“Pernikahan, urusan perasaan, cinta,
kebencian, itu semua tidak sederhana yang dilihat. Kadangkala tidak bisa
dijelaskan, kadangkala dipenuhi kesalahpahaman, kadangkala dipenuhi kesedihan,
dan kemalangan”
- Tere Liye, Pergi
Malam satu Ramadhan saya melaksanakan
sholat tarawih dimesjid, malam itu hujan turun cukup deras, ketika saya datang
shaf pertama akhwat masih lengang, hanya ada satu ibu-ibu tua yang menggunakan
kursi disamping paling kanan yang mengisi shaf itu, sepertinya saya mengenal
ibu ini, iya ini adalah ibu salah satu adik saya dimesjid, saya menyalaminya.
“Eh, ini teh siapa ibu lupa?”
“ini saya bu.... (saya menyebutkan
nama saya) “
“Oh, iya neng maaf ibu lupa”
setelah sholat isya, imam pun
melanjutkan dengan sholat tarawih hingga selesai salam rakaat terakhir, Imam
menutup sholat tarawih dengan doa, dan tiba-tiba ibu disamping saya merangkul
saya, dan mendekatkan wajahnya ketelinga saya,
“Doain ya teh... adik teteh rumah
tangganya sudah dititik akhir, doain ibu sehat dan kuat”
“iya bu, insya allah... ibu yang sehat
ya bu...yang kuat...”
Sedih rasanya mendengar kabar tidak
baik dimalam yang baik, rasanya begitu menyesakkan dada, anak perempuan ibu ini
adalah salah satu adik saya dimesjid yang sholehah, sopan, cantik, dan baik
hati, umurnya lebih muda 5 atau 7 tahun dari saya, setelah menikah beberapa
tahun lalu, dia dikaruniai satu orang anak laki-laki yang lucu, siapa sangka
rumah tangganya kini berujung dipengadilan.
Ternyata apa yang dilihat disosial
media tidak seindah kenyataanya, saya berteman dengan adik ini disosial media,
dan tentu saja yang saya lihat dimedia sosial adalah foto-foto dia bersama
keluarga kecilnya, foto bersama suami dan anaknya, saya fikir rumah tangganya
baik-baik saja, hidup bahagia dengan pendamping dan anak yang lucu, tapi
sungguh berita seperti ini bukan berita baik untuk siapapun, terutama saya yang
mengenal baik adik saya dimesjid. Kami pernah sama-sama mengaji dimesjid, dan
selama saya mengenalnya sejak ia kecil hingga dewasa dan menikah ia adalah anak
yang baik, dan saya yakin dia bukan perempuan yang akan meninggalkan
kewajibannya sebagai istri ataupun ibu.
Saya sudah lama tidak bertemu dan
mengobrol dengan adik saya ini, tapi apapun yang terjadi dalam hidupnya, saya
yakin itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepadanya, hal yang menyesakkan
baginya, dan tentu akan jadi cobaan yang berat untuk orang tuanya, tak ada satu
pun orang tua yang mau anak gadis kesayangnnya menjadi seoarang janda dan
menjadi orang tua tunggal, ah... adik saya ini masih sangat muda dan cantik, ia
kini harus bekerja untuk membiayai dirinya dan anak semata wayangnya, saya
hanya bisa berdoa agar adik saya ini diberi kekuatan dan kesabaran mendapatkan
limpahan kasih sayang Allah dalam bentuk ujian rumah tangga.
Ya Rabb..., dibulan yang penuh berkah
ini ini, kami meminta kebaikan dari sisimu, jadikan semua ujian hidup yang
Engkau berikan menjadi penggugur dosa kami, dan jalan kami mendekat kepadamu,
semoga Engkau limpahkan kepada kami kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi semua
ujian darimu, berikan kepada kami pendamping hidup yang dapat membimbing kami
untuk semakin taat dan patuh kepadamu, anugrahkan kepada kami keturunan yang
sholeh dan sholehah yang menjadi penyejuk hati kami, aamiin.
Bandung, 6 Mei 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar