Minggu, 23 Mei 2021

Pasangan Hidup

 


“Lebih baik telat menikah daripada menikah tapi gagal...”

Kalimat itu tiap kali terngiang ditelinga saya, mungkin karena karena disekitar pertemanan saya masih banyak teman-teman saya yang belum menikah, meski mungkin usianya sudah tidak muda lagi, ada yang berumur 28, 29, 30, 35 atau mungkin lebih, saya sendiri juga mengalami hal yang sama, bahkan kadang saya merasa berat hati ketika medengar perkataan orang-orang yang cukup meresahkan, “kamu jangan terlalu pilih-pilih buat cari suami”, “kriteria kamu ketinggian kali”, “emang kamu gak mau punya anak gitu?”

Sulit menjawabnya, itu pertanyaan bodoh menurut saya, manada orang yang tidak ingin punya keturunan, saya insya allah masih normal, sangat ingin punya momongan, tapi qadarullah Allah belum menitipkannya kepada saya, (di fikir saya tidak sedih saat murid saya sudah punya anak), jangan tanya teman-teman saya, teman saya anaknya ada yang sudah 3 bahkan 5. Dan bagaimana mungkin saya tidak pilih-pilih calon suami, anak saya berhak mendapatkan ayah yang bukan cuma baik, tapi juga sholeh. Dan itu lah yang menjadi alasan saya telat menikah.

Al Quran dan As Sunah sudah mengajarkan bagaimana memilih kriteria pasangan hidup yang baik, dan bagi yang sudah sering ikut kajian, ikut seminar, sekolah pra nikah, dan semacamnya sudah hafal hadist tentang bagaimana mencari pasangan, liat cantik/tampannya, liat keturunannya, liat hartanya, tapi pilihlah yang paling baik agamanya. Nah bagaimana cara melihat agama seseorang? saya selalu ingat ceramah Ustad Salim A Fillah tentang “yang baik agamanya”

Yang Pertama lihat dimana ia Sholat Shubuh, laki-laki yang baik adalah laki-laki yang sholat 5 waktunya dimesjid, tanyakan pada Imam mesjid atau Marbot mesjid apakah laki-laki yang akan kamu jadikan pasangan hidup selalu sholat dimesjid atau tidak.

Yang Kedua lihat bagaimana akhlaknya kepada Ibunya dan Ayahnya, orang yang berbakti kepada ornag tua adalah orang yang paham agama, lihat bagaimana sehari-hari ia bersikap dan berbicara dengan orang tuanya, tanyakan pada orang tuanya bagaimana ia sehari-hari dirumah.

Yang Ketiga lihat bagaimana akhlaknya dengan teman sebayanya. Seperti yang sudah dijelaskan Rasullulah untuk melihat akhlak seseorang lihatlah temannya seperti apa, karena seseorang akan bersama dengan orang yang memiliki kesamaan, jika teman-temannya orang-orang sholeh, insya allah ia sholeh, tapi jika teman-temannya bukan orang yang baik, mungkin kebaikan dan akhlak orang ini harus dipertanyakan. Perhatikan dengan siapa ia bergaul.

Yang Keempat lihat bagaimana akhlaknya dengan anak kecil. Orang yang sholeh pasti akan mengamalkan hadist Rasul untuk menghormati orang yang lebih tua, dan menyayangi orang yang lebiih muda, jika ia akrab dan dekat dengan-anak-anak kecil, insya allah dia adalah orang yang baik.

Itulah empat kriteria yang bisa kita lihat dari seseorang calon pasangan hidup kita menurut Ustad Salim, tapi teman-teman tetaplah berdoa kepada Allah, tetaplah meminta petunjuk kepada Allah, ada banyak hal yang luput dari mata kita yang mungkin hanya akan Allah tunjukkan kepada orang-orang yang dicintainya, kita tidak pernah benar-benar melihat kebaikan seeorang kecuali membersamainya selama 24 jam, dan itu tentu tidak mudah. Bersabarlah dengan kesabaran yang baik, jodoh itu memang hanya Allah yang tau, dan Allahlah yang akan memberikannya diwaktu yang tepat untuk kita, bersabar, dan bertakwalah pada Allah, aamiin.

Bandung 24 Mei 2021

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar