Rabu, 02 Januari 2019

Rich People



‘When rich people fight wars with one another, poor people are the ones to die”  Jean Paul Sartre


Kaya mungkin adalah impian banyak orang, mulai dari zaman Firaun sampai sekarang. Orang berlomba-lomba mengumpulkan kekayaaan untuk dapat menikmati hidup dengan nyaman dan tenang, meski nyatanya kekayaan tak pernah membuat manusia bahagia. Kaya bukan satu-satunya standar kebahagian, meski kita dapat membeli dan memiliki apapun yang ada diatas bumi ini. Lihatlah Qarun, manusia fakir yang minta didoakan menjadi orang yang kaya agar bisa lebih mudah dalam beramal dan beribadah, nyatanya setelah ia kaya dan lapang, ia justru menjadi manusia yang sombong dan angkuh. Ia mati dalam keadaan fakir KeImanan, dan mati bersama seluruh harta kekayaannya yang dibenamkan kedalam bumi oleh Allah.

Tidak ada yang salah dengan kekayaan, selama ia bisa digunakan sebagai ladang amal dan ladang dakwah, lihatlah orang-orang Kaya nan rendah hati seperti  Nabi Sulaiman, kerajaan dan harta yang begitu melimpah tidak sedikitpun membuatnya menjadi takabur, lihatlah bagaimana kekayaan Khadijah, istri kesayangan Rasul yang mewakafkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan dakwah Rasul, tanpa kedermawaan Ibunda Khadijah kita tidak akan merasakan Indahnya agama Islam, dan lihatlah seberapa tawadhunya seorang Konglomerat Abu Bakar Ash Sidiq yang menyerahkan seluruh hartanya untuk dakwah Rasullulah, ia adalah salah satu orang yang paling banyak membebaskan tawanan dan para budak selama peperangan Rasullulah.

Dan indikator kekayaan buat saya tentu bukan hanya kekayan yang bersifat fisik, kaya bukan hanya karena kamu pakai barang-barang brended dan nongkrong dimall makan dan minum-minum cantik di caffe yang mahal-mahal. Kalau buat saya Rich People itu kalau....

       Kamu Bisa beribadah dengan Tenang
Kalau kamu bisa mengeluarkan infaq dan sedekah kapan saja, bisa wakaf dan bayar zakat kapan saja menurut saya kamu kaya. Apalagi kalau bisa menunaikan ibadah Haji tanpa harus menunggu no antrian, alias Naik Haji ONH+ dan bisa Umroh kapanpun kamu mau, kamu benar-benar kaya. Kemudahan dalam beribadah yang membutuhkan biaya yang tdiak sedikit, menunjukkan kamu kaya dan mapan secara finansial.

       Kamu Bisa Melakukan Perawatan Tubuh dan Kecantikan
Kalau kamu sudah bisa ke salon minimal seminggu sekali atau sebulan sekali, untuk melakukan perawatan diri bagi saya kamu kaya, wkwkwkwk. Perawatan kecantikan itu tidak murah kawan, apalagi kamu yang gak pernah up date sosial media dan informasi terkini. Minimal ke Salon kamu harus merogeh kocek Rp 50.000, hanya untuk potong rambut atau creambath saja, kalau perawatan lainnya sampai body spa, ya kamu harus mau ngeluarin uang minimal 250.000 sampai 300.000 lebih. Hanya untuk Salon. Perawatan lainnya, apalagi untuk wajah, kalau mau cantik kamu harus pake skin care yang mahal dan gak ecek-ecek, pake produk korea kaya Face Shop, Leneige, Clio, Inissfree, atau pake produk dari Jepang SK2, Shiseido, Shu Emura, mau pake yang dari Barat juga boleh, pakai Estee Lauder, Sephora, Borjuis, MAC,  Elf, L’oreal, Body Shop atau Make Up Forever. Yang harga lipstiknya doang bisa nyampe Rp 400.000. Saya sendiri, belum puya budget buat ke Salon seminggu sekali, sebulan sekali juga enggak wkwkwk,  kalo Skin Care... alhamdullilah sampai sakarang saya lagi nyari Skin Care yang harganya masuk akal dan bisa kebeli sama saya.

       Kamu bisa Liburan Kapan pun kamu mau.
Bagi beberapa orang, liburan itu sesuatu yang sangat mahal. Saking mahalnya, ada yang tidak punya hari libur karena setiap hari harus bekerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Jangankan beli tiket masuk kebun binatang, buat beli beras aja susah. Bagi saya kamu kaya kalau kamu bisa liburan dan travelling kapan saja sesuai keinginan kamu, entah dalam negeri atau luar negeri. Biaya tiket kereta or pesawat, biaya hotel, biaya tiket masuk, biaya oleh-oleh, kalau kamu mau liburan luar kota, minimal banget kamu harus punya uang Rp 500.000 ampe Rp 1.000.000 lebih. Jadi kalau kamu masih harus nabung buat bisa liburan, kamu belum jadi Rich People.

       Kamu punya budget khusus untuk Olahraga
Sebenarnya olahraga gausa pake budget dan gak harus ngeluarin uang juga, cukup kamu naik turun tangga, lari-lari keliling komplek, atau ke pasar jalan kaki pulang pergi sambil nenteng belanjaan ampe rumah saya fikir kamu udah olahraga. Tapi sekarang Olahraga udah jadi gaya hidup sebagian orang terutama orang Kota kaya saya, wkwkkwkw. Tentunya olahraga yang gak saya sebutin diatas. Maksud saya kamu ikutan kelas khusus, ikut kelas Yoga, Pilates, atau Muang Thai. Jadi member di tempat Fitness, jadi member di kolam Renang Hotel atau tempat Fitness, itu harganya mehel tau. Saya pernah nyari-nyari kelas Yoga ampe nyasar sama temen karena nyari yang lagi promo dan bisa free trail, eh ternyata satu pertemuannya bisa nyampe Rp 100.000. Untuk kelas Fitness jadi member apalagi, harganya juga rada lumayan, dari Rp 300.000 ampe Rp 1.000.000 lebih. Gak harus sih, tapi kalo punya budget khusus untuk ini menurut saya kamu Kaya.

Kamu Bisa Ikut Kegiatan buat Pengembangan Diri
Yah kalau ini mah harusnya menjadi kebutuhan, meski kamu jomblo atau udah nikah sekalipun, ilmu dan wawasan kamu juga harus up date, apalagi untuk pengembangan diri. Kaya ikut kelas Bahasa, Kelas Motivasi, Kelas Menulis, Kelas Memasak, atau Kelas Parenting. Makin bertambah usia, banyak hal pula yang harus kamu tingkatkan, gada salahnya ikut kegiatan-kegiatan yang bisa mengembangkan diri kamu, entah itu bentuknya Workshop atau Seminar-seminar, dunia diera digital seperti ini menuntut kamu untuk melek informasi, apalagi kamu yang kelak akan menjadi Ayah dan Ibu, yang akan menjadi Orang Tua, penting banget buat belajar Parenting, gimana caranya mendidik anak yang bener, dan jadi orang tua yang bener.

Sayangnya kegiatan-kegiatan seperti ini biayanya gak murah, wajarlah ilmunya juga banyak dan bagus. Untuk bisa ikut Kelas khusus atau kegiatan seminar kamu harus merogoh kocek kamu lebih besar mulai dari Rp 400.000 sampai Jutaan rupiah. Anggap saja ini investasi masa depan, kamu bakal merasakan banyak manfaatnya, percaya deh. Dan sayang yang bisa ngelakuin hal ini hanya orang-orang yang kebutuhan primer dan sekundernya sudah tercukupi. Kamu orang kaya kalau bisa ngembangin diri kamu dengan kegiatan-kegiatan positif kaya diatas.

Satu lagi lupa, Buku. Kalau kamu pinter dan Kaya, kamu pasti punya budget khusus buat beli buku. Kamu pasti bisa beli buku tanpa harus melihat harganya berapa, bagi orang kaya buku itu udah kaya temen hidup, kemana pun kamu pergi pasti dibawa dan pasti bakal menuhin salah satu ruangan dirumah, kamu pasti punya koleksi buku tersendiri.

Jadi orang kaya secara finansial atau bisa merasakan lima hal yang saya tulis diatas, tentunya bisa jadi harapan banyak orang, namun catatan penting buat saya, semakin kaya seseorang seharusnya semakin tawadhu dan dermawanlah orang itu, kadang kekayaan bisa bikin orang besar kepala, sombong dan gak menghargain orang lain, orang kaya yang banyak tingkah, bikin susah hidup orang lain, tentu bukanlah hal yang baik. Kalaupun kita tidak hidup sebagai orang Kaya minimal hidup kita Mulia dan tidak jadi parasit buat orang lain. Satu hal yang perlu digaris bawahi dari semua tulisan ini,

 KAMU KAYA KALAU KAMU GAK PUNYA HUTANG SEPESER PUN DENGAN ORANG LAIN.

itu sebenarnya intinya, meski hidup pas-pasan, tidak berlimpah dengan kekayaan, selama kamu tidak punya hutang dengan siapapun, beryukurlah, kamu tidak miskin.

Bandung, 2 Desember 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar