Kalimat itu tiap kali terngiang
ditelinga saya, mungkin karena karena disekitar pertemanan saya masih banyak
teman-teman saya yang belum menikah, meski mungkin usianya sudah tidak muda
lagi, ada yang berumur 28, 29, 30, 35 atau mungkin lebih, saya sendiri juga
mengalami hal yang sama, bahkan kadang saya merasa berat hati ketika medengar
perkataan orang-orang yang cukup meresahkan, “kamu jangan terlalu pilih-pilih
buat cari suami”, “kriteria kamu ketinggian kali”, “emang kamu gak mau punya
anak gitu?”
Sulit menjawabnya, itu pertanyaan
bodoh menurut saya, manada orang yang tidak ingin punya keturunan, saya insya
allah masih normal, sangat ingin punya momongan, tapi qadarullah Allah belum
menitipkannya kepada saya, (di fikir saya tidak sedih saat murid saya sudah
punya anak), jangan tanya teman-teman saya, teman saya anaknya ada yang sudah 3
bahkan 5. Dan bagaimana mungkin saya tidak pilih-pilih calon suami, anak saya
berhak mendapatkan ayah yang bukan cuma baik, tapi juga sholeh. Dan itu lah
yang menjadi alasan saya telat menikah.
Al Quran dan As Sunah sudah
mengajarkan bagaimana memilih kriteria pasangan hidup yang baik, dan bagi yang
sudah sering ikut kajian, ikut seminar, sekolah pra nikah, dan semacamnya sudah
hafal hadist tentang bagaimana mencari pasangan, liat cantik/tampannya, liat
keturunannya, liat hartanya, tapi pilihlah yang paling baik agamanya. Nah
bagaimana cara melihat agama seseorang? saya selalu ingat ceramah Ustad Salim A
Fillah tentang “yang baik agamanya”
Yang Pertama lihat dimana ia
Sholat Shubuh, laki-laki yang baik adalah laki-laki yang sholat 5 waktunya
dimesjid, tanyakan pada Imam mesjid atau Marbot mesjid apakah laki-laki yang
akan kamu jadikan pasangan hidup selalu sholat dimesjid atau tidak.
Yang Kedua lihat bagaimana
akhlaknya kepada Ibunya dan Ayahnya, orang yang berbakti kepada ornag tua
adalah orang yang paham agama, lihat bagaimana sehari-hari ia bersikap dan berbicara
dengan orang tuanya, tanyakan pada orang tuanya bagaimana ia sehari-hari
dirumah.
Yang Ketiga lihat bagaimana
akhlaknya dengan teman sebayanya. Seperti yang sudah dijelaskan Rasullulah
untuk melihat akhlak seseorang lihatlah temannya seperti apa, karena seseorang
akan bersama dengan orang yang memiliki kesamaan, jika teman-temannya
orang-orang sholeh, insya allah ia sholeh, tapi jika teman-temannya bukan orang
yang baik, mungkin kebaikan dan akhlak orang ini harus dipertanyakan.
Perhatikan dengan siapa ia bergaul.
Yang Keempat lihat bagaimana
akhlaknya dengan anak kecil. Orang yang sholeh pasti akan mengamalkan hadist
Rasul untuk menghormati orang yang lebih tua, dan menyayangi orang yang lebiih
muda, jika ia akrab dan dekat dengan-anak-anak kecil, insya allah dia adalah
orang yang baik.
Itulah empat kriteria yang bisa
kita lihat dari seseorang calon pasangan hidup kita menurut Ustad Salim, tapi
teman-teman tetaplah berdoa kepada Allah, tetaplah meminta petunjuk kepada
Allah, ada banyak hal yang luput dari mata kita yang mungkin hanya akan Allah tunjukkan
kepada orang-orang yang dicintainya, kita tidak pernah benar-benar melihat
kebaikan seeorang kecuali membersamainya selama 24 jam, dan itu tentu tidak
mudah. Bersabarlah dengan kesabaran yang baik, jodoh itu memang hanya Allah
yang tau, dan Allahlah yang akan memberikannya diwaktu yang tepat untuk kita,
bersabar, dan bertakwalah pada Allah, aamiin.
Bandung 24 Mei 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar