“I want to talk about what happened without mentioning how much it hurt. There has to be a way. To care for the wounds without reopening them. To name the pain without inviting it back into me”
- - Kamal Effendi
Tidak mudah
untuk melupakan peristiwa buruk yang dialami kepada orang lain, dan memang
sebaiknya tidak perlu diceritakan jika tidak benar-benar terpaksa, bagi saya
yang sudah berlalu ya sudah berlalu, tidak untuk di ingat apalagi untuk
dikenang, tapi setiap kali seseorang bertanya tentang kehidupan pribadi saya,
rasa-rasanya saya harus mencari cara agar orang yang baru kenal dengan saya
tidak bertanya lebih jauh tentang kehidupan pribadi saya. Berusaha menutupi apa
yang sebaiknya orang tidak tahu, biarlah mereka menilai saya dengan apa yang
ada dalam diri saya sekarang, bukan berdasarkan pengamatan masa lalu, atau
mendengar gosip-gosip yang tidak jelas.
Alhamdullilah
saya dalam keadaan baik-baik sekarang, bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya
saat saya berada dalam tekanan batin, saya merasa bahagia bisa berkumpul lagi
bersama kedua orang tua saya, ikut mengurus ibu dengan segala keterbatasannya
sekarang, saya pun bisa bekerja dengan tenang, walau dunia kerja saya tidak
seindah yang dibayangkan, tempat kerja saya itu memaksa saya untuk menjadi
pribadi multitasking yang terbiasa dengan ketidakpastian, harus terbiasa dengan
perubahan yang serba mendadak seperti tahu bulat, terbiasa sibuk mengerjakan
pekerjaan bukan hanya disekolah, tapi juga dirumah tetap bekerja, alhamdullilah
sejauh ini saya sehat, bisa selesai semua, dan tidak sakit types.
Dan segala
kebaikan yang sudah Allah berikan pada saya selama ini, semoga menjadikan saya
hamba yang pandai bersyukur, terima kasih Ya Allah telah menemani saya
dimasa-masa sulit, terima kasih saya sudah bisa melewati segala kesedihan
dengan ketenangan dariMu.
Bandung, 31
Januari 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar