“Karena segala kebaikan semuanya akan kembali pada kita, kalaupun didunia kita tidak mendapatkan banyak kebaikan, semoga kelak diakhirat kita mendapatkan banyak kebaikan yang kekal dan tak berkesudahan...”
Memasuki bulan Ramadhan, hati
saya kembali optimis, saya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk memasuki
bulan ini, semoga saya bisa mengisi bulan Ramdhan tahun ini dengan amal sholeh
dan kegiatan-kegiatan yang baik, semoga dibulan yang penuh berkah ini, Allah
kabulkan seluruh doa-doa saya, tidak ada yang mudah memang, tapi bersama Allah
insya allah hal terburuk sekalipun yang harus saya hadapi insya alalh
terlewati.
Beberapa hari lalu saya kembali
disibukkan dengan berbagai agenda dan aktifitas,mengajar dari zoom ke zoom, menghadiri
rapat dari zoom ke zoom, menghadiri halaqah dan kajian, dari zoom ke zoom,
hingga suatu waktu bertemu dengan seorang pemateri perempuan yang menurut saya
sangat hebat, yang ternyata beliau adalah istri dari salah seorang teman kerja
saya dikantor lalu.
Cerdas, Berwawasan, Pandai memasak,
Sholehah dan cantik. Jiwa insecure saya pun mulai keluar perlahan,
dan saya tau bagaimana perempuan ini adalah sosok perempuan yang baik, hingga
saya merasa betapa beruntungnya sang suami mempunyai istri dengan paket lengkap
seperti dia, bahkan yang lebih menakjubkannya lagi, bukan hanya karir yang
sukses yang diperolehnya, ia diberkahi kehidupan rumah tangga yang baik, suami
yang sayang dan perhatian yang selalu memberikan support hingga ia bisa
menyelesaikan S2nya, berprestasi diberbagai kompetisi, dan juga dikaruniai
anak-anak yang pintar dan sholeh.
Lalu saya bercermin, dan merasa
seperti butiran debu, merasa tidak punya sesuatu yang dapat dibanggakan, ingin
menangis rasanya, namun disisi lain saya bersyukur karena walapun saya tidak
punya banyak kelebihan, Allah menitipkan sedikit rasa malu pada saya, hingga
saya dituntun oleh Allah untuk menjadi orang baik, dan melakukan sedikit
kebaikan yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya bersyukur pernah
mendapatkan sedikit prestasi dikantor lama, dan bisa membuat orang tau saya
bangga, bagi saya prestasi terbesar saya sebagai anak, adalah ketika saya bisa
menjaga diri saya, untuk tidak jadi beban bagi orang tua, sebisa mungkin tidak
menyusahkan mereka.
Saya pernah mendapatkan nasehat
untuk lebih menghargai diri sendiri, dan berhenti membandingkan diri kita
dengan orang lain, setiap orang punya waktu “berharganya” masing-masing, dan
kalaupun waktu berharga itu belum juga menghampiri kita, mudah-mudahan kita
tetap menjadi pribadi yang baik, yang selalu tumbuh dan memberikan manfaat
untuk sebanyak-banyak manusia, doakan saya bisa menjadi salah satu orang yang
bermanfaat, aamiin.
Bandung, 17 April 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar