Senin, 06 Mei 2019

Kabar Tidak Baik Dimalam Baik



“Pernikahan, urusan perasaan, cinta, kebencian, itu semua tidak sederhana yang dilihat. Kadangkala tidak bisa dijelaskan, kadangkala dipenuhi kesalahpahaman, kadangkala dipenuhi kesedihan, dan kemalangan”
- Tere Liye, Pergi

Malam satu Ramadhan saya melaksanakan sholat tarawih dimesjid, malam itu hujan turun cukup deras, ketika saya datang shaf pertama akhwat masih lengang, hanya ada satu ibu-ibu tua yang menggunakan kursi disamping paling kanan yang mengisi shaf itu, sepertinya saya mengenal ibu ini, iya ini adalah ibu salah satu adik saya dimesjid, saya menyalaminya.

“Eh, ini teh siapa ibu lupa?”

“ini saya bu.... (saya menyebutkan nama saya) “

“Oh, iya neng maaf ibu lupa”

setelah sholat isya, imam pun melanjutkan dengan sholat tarawih hingga selesai salam rakaat terakhir, Imam menutup sholat tarawih dengan doa, dan tiba-tiba ibu disamping saya merangkul saya, dan mendekatkan wajahnya ketelinga saya,

“Doain ya teh... adik teteh rumah tangganya sudah dititik akhir, doain ibu sehat dan kuat”

“iya bu, insya allah... ibu yang sehat ya bu...yang kuat...”

Sedih rasanya mendengar kabar tidak baik dimalam yang baik, rasanya begitu menyesakkan dada, anak perempuan ibu ini adalah salah satu adik saya dimesjid yang sholehah, sopan, cantik, dan baik hati, umurnya lebih muda 5 atau 7 tahun dari saya, setelah menikah beberapa tahun lalu, dia dikaruniai satu orang anak laki-laki yang lucu, siapa sangka rumah tangganya kini berujung dipengadilan.

Ternyata apa yang dilihat disosial media tidak seindah kenyataanya, saya berteman dengan adik ini disosial media, dan tentu saja yang saya lihat dimedia sosial adalah foto-foto dia bersama keluarga kecilnya, foto bersama suami dan anaknya, saya fikir rumah tangganya baik-baik saja, hidup bahagia dengan pendamping dan anak yang lucu, tapi sungguh berita seperti ini bukan berita baik untuk siapapun, terutama saya yang mengenal baik adik saya dimesjid. Kami pernah sama-sama mengaji dimesjid, dan selama saya mengenalnya sejak ia kecil hingga dewasa dan menikah ia adalah anak yang baik, dan saya yakin dia bukan perempuan yang akan meninggalkan kewajibannya sebagai istri ataupun ibu.

Saya sudah lama tidak bertemu dan mengobrol dengan adik saya ini, tapi apapun yang terjadi dalam hidupnya, saya yakin itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepadanya, hal yang menyesakkan baginya, dan tentu akan jadi cobaan yang berat untuk orang tuanya, tak ada satu pun orang tua yang mau anak gadis kesayangnnya menjadi seoarang janda dan menjadi orang tua tunggal, ah... adik saya ini masih sangat muda dan cantik, ia kini harus bekerja untuk membiayai dirinya dan anak semata wayangnya, saya hanya bisa berdoa agar adik saya ini diberi kekuatan dan kesabaran mendapatkan limpahan kasih sayang Allah dalam bentuk ujian rumah tangga.

Ya Rabb..., dibulan yang penuh berkah ini ini, kami meminta kebaikan dari sisimu, jadikan semua ujian hidup yang Engkau berikan menjadi penggugur dosa kami, dan jalan kami mendekat kepadamu, semoga Engkau limpahkan kepada kami kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi semua ujian darimu, berikan kepada kami pendamping hidup yang dapat membimbing kami untuk semakin taat dan patuh kepadamu, anugrahkan kepada kami keturunan yang sholeh dan sholehah yang menjadi penyejuk hati kami, aamiin.

Bandung, 6 Mei 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar