‘When rich people fight wars with
one another, poor people are the ones to die”
Jean Paul Sartre
Kaya mungkin adalah impian banyak
orang, mulai dari zaman Firaun sampai sekarang. Orang berlomba-lomba
mengumpulkan kekayaaan untuk dapat menikmati hidup dengan nyaman dan tenang,
meski nyatanya kekayaan tak pernah membuat manusia bahagia. Kaya bukan
satu-satunya standar kebahagian, meski kita dapat membeli dan memiliki apapun
yang ada diatas bumi ini. Lihatlah Qarun, manusia fakir yang minta didoakan
menjadi orang yang kaya agar bisa lebih mudah dalam beramal dan beribadah,
nyatanya setelah ia kaya dan lapang, ia justru menjadi manusia yang sombong dan
angkuh. Ia mati dalam keadaan fakir KeImanan, dan mati bersama seluruh harta
kekayaannya yang dibenamkan kedalam bumi oleh Allah.
Tidak ada yang salah dengan
kekayaan, selama ia bisa digunakan sebagai ladang amal dan ladang dakwah,
lihatlah orang-orang Kaya nan rendah hati seperti Nabi Sulaiman, kerajaan dan harta yang begitu
melimpah tidak sedikitpun membuatnya menjadi takabur, lihatlah bagaimana
kekayaan Khadijah, istri kesayangan Rasul yang mewakafkan seluruh harta
kekayaannya untuk perjuangan dakwah Rasul, tanpa kedermawaan Ibunda Khadijah
kita tidak akan merasakan Indahnya agama Islam, dan lihatlah seberapa
tawadhunya seorang Konglomerat Abu Bakar Ash Sidiq yang menyerahkan seluruh
hartanya untuk dakwah Rasullulah, ia adalah salah satu orang yang paling banyak
membebaskan tawanan dan para budak selama peperangan Rasullulah.
Dan indikator kekayaan buat saya
tentu bukan hanya kekayan yang bersifat fisik, kaya bukan hanya karena kamu pakai
barang-barang brended dan nongkrong dimall makan dan minum-minum cantik di
caffe yang mahal-mahal. Kalau buat saya Rich People itu kalau....
Kamu
Bisa beribadah dengan Tenang
Kalau kamu bisa mengeluarkan
infaq dan sedekah kapan saja, bisa wakaf dan bayar zakat kapan saja menurut
saya kamu kaya. Apalagi kalau bisa menunaikan ibadah Haji tanpa harus menunggu
no antrian, alias Naik Haji ONH+ dan bisa Umroh kapanpun kamu mau, kamu
benar-benar kaya. Kemudahan dalam beribadah yang membutuhkan biaya yang tdiak
sedikit, menunjukkan kamu kaya dan mapan secara finansial.
Kamu
Bisa Melakukan Perawatan Tubuh dan Kecantikan
Kalau kamu sudah bisa ke salon
minimal seminggu sekali atau sebulan sekali, untuk melakukan perawatan diri
bagi saya kamu kaya, wkwkwkwk. Perawatan kecantikan itu tidak murah kawan,
apalagi kamu yang gak pernah up date sosial media dan informasi terkini.
Minimal ke Salon kamu harus merogeh kocek Rp 50.000, hanya untuk potong rambut
atau creambath saja, kalau perawatan lainnya sampai body spa, ya kamu harus mau
ngeluarin uang minimal 250.000 sampai 300.000 lebih. Hanya untuk Salon. Perawatan
lainnya, apalagi untuk wajah, kalau mau cantik kamu harus pake skin care yang
mahal dan gak ecek-ecek, pake produk korea kaya Face Shop, Leneige, Clio,
Inissfree, atau pake produk dari Jepang SK2, Shiseido, Shu Emura, mau pake yang
dari Barat juga boleh, pakai Estee Lauder, Sephora, Borjuis, MAC, Elf, L’oreal, Body Shop atau Make Up Forever.
Yang harga lipstiknya doang bisa nyampe Rp 400.000. Saya sendiri, belum puya
budget buat ke Salon seminggu sekali, sebulan sekali juga enggak wkwkwk, kalo Skin Care... alhamdullilah sampai
sakarang saya lagi nyari Skin Care yang harganya masuk akal dan bisa kebeli
sama saya.
Kamu
bisa Liburan Kapan pun kamu mau.
Bagi beberapa orang, liburan itu
sesuatu yang sangat mahal. Saking mahalnya, ada yang tidak punya hari libur
karena setiap hari harus bekerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Jangankan beli tiket masuk kebun binatang, buat beli beras aja susah. Bagi saya
kamu kaya kalau kamu bisa liburan dan travelling kapan saja sesuai keinginan
kamu, entah dalam negeri atau luar negeri. Biaya tiket kereta or pesawat, biaya
hotel, biaya tiket masuk, biaya oleh-oleh, kalau kamu mau liburan luar kota,
minimal banget kamu harus punya uang Rp 500.000 ampe Rp 1.000.000 lebih. Jadi
kalau kamu masih harus nabung buat bisa liburan, kamu belum jadi Rich People.
Kamu
punya budget khusus untuk Olahraga
Sebenarnya olahraga gausa pake
budget dan gak harus ngeluarin uang juga, cukup kamu naik turun tangga,
lari-lari keliling komplek, atau ke pasar jalan kaki pulang pergi sambil
nenteng belanjaan ampe rumah saya fikir kamu udah olahraga. Tapi sekarang
Olahraga udah jadi gaya hidup sebagian orang terutama orang Kota kaya saya,
wkwkkwkw. Tentunya olahraga yang gak saya sebutin diatas. Maksud saya kamu
ikutan kelas khusus, ikut kelas Yoga, Pilates, atau Muang Thai. Jadi member di
tempat Fitness, jadi member di kolam Renang Hotel atau tempat Fitness, itu
harganya mehel tau. Saya pernah nyari-nyari kelas Yoga ampe nyasar sama temen
karena nyari yang lagi promo dan bisa free trail, eh ternyata satu pertemuannya
bisa nyampe Rp 100.000. Untuk kelas Fitness jadi member apalagi, harganya juga
rada lumayan, dari Rp 300.000 ampe Rp 1.000.000 lebih. Gak harus sih, tapi kalo
punya budget khusus untuk ini menurut saya kamu Kaya.
Kamu Bisa Ikut Kegiatan buat Pengembangan Diri
Yah kalau ini mah harusnya
menjadi kebutuhan, meski kamu jomblo atau udah nikah sekalipun, ilmu dan
wawasan kamu juga harus up date, apalagi untuk pengembangan diri. Kaya ikut
kelas Bahasa, Kelas Motivasi, Kelas Menulis, Kelas Memasak, atau Kelas
Parenting. Makin bertambah usia, banyak hal pula yang harus kamu tingkatkan,
gada salahnya ikut kegiatan-kegiatan yang bisa mengembangkan diri kamu, entah
itu bentuknya Workshop atau Seminar-seminar, dunia diera digital seperti ini
menuntut kamu untuk melek informasi, apalagi kamu yang kelak akan menjadi Ayah
dan Ibu, yang akan menjadi Orang Tua, penting banget buat belajar Parenting,
gimana caranya mendidik anak yang bener, dan jadi orang tua yang bener.
Sayangnya kegiatan-kegiatan
seperti ini biayanya gak murah, wajarlah ilmunya juga banyak dan bagus. Untuk
bisa ikut Kelas khusus atau kegiatan seminar kamu harus merogoh kocek kamu
lebih besar mulai dari Rp 400.000 sampai Jutaan rupiah. Anggap saja ini
investasi masa depan, kamu bakal merasakan banyak manfaatnya, percaya deh. Dan
sayang yang bisa ngelakuin hal ini hanya orang-orang yang kebutuhan primer dan
sekundernya sudah tercukupi. Kamu orang kaya kalau bisa ngembangin diri kamu
dengan kegiatan-kegiatan positif kaya diatas.
Satu lagi lupa, Buku. Kalau kamu
pinter dan Kaya, kamu pasti punya budget khusus buat beli buku. Kamu pasti bisa
beli buku tanpa harus melihat harganya berapa, bagi orang kaya buku itu udah
kaya temen hidup, kemana pun kamu pergi pasti dibawa dan pasti bakal menuhin
salah satu ruangan dirumah, kamu pasti punya koleksi buku tersendiri.
Jadi orang kaya secara finansial
atau bisa merasakan lima hal yang saya tulis diatas, tentunya bisa jadi harapan
banyak orang, namun catatan penting buat saya, semakin kaya seseorang
seharusnya semakin tawadhu dan dermawanlah orang itu, kadang kekayaan bisa
bikin orang besar kepala, sombong dan gak menghargain orang lain, orang kaya
yang banyak tingkah, bikin susah hidup orang lain, tentu bukanlah hal yang
baik. Kalaupun kita tidak hidup sebagai orang Kaya minimal hidup kita Mulia dan
tidak jadi parasit buat orang lain. Satu hal yang perlu digaris bawahi dari
semua tulisan ini,
KAMU KAYA KALAU KAMU GAK PUNYA HUTANG SEPESER PUN DENGAN
ORANG LAIN.
itu sebenarnya intinya, meski
hidup pas-pasan, tidak berlimpah dengan kekayaan, selama kamu tidak punya
hutang dengan siapapun, beryukurlah, kamu tidak miskin.
Bandung, 2 Desember 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar