada saja masalah yang timbul gara-gara setan gepeng ini, dan tentunya kejadian beberapa hari lalu yang menyisakan luka dihati saya, sebagai guru dan wali kelas dari anak-anak saya disekolah.

Yah... sakit hati karena murid yang sudah saya anggap seperti anak saya sendiri, tiba-tiba saja marah dan bermuka masam kepada saya, gara-gara saya mengambil handphone dari tasnya tanpa iizin, padahal sebelumnya saya sudah meminta nya dengan baik-baik, karena aturan disekolah tempat saya mengajar setiap wali kelas wajib mengumpulkan handphone selama kegiatan belajar, kecuali dibutuhkan atau memang ada kebutuhan yang mengharuskan setiap siswa menggunakan handphone.

Entahlah, entah saya yang sensitif atau terlalu terbawa perasaan, setelah kejadian itu kami sempat bersitegang, meskipun akhirnya saya kembalikan handphone anak itu kepadanya, tapi mengingat ucapan dia dengan nada yang tinggi dan tatapan wajahnya yang tidak bersahabat, secara tidak langsung telah menyakiti hati saya, air mata saya  jatuh tidak terbendung, ya mungkin orang akan mengira saya terlalu lebay atau berlebihan, tapi sebenarnya luka batin dalam diri saya belum benar-benar pulih, disakiti oleh orang yang sangat kita sayangi dan kita cintai rasanya akan berkali kali lipat sakitnya, ketimbang disakiti oleh orang lain yang kita tidak begitu kenal.

Saya tau anak itu anak baik, dan ditahun ketiga saya mengenalnya belum pernah saya melihat ia semarah dan sekesal itu pada saya, saya shock iya, dan sangat kecewa, kenapa murid yang sudah saya anggap seperti anak saya sendiri bisa berkata dan bersikap seperti itu kepada saya, dan saya menyadari betul mengapa dalam ayat Al Quran dan Hadist-hadist Rasullulah kita diperintahkan untuk merendahkan suara kita dihadapan orang tua, ya.. ternyata dibentak atau dimarahi oleh anak sendiri itu ternyata bisa menyisakan luka dihati orang tua, tapi sebagai orang tua saya berusaha memahami hal itu, saya tau anak itu tidak bermaksud melukai hati saya sebagai gurunya, dan orang tua disekolahnya.

Tapi alhamdullilah setelah saya bercerita kepada salah seorang psikolog disekolah, dan psikolog tersebut menjelaskan kondisi saya pada anak itu, akhirnya anak itupun meminta maaf kepada saya melalui whatsapp, entahlah… anak yang sudah kehilangan ibunya saat ia kelas 10 mudah-mudahan menyadari kesalahannya, dan keegoisannya menganggap dirinya tidak bersalah.

Jujur saya tidak ingin berkonflik dan punya masalah dengan siapapun, terlebih dengan orang-orang terdekat saya, yang mungkin hampir setiap hari harus saya temui, jujur tanpa dia minta maaf pun saya sudah memaafkan kesalahannya, saya hanya berharap suatu saat ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik, bagaimanapun juga Guru adalah orang tuanya di sekolah, yang sudah selayaknya dihormati dan disayangi seperti halnya orang tua sendiri. Semoga dia bisa menyadari ketulusan dan kasih sayang saya kepada dia dan teman-temannya disekolah.

Ini hanya satu kisah dari beberapa drama yang terjadi disekolah, setiap guru, setiap wali kelas memiliki masalahnya masing-masing, walau pun kami sepakat salah satu yang kurang dan harus diperbaiki dari anak-anak zaman sekarang adalah masalah Akhlak, bagaimana Adabnya terhadap Guru, karena jujur banyak murid-murid yang tidak menghormati gurunya dengan baik. Inilah yang menjadi PR kita semua, bukan hanya Guru, tapi juga tugas orang tua dirumah untuk sama-sama mendidik anak-anak agar dapat tumbuh menjadi manusia-manusia yang berakhlak mulia, aamiin.

Bandung, 31 Oktober 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar