Sabtu, 17 April 2021

Zoom ke Zoom

 


“Karena segala kebaikan semuanya akan kembali pada kita, kalaupun didunia kita tidak mendapatkan banyak kebaikan, semoga kelak diakhirat kita mendapatkan banyak kebaikan yang kekal dan tak berkesudahan...”

Memasuki bulan Ramadhan, hati saya kembali optimis, saya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk memasuki bulan ini, semoga saya bisa mengisi bulan Ramdhan tahun ini dengan amal sholeh dan kegiatan-kegiatan yang baik, semoga dibulan yang penuh berkah ini, Allah kabulkan seluruh doa-doa saya, tidak ada yang mudah memang, tapi bersama Allah insya allah hal terburuk sekalipun yang harus saya hadapi insya alalh terlewati.

Beberapa hari lalu saya kembali disibukkan dengan berbagai agenda dan aktifitas,mengajar dari zoom ke zoom, menghadiri rapat dari zoom ke zoom, menghadiri halaqah dan kajian, dari zoom ke zoom, hingga suatu waktu bertemu dengan seorang pemateri perempuan yang menurut saya sangat hebat, yang ternyata beliau adalah istri dari salah seorang teman kerja saya dikantor lalu.

Cerdas, Berwawasan, Pandai memasak,  Sholehah dan cantik. Jiwa insecure saya pun mulai keluar perlahan, dan saya tau bagaimana perempuan ini adalah sosok perempuan yang baik, hingga saya merasa betapa beruntungnya sang suami mempunyai istri dengan paket lengkap seperti dia, bahkan yang lebih menakjubkannya lagi, bukan hanya karir yang sukses yang diperolehnya, ia diberkahi kehidupan rumah tangga yang baik, suami yang sayang dan perhatian yang selalu memberikan support hingga ia bisa menyelesaikan S2nya, berprestasi diberbagai kompetisi, dan juga dikaruniai anak-anak yang pintar dan sholeh.

Lalu saya bercermin, dan merasa seperti butiran debu, merasa tidak punya sesuatu yang dapat dibanggakan, ingin menangis rasanya, namun disisi lain saya bersyukur karena walapun saya tidak punya banyak kelebihan, Allah menitipkan sedikit rasa malu pada saya, hingga saya dituntun oleh Allah untuk menjadi orang baik, dan melakukan sedikit kebaikan yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya bersyukur pernah mendapatkan sedikit prestasi dikantor lama, dan bisa membuat orang tau saya bangga, bagi saya prestasi terbesar saya sebagai anak, adalah ketika saya bisa menjaga diri saya, untuk tidak jadi beban bagi orang tua, sebisa mungkin tidak menyusahkan mereka.

Saya pernah mendapatkan nasehat untuk lebih menghargai diri sendiri, dan berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain, setiap orang punya waktu “berharganya” masing-masing, dan kalaupun waktu berharga itu belum juga menghampiri kita, mudah-mudahan kita tetap menjadi pribadi yang baik, yang selalu tumbuh dan memberikan manfaat untuk sebanyak-banyak manusia, doakan saya bisa menjadi salah satu orang yang bermanfaat, aamiin.

Bandung, 17 April 2021

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar