Hampir dua tahun pandemi Covid 19
ada di negera ini, sudah banyak sanak saudara kita yang meninggal karena virus
ini, meskipun sebagian yang lain pun meninggal bukan karena Corona, tetapi
meninggalnya seseorang yang pernah ada dan mengisi bagian dalam perjalanan
hidup kita, tetap bukanlah hal yang sederhana, kepergian orang-orang yang kita
sayangi entah itu keluarga ataupun sahabat tetap menyisakan kepedihan dihati.
Orang pertama yang meninggalkan
saya dan sahabat-sahabat perjuangan dimesjid adalah Irfan, dia adik dimesjid Al
Islam yang merupakan aktivis dakwah, yang beberapa kali terlibat kepanitiaan
bersama saya, anak yang sholeh dalam pandangan saya, karena sejak SMP ia aktif
di ROHIS bahkan hingga mahasiswa hingga lulus kuliah, tahun lalu ia sakit dan
positif Covid 19, mendengar berita kepergiannya saya benar-benar kaget, karena
usianya masih sangat muda, saya ingat ketika dia akan menikah tahun lalu dia
mengirim pesan di wa dan meminta nasehat pernikahan kepada saya, qadarullah
ketika ia meninggal, istrinya sedang mengandung usia 5 bulanan, mudah-mudahan
Irfan husnul khotimah dan tenang disisi Allah Swt, aamiin
Beberapa bulan lalu saat HP saya
rusak dan saya pergi ke BEC, diparkiran toko buku Gramedia saya melihat salah
seorang teman kuliah dan teman SMA saya, saya yang memanggil namanya duluan “Ipuuuuuy”
dia menoleh dan menyapa saya dengan nama yang lain, mungkin dia gak ngeh karena
saya menggunakan masker, kami hanya berbicang singkat mungkin hanya 5 menit,
dan diakhir saya hanya berpesan kepadanya “ sehat-sehat yaaaaah”, ternyata itu
adalah pertemuan pertama dan terakhir sejak kami lulus kuliah, Ipuy meninggal
dunia karena Covid 19, saya tau ipuy yang nama lengkpanya Purnama adalah orang
baik, bagaimanapun juga dia banyak menghibur saya dan teman-teman waktu kuliah,
semoga Ipuy tenang disisi Allah Swt, aamiin.
Seminggu lebih berselang dari
kabar wafatnya ipuy, grup “Geng Bu Haji” kembali ramai dengan pesan tetang
berpulangnya Yasna karena Covid 19 juga, Yasna adalah teman sma saya yang 2
tahun sekelas bareng dengan saya, kami lumayan dekat terutama saat kelas 12
SMA, dialah teman sebangku saya yang selalu menghibur saya kalau saya sedih,
dia yang memanggil saya “dede” seperti keluarga saya. Kami pernah beberapa kali
jalan bareng dan makan bareng, setahun kemarin saya sempat bertemu dengannya setelah
dia menikah, kami memang telat menikah, tapi saya bersyukur Yasna medapatkan
seorang suami yang baik yang menyayanginya dengan tulus dan penuh keikhlasan,
semoga Yasna tenang disisi Allah, Yasna orang baik, aku sayang naaaaaa...
Dan dibulan Agustus ini, saya dan
teman-teman dibimbel dulu, benat-benar kehilangan salah satu sahabat terbaik,
Ka Saeful ... saya mengenal ka eful cukup lama, dia adalah orang yang baik dan
sayang keluarga, beberapa kali bertemu dirumah orang untuk tujuan yang sama
(privat), saya tau beliau cukup rajin dan pekerja keras, dialah yang memberikan
lesan Khaira kepada saya, sejak 4 atau 5 tahun lalu sayapun kehilangan kontak
dengan ka epul, dan mendapat kabar wafatnya beliau justru dari ibu kantin yang
cukup dekat dengan tutor-tutor di bimbel. Ka epul tidak sakit sebelumnya, hanya
tiba-tiba pingsan tidak sadarkan diri dan tak lama meninggal dunia di pelukan
ibunya, itu kronologis yang disampakan ka Ifa yang ikut takziah kerumahnya di
majalengka. Ka epul usianya mungkin sama dengan saya, kalaupun beda mungkin
hanya beda satu tahun, tapi beliau adalah laki-laki yang baik dan bertanggung
jawab, beliau menikah 8 bulan lalu dan belum dikaruniai putra, sedih
membayangkan istrinya ka eful ditinggal untuk selama-lamanya padahal usia
pernikahannya baru berjalan beberapa bulan, semoga ka eful tenang disisi Allah,
saya saksi ka eful orang baik dan sholeh yang tidak pernah meninggalkan sholat
selama hidupnya.
Ya Allah ampunilah
sahabat-sahabat hamba, lapangkan kuburnya, mudahkan hisabnya, terimalah Iman
dan Islamnya, sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangiku selama hdupnya,
aamiin.
Bandung, 21 Agustus
2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar