Kamis, 11 April 2019

Ikhwan


“Teteh pengen saya jadi ikhwan ? saya kan laki-laki..., ikhwan itu laki-laki kan artinya ?”

Beberapa tahun lalu ketika saya ditanya tentang kriteria pasangan hidup, saya pun menjawab dengan jawaban yang cukup singkat, saya mau nikah sama ikhwan aja. Yah ikhwan itu bahasa arab, yang artinya adalah laki-laki, jadi semua laki-laki muslim itu ikhwan, namun entah kenapa karena saya besar dilingkungan yang cukup Islami, makna “ikhwan” jadi berbeda dalam pandangan saya.

Entahlah mungkin istilah ikhwan dan akhwat hanya familiar dalam komunitas-komunitas muslim seperti anak-anak dkm mesjid, majelis taklim, atau pengajian. Dan mungkin itu yang terekam dalam otak saya sampai sekarang, ikhwan yang ada dalam benak saya...

Sesorang yang hatinya terpaut dengan mesjid, laki-laki yang sholat lima waktunya dimesjid, punya pemahaman Islam yang baik, cerdas, pandai menjaga hijab (tidak mau bersentuhan dengan yang bukan mahram, aktif di organisasi, rajin tilawah, punya hafalan Quran yang baik, dan cukup banyak, dan penampilan yang nyunah (memelihara janggut, dan menggunakan celana diatas mata kaki), dan yang terpenting akhlaknya baik, santun dan sopan baik terhadap orang tua maupun anak kecil.

Saya berfikir jika kamu dinikahi oleh seorang seperti yang saya sebutkan diatas, hidup kamu insya allah akan jadi lebih baik, meskipun tak ada garansi dari langit, setidaknya seorang laki-laki yang baik tidak akan menyakiti seorang perempuan yang dinikahinya, mudah-mudahan ia yang akan melapangkan jalanmu untuk masuk ke Surga.

Sayangnya, laki-laki seperti itu jumlahnya tidak banyak, kalau pun ada, pasti dia sudah menikah, atau sudah menjadi seorang ayah, beruntung jika kamu ditemukan laki-laki sholeh macam itu. Beruntung jika kamu dipinang oleh seorang laki-laki (ikhwan) yang mau menerima semua keterbatasanmu, mereka bukan malaikat yang tidak punya dosa dan kekurangan, tapi mereka adalah laki-laki yang mau meluangkan waktunya untuk menuntut ilmu agama, menghadiri majelis-majelis ilmu setiap pekan, atau lebih dari itu ia yang memegang satu atau dua kelompok binaan anak-anak muda yang sedang berhijrah menjadi pribadi yang lebih bertakwa.

Laki-laki yang buruk hari ini, bisa jadi kelak akan menjadi laki-laki yang baik, kalaupun calon suami atau suamimu sekarang masih jauh dari kriteria “Ikhwan”, bertakwalah kepada Allah, karena hanya Allahlah yang dapat membolak-balikan hati manusia, hanya Allah yang dapat memberikan hidayah kepada hamba yang dikehendakinya, mudah-mudahan kamu mendapatkan kesabaran dan pahala yang banyak atas segala kesabaranmu, biar Allah yang menjaga pasanganmu kelak, aamiin.

Bandung, 11 April 2019


Tidak ada komentar:

Posting Komentar