Kamis, 25 Maret 2021

Musibah

 


“Tidak ada suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barang siapa beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu” Qs At Tagabun : 11

Bulan lalu saya mendapat musibah, saya kehilangan uang saya bebera juta karena menjadi korban penipuan online, yah.. teman dekat saya yang sudah 20 tahun Instagramnya di Hack oleh orang tidak bertanggung jawab, dan orang tersebut meminta trf beberapa ratus ribu hingga jutaan dengan alasan mendesak dan akan dibayar malam. Saya yang biasanya tidak pernah tertipu hal-hal seperti ini, entah kenapa malah jadi korban, masalahnya kami chat didm seperti biasa, mungkin saya yang kurang teliti dan teledor, tapi entah kenapa saya bisa semudah itu memberikan bantuan, karena saya percaya teman saya ini amanah, selama lebih dari 20 tahun sejak SMP, SMA, Kuliah, bahkan Bekerja dan Bekeluarga ia belom pernah sepeserpun meminjam uang kepada saya.

Andai itu bukan teman dekat saya, mungkin saya tidak akan meminjamkan uang sebanyak itu, bahkan mentransfer hingga 3 kali, tapi yasudahlah saya anggap ini sudah jadi musibah dan takdir yang tidak bisa saya hindari, lebih banyak yang harus saya syukuri, saya sehat dan tidak kurang satu apapun, begitupun dengan kedua orang tua saya, uang.. insya allah bisa dicari lagi. Saya pernah kehilangan hal yang paling berharga dalam hidup saya, jadi kalaulah hanya sekedar uang, saya ikhlaskan saja, saya percaya Allah akan menggantinya dengan rizky yang lebih baik dan lebih berkah.

Oh iya, sebaik apa teman saya ini hingga saya mau membantunya??? saya mungkin bisa lupa tentang keburukan orang kepada saya, tapi akan lebih sulit bagi saya melupakan kebaikan orang lain pada saya. Saya ingat dulu zaman SMA saya pernah duduk sebangku, dan sama-sama aktif di Rohis, sama-sama jadi sekretaris saat itu. Saya ingat waktu zaman Rihlah SMA dulu saya pernah pingsan diatas gunung dan dialah yang ikut memapah saya dan membantu saya waktu saya pingsan di gunung, waktu ulangan matematika, dia yang memang lebih pinta dari saya menyodorkan lembar jawabannya untuk saya, karena tau saya gak bisa matematika, padahal saya gak mau nyontek, tapi demi apa saat itu Guru Matematika saya memang terkenal killer, bukan cuma itu, ia juga berbagi soal latihan kimia karena dia Les pada Guru Kimia, sementara saya tidak ikut les karena tidak punya uang. biasanya si ibu suka ngasih kisi-kisi dan latihan soal yang mirip sama ulangan sama anak2 yang les, sedih kan?

Dan liat saja selama 3 tahun duduk dibangku SMA, ia tidak pernah absen memberikan hadiah pada saya, yang hingga detik ini masih ada. Tas bulu beruang warna pink, frame foto beruang, dan sepatu tidur bulu Snoopy berwarna pink. Itu saja? tidak... beberapa kali ia liburan ke luar negeri, ia pun tidak pernah lupa membawakan saya oleh-oleh, saya ingat ketika ia pulang dari Singapore ia membawakan saya oleh-oleh tempat sikat gigi berbentuk kelinci, dan terakhir waktu ia pulang dari Jepang, dia lagi-lagi membawakan saya oleh-oleh gantungan kunci berbentuk kucing, dan map bergambar Sailormoon, dia tau betul saya suka Sailormoon, jadi bisa dibayangkan sedekat apa saya dengan teman saya ini hingga saya  tidak berfikir panjang untuk membantunya saat sulit.

                Jadi sudahlah, karena merasa dirugikan saya akhirnya melapor ke Polisi, ini kali pertama saya pergi ke kantor polisi sebagai korban kejahatan sendirian, saya juga tidak menyangka saya bisa begitu tenang menghadapi masalah ini, tidak sedikit pun saya bercerita pada orang tua saya, saya tidak ingin melihat mereka sedih, terlebih mereka tau bagaimana saya bekerja kerasa selama ini mencari nafkah dan mengumpulkan sedikit demi sedikit tabungan untuk bisa ke tanah suci. Tapi laporan ya tinggal laporan, saat saya melaporkan kasus ini disebelah saya juga ada seorang perempuan yang juga sama menjadi korban penipuan on line walau kasusnya agak berbeda dengan yang saya alami. Dan ketika saya liat berkas laporan dimeja pak polisi, ada satu tumpuk besar berkas-berkas laporan, yang sepertinya entah kapan akan dilakukan penyidikan, karena hingga detik ini saja tidak ada satu pun telepon dari polisi

                Dan ketika saya sudah mengikhlaskan semuanya, akhirnya pertolongan Allah datang... tiba-tiba pak dkm memberikan sebuah amplop untuk saya.

“Teh... ini ada titipan dari donatur, katanya buat pengajar madrasah”

Saya buka amplop putih itu, isinya 2 lembar uang berwarna merah, saya  terharu, dan rasanya ingin menangis... Ya Allah sungguh dermawan donatur itu, di titipi sebagian rizkynya untuk saya dan beberapa teman saya yang mengajar dimesjid, alhamdullilah saya bisa mencicil uang sekolah yang terpakai, jadi sebenarnya saya pinjamkan itu bukan uang saya pribadi, tapi uang sekolah. Apakah saya tidak punya tabungan? Ada... tapi itu tabungan haji yang tidak bisa diambil kecuali di tutup. Sudahlah, akhirnya saya mencairkan uang simpanan hari tua saya, yang ketika diproses Mba Customer Servicenya bilang, “Tapi sabar ya bu... yang mencairkan banyak, jadi ditunggu saja satu sampai dua bulan”... Saya hanay bisa mengelus dada saat itu.

                Hingga satu waktu ada seorang sahabat saya yang baik hati membantu saya..., jujur saya malu, dan bingung awalnya, ingin menangis juga, karena di akhir bulan yang sulit pertolongan Allah akhirnya datang, saya merasa malu, betapa Allah begitu baik dan sayang pada saya. Mudah sekali Allah mengambil sesuatu dari saya, dan mudah juga Allah memberikan sesuatu kepada saya. Saya tidak harus membalasnya seperti apa, tapi saya berdoa semoga sahabat saya itu semakin disayang dan cintai Allah dan selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan Allah bersama keluarganya, aamiin.

Begitulah... yang namanya musibah suatu saat pasti akan datang, tapi ingatlah bahwa segala musibah akan menjadi kebaikan jika kita bisa bersabar dan ridha menerimanya, yakinlah pada pertolongan Allah, karena semua yang kita miliki hanyalah titipan semata.

Bandung, 25 Maret 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar