“Bagi saya rizky itu adalah pemberian yang sudah Allah tetapkan kepada seluruh umatnya, tapi jika saya tidak bersungguh-sungguh dan berikhtiar semaksimal mungkin, saya merasa malu pada Allah”
Secara historis dalam keluarga
saya tidak ada yang tercatat bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Ayah
saya hanya lulusan SMA yang sempat bekerja disalah satu perusahaan BUMN milik
pemerintah dan mengajukan pensiun muda saat negara mengalami krisis moneter
tahun 1998, ibu? ibu yang lahir disalah satu desa di madiun hanya mengenyam
pendidikan sekolah dasar itu pun tidak tamat, beliau ikut hijrah ke Jakarta
bersama bude saya dan tidak melanjutkan sekolah disana, alhamdullilah ibu bisa
membaca dan berhitung. Dan setelah menikah dengan bapak, ibu hanya menjadi ibu
rumah tangga.
Suatu kesyukuran saya dan ketiga kakak saya bisa menyelesaiakn kuliah diperguruan tinggi negeri, dengan penuh
perjuangan, tapi setelah lulus hingga detik ini tidak ada satu pun yang bekerja
sebagai ASN, wkwkwkkw, dan alhamdullilah kami sekeluarga tidak kurang satu
apapun masih bisa hidup dengan layak tanpa kurang satu apapun, kakak pertama
bekerja di perusahaan swasta, kakak kedua setelah menikah menjadi ibu rumah
tangga dan tidak bekerja apa-apa, hanya mengajar ngaji anak-anak dan ibu-ibu
dikompleknya, kakka ketiga saya menjadi guru dan setelah menikah juga menjadi
ibu rumah tangga sesekali mengajar privat, hanya kaka ketiga yang pernah ikut
tes CPNS dulu sekali itu pun gagal, wkwkkwk, dan tentu ketiga kakak saya sudah
tidak ada kesempatan menjadi CPNS.
Akhirnya kita kembali ke cerita
saya, saya adalah anak terakhir yang masih punya kesempatan untuk ikut tes
CPNS, beberapa tahun kebelakang saya sempat ikut daftar untuk menjadi PNS,
sayang seribu sayang seleksi administrasi saya gagal, entahlah sepertinya zoonk
saja, entahlah saya merasa sudah mengirim berkas sesuai petunjuk, tapi mungkin
ada salah satu persyaratan yang tidak lengkap atau salah, yang akhirnya gagal
dan tidak lolos seleksi administrasi, agak nyesek memang, belom beperang sudah
kalah diawal, tapi yasudahlah memang belum rezeky saya. Dan ternyata tahun ini
adalagi pembukaan untuk CPNS dan PPPK Guru.
PPPK adalah guru kontrak yang
kedudukannya mungkin akan sama seperti PNS, tapi konon katanya diakhir tidak
akan mendapatkan tunjangan pensiun, itulah yang membuat saya tidak mengambil
PPPK, lalu dimana saya ambil formasi? Saya ambil di DI. Yogyakarta. Jauh?
Iya... Tapi disana ada satu formasi yang membutuhkan 4 orang, saya fikir
peluang diterimanya lebih besar dibanding formasi lain yang hanya membutuhkan
satu orang. Alhamdullilah saya punya teman pejuang ASN yang pantang menyerah,
dialah yang banyak membantu saya, mulai dari daftar administrasi, memberikan
file-file soal dalam jumlah yang banyak, daftar belajar ON-Line dengan mebayar patungan,
dan memberikan semangat juga reminder supaya saya mau belajar dan belajar. Nilai TIU saya selalu kecil, maklum saya tidak begitu pandai matematika, tapi bersyukur kakak ketiga saya guru matematika jadi tadi pagi diajarin beberapa soal hitungan.
Saya Sudah dalam kondisi
tawakal, insya allah saya siap apapun yang menjadi takdir saya, kalau saya
keterima saya akan sangat bersyukur dan berterima kasih pada Allah, mungkin
saya bisa menata kehidupan lebih baik disana kelak, tapi kalaupun tidak saya
tetap bersyukur karena saya masih diberikan kesempatan untuk berkhidmat kepada
kedua orang tua saya, tapi tentu saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan
ini, alhamdullilah seleksi administrasi lolos, saya tinggal belajar dan
belajar,mudah-mudahan Allah pilihkan takdir terbaik untuk saya. Tahun depan
usia saya sudah sampai batas akhir mendaftar CPNS, jadi mungkin ini adalah
ujian pertama dan terakhir untuk saya menjadi seorang ASN, bismillah
mudah-mudahan dengan Izin Allah saya dapat melewati ujian ini dengan baik,
Bandung, 21 Agustus 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar