Sejak dahulu, sebagai seorang
muslim saya berusaha menghadari undangan, apalagi jika itu adalah undangan
nikah (walimah), sejak belum menikah, sudah menikah, bahkan sekarang saat
sendiri. Sebisa mungkin jika tidak ada halangan saya pasti akan datang, dan terhitung
sejak 2017 hingga sekarang 2021 ditempat saya bekerja saya tidak pernah tidak
untuk menghadiri undangan nikah teman kantor. Kalau ada kompetisi orang yang
paling banyak hadir diwalimahan rekan kerja dikantor, saya pasti yang menjadi
juaranya.
Undangan pertama itu 2017,
Undangan nikah Bu Rahmi di Cirebon saya bersama rombongan teman-teman dari
sekolah ikut menghadiri akad nikahnya, tak selang dari itu tahun selanjutnya di
tahun 2018 yang menikah itu bu Yeyet, bu yeyet menikah di Majalengka saya
hadir, selang dua bulan setelah itu Bu Wulan Menikah juga di Serang, saat itu
tidak banyak guru yang datang, mengingat saya dekat dengan Bu Wulan saya pun
hadir ke walimahnya yang cukup jauh dari Bandung. Dan setelah Bu Wulan Menikah
selanjutnya 2019 Bu Nisa yang nikah dibandung, dan saya juga menghadirinya.
Tahun pun berlalu tahun 2020 Bu
Via Guru Kimia menikah di Lembang, disusul dengan Bu Hana yang menikah dibulan
Maret tahun 2020 sebelum Covid 19 menyebar sebanyak sekarang, setelah itu Pak
Hendra K3 (yg mengurus kebersihan) disekolah menikah didaerah Banjaran saya
juga hadir besama rombongan guru-guru dari sekolah. Terakhir bulan Maret 2021 kemarin
Bu Syifa yang nikah, awalnya saya tidak akan datang, kerena walimahnya didaerah
Ujung Berung, jauh dan saya cape kalau harus bawa motor sendiri, tiba-tiba
kepela sekolah ngechat dan beliau mengajak saya untuk bareng kesana,
alhamdullilah beliau bawa mobil, saya taruh motor saya dideket mesjid di dago.
Ahamdullilah dari 8 undangan itu
smeuanya saya sehat dan bisa hadir, perasaan saya? Insya Allah saya ikut
bahagia, semua orang ada waktunya masing-masing, dan alhamdullilah rekan-rekan
kerja saya dikantor semuanya langsung dikaruniai anak, mereka menjadi ibu-ibu
muda sekarang, yang belum nikah berarti tinggal Miss (guru bahasa Inggris) dan
juga Bu Sri.. mudah-mudahan segera dipertemukan dengan jodohnya, aamin.
Walimah lain yang juga saya
hadiri 5 tahun terakhir, pernikahan Ariel, pernikahan Azka, dan beberapa murid saya,
Salsa dan Royhan, Ridho dan Zhazy, terakhir Ninis dan Abay. Mereka murid saya
sudah menjadi ayah dan ibu sekarang, alhamdullilah semoga Allah menjaga
pernikahan mereka hingga akhir hayat, karena saya tau pernikahan itu tidak
mudah, dan beruntunglah kamu jika mendapatkan pasangan yang dapat mencintai dan
menyayangi kamu karena Allah.
Bandung, 23 Mei 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar