“Tidak ada suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barang siapa beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu” Qs At Tagabun : 11
Bulan lalu
saya mendapat musibah, saya kehilangan uang saya bebera juta karena menjadi
korban penipuan online, yah.. teman dekat saya yang sudah 20 tahun Instagramnya
di Hack oleh orang tidak bertanggung jawab, dan orang tersebut meminta trf
beberapa ratus ribu hingga jutaan dengan alasan mendesak dan akan dibayar
malam. Saya yang biasanya tidak pernah tertipu hal-hal seperti ini, entah
kenapa malah jadi korban, masalahnya kami chat didm seperti biasa, mungkin saya
yang kurang teliti dan teledor, tapi entah kenapa saya bisa semudah itu
memberikan bantuan, karena saya percaya teman saya ini amanah, selama lebih
dari 20 tahun sejak SMP, SMA, Kuliah, bahkan Bekerja dan Bekeluarga ia belom
pernah sepeserpun meminjam uang kepada saya.
Andai itu
bukan teman dekat saya, mungkin saya tidak akan meminjamkan uang sebanyak itu,
bahkan mentransfer hingga 3 kali, tapi yasudahlah saya anggap ini sudah jadi
musibah dan takdir yang tidak bisa saya hindari, lebih banyak yang harus saya
syukuri, saya sehat dan tidak kurang satu apapun, begitupun dengan kedua orang
tua saya, uang.. insya allah bisa dicari lagi. Saya pernah kehilangan hal yang
paling berharga dalam hidup saya, jadi kalaulah hanya sekedar uang, saya ikhlaskan
saja, saya percaya Allah akan menggantinya dengan rizky yang lebih baik dan
lebih berkah.
Oh iya, sebaik
apa teman saya ini hingga saya mau membantunya??? saya mungkin bisa lupa
tentang keburukan orang kepada saya, tapi akan lebih sulit bagi saya melupakan
kebaikan orang lain pada saya. Saya ingat dulu zaman SMA saya pernah duduk
sebangku, dan sama-sama aktif di Rohis, sama-sama jadi sekretaris saat itu.
Saya ingat waktu zaman Rihlah SMA dulu saya pernah pingsan diatas gunung dan
dialah yang ikut memapah saya dan membantu saya waktu saya pingsan di gunung,
waktu ulangan matematika, dia yang memang lebih pinta dari saya menyodorkan
lembar jawabannya untuk saya, karena tau saya gak bisa matematika, padahal saya
gak mau nyontek, tapi demi apa saat itu Guru Matematika saya memang terkenal
killer, bukan cuma itu, ia juga berbagi soal latihan kimia karena dia Les pada Guru
Kimia, sementara saya tidak ikut les karena tidak punya uang. biasanya si ibu
suka ngasih kisi-kisi dan latihan soal yang mirip sama ulangan sama anak2 yang
les, sedih kan?
Dan liat saja
selama 3 tahun duduk dibangku SMA, ia tidak pernah absen memberikan hadiah pada
saya, yang hingga detik ini masih ada. Tas bulu beruang warna pink, frame foto
beruang, dan sepatu tidur bulu Snoopy berwarna pink. Itu saja? tidak...
beberapa kali ia liburan ke luar negeri, ia pun tidak pernah lupa membawakan
saya oleh-oleh, saya ingat ketika ia pulang dari Singapore ia membawakan saya
oleh-oleh tempat sikat gigi berbentuk kelinci, dan terakhir waktu ia pulang
dari Jepang, dia lagi-lagi membawakan saya oleh-oleh gantungan kunci berbentuk
kucing, dan map bergambar Sailormoon, dia tau betul saya suka Sailormoon, jadi
bisa dibayangkan sedekat apa saya dengan teman saya ini hingga saya tidak berfikir panjang untuk membantunya saat
sulit.
Jadi
sudahlah, karena merasa dirugikan saya akhirnya melapor ke Polisi, ini kali
pertama saya pergi ke kantor polisi sebagai korban kejahatan sendirian, saya juga tidak
menyangka saya bisa begitu tenang menghadapi masalah ini, tidak sedikit pun
saya bercerita pada orang tua saya, saya tidak ingin melihat mereka sedih,
terlebih mereka tau bagaimana saya bekerja kerasa selama ini mencari nafkah dan
mengumpulkan sedikit demi sedikit tabungan untuk bisa ke tanah suci. Tapi
laporan ya tinggal laporan, saat saya melaporkan kasus ini disebelah saya juga
ada seorang perempuan yang juga sama menjadi korban penipuan on line walau
kasusnya agak berbeda dengan yang saya alami. Dan ketika saya liat berkas
laporan dimeja pak polisi, ada satu tumpuk besar berkas-berkas laporan, yang
sepertinya entah kapan akan dilakukan penyidikan, karena hingga detik ini saja
tidak ada satu pun telepon dari polisi
Dan
ketika saya sudah mengikhlaskan semuanya, akhirnya pertolongan Allah datang...
tiba-tiba pak dkm memberikan sebuah amplop untuk saya.
“Teh... ini ada titipan dari donatur, katanya buat pengajar madrasah”
Saya buka amplop putih itu,
isinya 2 lembar uang berwarna merah, saya
terharu, dan rasanya ingin menangis... Ya Allah sungguh dermawan donatur
itu, di titipi sebagian rizkynya untuk saya dan beberapa teman saya yang
mengajar dimesjid, alhamdullilah saya bisa mencicil uang sekolah yang terpakai,
jadi sebenarnya saya pinjamkan itu bukan uang saya pribadi, tapi uang sekolah.
Apakah saya tidak punya tabungan? Ada... tapi itu tabungan haji yang tidak bisa
diambil kecuali di tutup. Sudahlah, akhirnya saya mencairkan uang simpanan hari
tua saya, yang ketika diproses Mba Customer Servicenya bilang, “Tapi sabar ya
bu... yang mencairkan banyak, jadi ditunggu saja satu sampai dua bulan”... Saya
hanay bisa mengelus dada saat itu.
Hingga
satu waktu ada seorang sahabat saya yang baik hati membantu saya..., jujur saya
malu, dan bingung awalnya, ingin menangis juga, karena di akhir bulan yang
sulit pertolongan Allah akhirnya datang, saya merasa malu, betapa Allah begitu
baik dan sayang pada saya. Mudah sekali Allah mengambil sesuatu dari saya, dan
mudah juga Allah memberikan sesuatu kepada saya. Saya tidak harus membalasnya
seperti apa, tapi saya berdoa semoga sahabat saya itu semakin disayang dan
cintai Allah dan selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan Allah bersama
keluarganya, aamiin.
Begitulah... yang namanya musibah
suatu saat pasti akan datang, tapi ingatlah bahwa segala musibah akan menjadi
kebaikan jika kita bisa bersabar dan ridha menerimanya, yakinlah pada
pertolongan Allah, karena semua yang kita miliki hanyalah titipan semata.
Bandung, 25 Maret 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar