Sabtu, 22 Mei 2021

Walimah


 “Jika salah seorang diantara kalian diundang walimah, maka hadirilah” HR Bukhari

Sejak dahulu, sebagai seorang muslim saya berusaha menghadari undangan, apalagi jika itu adalah undangan nikah (walimah), sejak belum menikah, sudah menikah, bahkan sekarang saat sendiri. Sebisa mungkin jika tidak ada halangan saya pasti akan datang, dan terhitung sejak 2017 hingga sekarang 2021 ditempat saya bekerja saya tidak pernah tidak untuk menghadiri undangan nikah teman kantor. Kalau ada kompetisi orang yang paling banyak hadir diwalimahan rekan kerja dikantor, saya pasti yang menjadi juaranya.

Undangan pertama itu 2017, Undangan nikah Bu Rahmi di Cirebon saya bersama rombongan teman-teman dari sekolah ikut menghadiri akad nikahnya, tak selang dari itu tahun selanjutnya di tahun 2018 yang menikah itu bu Yeyet, bu yeyet menikah di Majalengka saya hadir, selang dua bulan setelah itu Bu Wulan Menikah juga di Serang, saat itu tidak banyak guru yang datang, mengingat saya dekat dengan Bu Wulan saya pun hadir ke walimahnya yang cukup jauh dari Bandung. Dan setelah Bu Wulan Menikah selanjutnya 2019 Bu Nisa yang nikah dibandung, dan saya juga menghadirinya.

Tahun pun berlalu tahun 2020 Bu Via Guru Kimia menikah di Lembang, disusul dengan Bu Hana yang menikah dibulan Maret tahun 2020 sebelum Covid 19 menyebar sebanyak sekarang, setelah itu Pak Hendra K3 (yg mengurus kebersihan) disekolah menikah didaerah Banjaran saya juga hadir besama rombongan guru-guru dari sekolah. Terakhir bulan Maret 2021 kemarin Bu Syifa yang nikah, awalnya saya tidak akan datang, kerena walimahnya didaerah Ujung Berung, jauh dan saya cape kalau harus bawa motor sendiri, tiba-tiba kepela sekolah ngechat dan beliau mengajak saya untuk bareng kesana, alhamdullilah beliau bawa mobil, saya taruh motor saya dideket mesjid di dago.

Ahamdullilah dari 8 undangan itu smeuanya saya sehat dan bisa hadir, perasaan saya? Insya Allah saya ikut bahagia, semua orang ada waktunya masing-masing, dan alhamdullilah rekan-rekan kerja saya dikantor semuanya langsung dikaruniai anak, mereka menjadi ibu-ibu muda sekarang, yang belum nikah berarti tinggal Miss (guru bahasa Inggris) dan juga Bu Sri.. mudah-mudahan segera dipertemukan dengan jodohnya, aamin.

Walimah lain yang juga saya hadiri 5 tahun terakhir, pernikahan Ariel, pernikahan Azka, dan beberapa murid saya, Salsa dan Royhan, Ridho dan Zhazy, terakhir Ninis dan Abay. Mereka murid saya sudah menjadi ayah dan ibu sekarang, alhamdullilah semoga Allah menjaga pernikahan mereka hingga akhir hayat, karena saya tau pernikahan itu tidak mudah, dan beruntunglah kamu jika mendapatkan pasangan yang dapat mencintai dan menyayangi kamu karena Allah.

Bandung, 23 Mei 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar