Sabtu, 21 Agustus 2021

Aparatur Sipil Negara



“Bagi saya rizky itu adalah pemberian yang sudah Allah tetapkan kepada seluruh umatnya, tapi jika saya tidak bersungguh-sungguh dan berikhtiar semaksimal mungkin, saya merasa malu pada Allah”

Secara historis dalam keluarga saya tidak ada yang tercatat bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Ayah saya hanya lulusan SMA yang sempat bekerja disalah satu perusahaan BUMN milik pemerintah dan mengajukan pensiun muda saat negara mengalami krisis moneter tahun 1998, ibu? ibu yang lahir disalah satu desa di madiun hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar itu pun tidak tamat, beliau ikut hijrah ke Jakarta bersama bude saya dan tidak melanjutkan sekolah disana, alhamdullilah ibu bisa membaca dan berhitung. Dan setelah menikah dengan bapak, ibu hanya menjadi ibu rumah tangga.

Suatu kesyukuran saya dan ketiga kakak saya bisa menyelesaiakn kuliah diperguruan tinggi negeri, dengan penuh perjuangan, tapi setelah lulus hingga detik ini tidak ada satu pun yang bekerja sebagai ASN, wkwkwkkw, dan alhamdullilah kami sekeluarga tidak kurang satu apapun masih bisa hidup dengan layak tanpa kurang satu apapun, kakak pertama bekerja di perusahaan swasta, kakak kedua setelah menikah menjadi ibu rumah tangga dan tidak bekerja apa-apa, hanya mengajar ngaji anak-anak dan ibu-ibu dikompleknya, kakka ketiga saya menjadi guru dan setelah menikah juga menjadi ibu rumah tangga sesekali mengajar privat, hanya kaka ketiga yang pernah ikut tes CPNS dulu sekali itu pun gagal, wkwkkwk, dan tentu ketiga kakak saya sudah tidak ada kesempatan menjadi CPNS.

Akhirnya kita kembali ke cerita saya, saya adalah anak terakhir yang masih punya kesempatan untuk ikut tes CPNS, beberapa tahun kebelakang saya sempat ikut daftar untuk menjadi PNS, sayang seribu sayang seleksi administrasi saya gagal, entahlah sepertinya zoonk saja, entahlah saya merasa sudah mengirim berkas sesuai petunjuk, tapi mungkin ada salah satu persyaratan yang tidak lengkap atau salah, yang akhirnya gagal dan tidak lolos seleksi administrasi, agak nyesek memang, belom beperang sudah kalah diawal, tapi yasudahlah memang belum rezeky saya. Dan ternyata tahun ini adalagi pembukaan untuk CPNS dan PPPK Guru.

PPPK adalah guru kontrak yang kedudukannya mungkin akan sama seperti PNS, tapi konon katanya diakhir tidak akan mendapatkan tunjangan pensiun, itulah yang membuat saya tidak mengambil PPPK, lalu dimana saya ambil formasi? Saya ambil di DI. Yogyakarta. Jauh? Iya... Tapi disana ada satu formasi yang membutuhkan 4 orang, saya fikir peluang diterimanya lebih besar dibanding formasi lain yang hanya membutuhkan satu orang. Alhamdullilah saya punya teman pejuang ASN yang pantang menyerah, dialah yang banyak membantu saya, mulai dari daftar administrasi, memberikan file-file soal dalam jumlah yang banyak, daftar belajar ON-Line dengan mebayar patungan, dan memberikan semangat juga reminder supaya saya mau belajar dan belajar. Nilai TIU saya selalu kecil, maklum saya tidak begitu pandai matematika, tapi bersyukur kakak ketiga saya guru matematika jadi tadi pagi diajarin beberapa soal hitungan.

Saya Sudah dalam kondisi tawakal, insya allah saya siap apapun yang menjadi takdir saya, kalau saya keterima saya akan sangat bersyukur dan berterima kasih pada Allah, mungkin saya bisa menata kehidupan lebih baik disana kelak, tapi kalaupun tidak saya tetap bersyukur karena saya masih diberikan kesempatan untuk berkhidmat kepada kedua orang tua saya, tapi tentu saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, alhamdullilah seleksi administrasi lolos, saya tinggal belajar dan belajar,mudah-mudahan Allah pilihkan takdir terbaik untuk saya. Tahun depan usia saya sudah sampai batas akhir mendaftar CPNS, jadi mungkin ini adalah ujian pertama dan terakhir untuk saya menjadi seorang ASN, bismillah mudah-mudahan dengan Izin Allah saya dapat melewati ujian ini dengan baik,

                                                                                                                    Bandung, 21 Agustus 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar