Rabu, 13 Mei 2020

Tujuh M


"Bukan karena tidak ingin pergi keluar rumah, tapi kali ini diam dirumah jauh lebih baik untuk semua orang"

Sudah hampir 2 bulan lebih semenjak terjadinya Pandemi Corona ini saya tidak pergi kesekolah, karena aktivitas belajar semua siswa dilakukan dirumah, maka saya pun bekerja dari rumah, minggu-minggu pertama saya sempat mengajar via Zoom itu pun mengajar kelas 12, namun pembelajaran kelas 12 ini akhirnya berakhir setelah menteri pendidikan resmi membatalkan Ujian Nasional. Kemudian karena saya diamanahi sebagai Wali Kelas, saya tetap memantau anak-anak saya mengikuti pembelajaran setiap harinya,dari senin sampai jumat, tiap hari pula saya harus menerima setoran hafalan murid-murid saya dari rumahnya masing-masing. Sisanya saya kadang jadi penguji Karya Tulis anak-anak, juga menjadi pembimbing karya tulis murid-murid dimana saya yang menjadi wali kelasnya.

Kalau dirasa bosan, ya bosan juga. Rasanya bukan hanya saya yang merasakan hal seperti itu. Karena kita hanya beraktivitas didalam rumah, sesekali keluar rumah pun tidak jauh, kalau gak ke pasar yah ke Borma untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Mungkin bagi sebagian orang yang basa main dan senang jalan-jalan, kegiatan Social Distancing yang disertai PSBB (pembatasan sosial berskala besar) ini sangat menyiksa, hampir seluruh Mall dan teman hiburan di kota ini tutup dan tidak beraktivitas, sedih memang, tapi demi kebaikan mau tidak mau harus kita jalani, jangankan untuk jalan-jalan, untuk hal-hal yang jelas diwajibkan bagi laki-laki untuk sholat Jumat, pun tidak diselenggarakan sementara sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Nah selama 2 bulan ini untuk menghilangkan rasa bosan ada beberapa hal yang biasa saya lakukan dirumah, ada sekitar 7 hal yang biasa saya lakukan selama Pandemi ini dirumah.

Pertama adalah Membaca. Saya lumayan suka membaca, dirumah pun koleksi buku saya cukup banyak, bahkan saya punya beberapa buku yang saya beli dan belum saya baca hingga sekarang karena saya sibuk menyibukan diri wkwkkwkwkwk. Kalo ditanya jenis buku apa yang saya suka, sebenarnya saya suka baca komik wkwkkwk, sejak SD sih suka baca komiknya, tapi yang masih saya ikutin sampai sekarang hanya 2, Detektif Conan sama Akatsuki No Yona. Selain komik saya suka baca Novel, Buku Puisi, Buku Motivasi, dan Buku-buku agama. Oh iya ada buku yang belum tamat saya baca ampe sekarang, bukunya Ustad Salim Lapis-lapis keberkahaan, mudah-mudahan Ramadhan ini bisa selesai dan bisa lanjut baca buku Parenting Ustad Hari.

Kedua Menulis, sebenarnya ini saling berhubungan dengan yang diatas, tapi produktifitas menulis saya agak kurang dibanding membaca. Jujur  saya harus nunggu mood untuk mau nulis. Tapi karena punya blog dari 2011, mau tidak mau saya memaksakan diri saya untuk menulis dan mengupload satu tulisan ke Blog setiap bulannya. Hanya Bloger yang aktif, kalo tumblr sekali-kali, itu juga kalau mau. Oh iya beberapa bulan lalu saya mengikuti Lomba Kepenulisan bertema pendidikan, kebutulan Yayasan tempat saya bekerja Milad. Tapi hasilnya belum ada sampai sekarang, saya tidak begitu berharap sih, karena saya jarang sekali menulis Essay dengan tata bahasa yang formal. Tapa lumayan jadi pengalaman juga buat saya.

Ketiga Menonton, sebenarnya saya suka banget nonton, tapi kalau hari-hari biasa saya mengajar senin sampai jumat dari pagi hingga sore, biasanya saya kelelahan dan sudah malas untuk menonton film, film jenis apa yang disuka sebenarnya saya suka Horror atau Thriller wkwkwkwk tapi gak berani kalo nonton sendirian. Jadi lebih banyak nonton drama korea, drama jepang, atau nonton Anime, kebetulan saya punya banyak file drama korea dan anime dilaptop yang belum sempat saya tonton, jadi ada pandemi ini lumayan beberapa drama bisa saya selesaikan untuk ditonton. Itu pun temanya random, bukan tentang cinta-cintaan aja.

Keempat Memasak, yah dimasa pandemi ini ketika harus banyak dirumah, begitu banyak ibu-ibu muda dan mbak-mbak muda yang mulai belajar masak sendiri di rumah, mulai mencoba-coba membuat berbagai resep masakan yang biasanya dibeli direstoran atau di go food. Dan kabar baiknya ada beberapa makanan yang sudah saya coba buat dimasa pandemi ini, Yah walaupun rasanya mungkin masih jauh dibandingkan beli, tapi saya jadi bisa masak Cireng, Pancake, Boba, dan masak Cumi Lada Hitam, juga puding hehehe

Kelima Mengaji, berhubung bulan ini bulan Ramadhan, saya putuskan untuk berhenti dulu nonton drama korea, saya mau banyakin ngaji hehehe... isi laptop saya tidak semuanya berisi film dan drama korea. Saya suka download ceramah-ceramah para Ustadz. Siapa yang sering saya dengerin? banyak banget, hampir semua Ustadz muda saya punya dan saya save videonya. Ustad Adi Hidayat, Ustad Salim A Fillah, Ustad Hannan Attaki, Ustad Oemar Mita, Ustad Felix Shiauw, ada dan lumayan lengkap, Ustad Khalid dan Ustad Syafiq Basalamah juga ada. Disekolah pun sama, ada beberapa kajian yang saya ikuti On Line via Zoom, pekan ini saya beruntung dapat bersilaturahmi dengan Mantan Gubernur Jawa Barat, Ustad Ahmad Heriyawan.

Keenam Merakit, iya ini salah satu hoby yang mungkin bisa kamu lakuin dirumah untuk nunggu buka puasa. Kebetulan ada satu gundam yang saya beli beberapa bulan lalu dan belum sempat saya rakit, Gundam Wings dengan sayap biru, alhamdullilah dimasa pandemi saya bisa menyelesaikannya selama 2 hari, ini pertama kalinya saya merakit gundam HG sendirian, hehe lumayan menguras keringat dan membuat kuku saya patah, soalnya saya gak punya gunting khusus untuk memotong gundam, alhasil kuku saya yang patah. Entahlah lama-lama dirumah saya juga merasa jadi agak tumpul otaknya, ngerakit gundam bener-bener bisa bikin otak saya berfikir agak keras, karena membaca manual booknya yang bertuliskan huruf hiragana itu gak mudah. Tapi alhamdullilah sukses, meskipun beberapa kali sempat salah dan sempat patah beberapa bagianyya, yang terpaksa saya lem sama lem fox wkwkwkkwkw tapi aslinya ini sukses, skill saya bertambah.

Ketujuh Merapikan, sebenarnya saya adalah tipe orang yang cukup rapih, wkwkkwkw. Tapi tentu kerapihan saya jauh dibandingkan dengan Mari Kondo, orang jepang yang ahli bersih-bersih itu. Kalau dinilai dari angka 0 sampai 10, menurut saya pribadi saya ada diangka 8. Setelah membaca bukunya Mari Kondo saya jadi semangat buat bersih-bersih, selama masa pandemi ini mau tidak mau saya lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, dan ini tentu sangat manfaat untuk merapihkan apapun yang terasa berantakan dirumah, selama social distancing dan beraktivitas dirumah, saya sudah berhasil merapihkan meja belajar, merapihkan rak sepatu, merapihkan lemari baju, dan merapihkan alat-alat serta kosmetik saya yang gak terlalu banyak, kamar pun sudah dicat ulang, dan sudah jauh lebih rapih dan bersih sekarang, termasuk perintilan maenan-maenan kecil yang saya dapet dari McD, dan sedikit koleksi pribadi itu.

Itulah 7 M yang saya lakukan dimasa pandemi ini, mudah-mudahan pandemi ini benar-benar cepat berakhir, rasanya dengan wabah ini pola hidup menjadi tidak normal, saya berharap semua orang yang sakit karena Corona ini bisa lekas sembuh, dan semoga semua orang yang sehat bisa terus sehat hingga wabah pandemi ini berakhir, terakhir sibukan diri kita dengan hal-hal yang bermanfaat, mungkin ada bakat-bakat terpendam yang baru terlihat saat kita benar-benar berada dikondisi serba sulit seperti sekarang ini.

Bandung, 13 Mei 2020



Tidak ada komentar:

Posting Komentar