Kamis, 11 Oktober 2018

Yang Sakit


“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

Bulan September kemarin, selama satu bulan beberapa kali saya mengunjungi Rumah Sakit, ada beberapa teman, saudara, dan tetangga yang sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit. Menjenguk orang sakit adalah salah sunah Rasul, beliau adalah orang yang sangat peyayang pada siapa saja, dan beliau selalu menganjurkan untuk menjenguk dan mendoakan orang-orang yang sakit. Banyak pelajaran yang akan kita dapatkan ketika kita menjenguk orang sakit, pelajaran bahwa kita harus menjaga kesehatan dengan baik, pandai bersyukur dengan apa yang Allah beri, dan tentunya menjadi pelajaran berharga untuk tidak terlalu cinta dengan dunia. Dunia yang fana, mau tidak mau suatu saat akan kita tinggalkan dan kita harus menyiapkan bekal untuk kehidupan kita kelak di akhirat.

Bulan lalu salah seorang sahabat saya, guru senior di sekolah sakit dan masuk ruangan ICU, beliu terkena penyakit Liver..., dan saya pun meyempatkan diri untuk menjenguknya di hari Senin, saya bersama teman-teman dan murid-murid sempat menjenguk dan berbincang sebentar dengan beliau, walau bagian tubuhnya lemas, dipasang berbagai selang untuk infus ataupun oksigen, beliau masih tetap bisa menyapa kami, saya fikir beliau akan berhasil melewati masa-masa kritisnya, sayang di hari Kamis Allah memanggilnya..., kami guru-guru dan murid-murid disekolah merasa sangat kehilangan beliau, kami ikut bertakziah dan melihat pemakamannya, beliau adalah salah satu guru senior yang cukup bersemangat dalam mengajar, jarang sekali beliau marah pada murid-murid. Beberapa murid merasa bersalah, karena jarang memperhatikan beliau ketika sedang belajar, otomatis saat mereka sedang mengerjakan ujian tengah semester tangis mereka pecah dikelas, mereka saling berpelukan satu sama lain.

Setelah sahabat saya meninggal, saya mendapatkan kabar kalau Bude, kaka ibu yang paling tua masuk rumah sakit, beliau sepertinya kecapaian, ngedrop, dan mengalami penyempitan jantung, saya bersama kedua orang tua saya bertolak ke Jakarta untuk menjenguk bude, alhamdullilah ketika kami datang ke Rumah Sakit didaerah Tebet, kondisi beliau sudah mulai pulih, meski tidak pulih 100% dan tetap harus melakukan kontrol rutin ke rumah sakit. Saya sendiri merasa sedih, karena sebenarnya Ibu pun tidak berada dalam kondisi yang fit, tapi karena rasa cinta pada kakaknya, ibu akhirnya pergi bersama kami ke Jakarta.

Sepulang dari Jakarta, beberapa hari setelahnya tetangga sebelah rumah juga sakit dan masuk Ruang ICCU, bapak Iwan yang anak terakhirnya seumur dengan saya, tiba-tiba terkena serangan jantung, dan sempat tak sadarkan diri, kemudian beliau sadar ketika sudah ada di rumah sakit. Saya, bersama kedua orang tua saya pun ikut menjenguk beliau, Alhamdullilah... saat menjenguknya beliau sudah sadar dam sudah bisa bicara, sedih rasanya... tapi beliau terlihat ceria dan bisa bercanda dengan kami.  Saya bersyukur, beliau sudah seperti ayah saya, ketika berpamitan saya mencium tangannya dan berkata agar beliau lekas sehat, beliau hanya tersenyum sambil berkata “Terima kasih ya anakku....” hati saya berdesir, air mata saya sepertinya ingin jatuh saat itu.

Dan beberapa minggu setalah rentetan kunjungan ke rumah sakit, akhirnya Ibu yang ngedrop... ibu sepertinya kecapaian, dan sempat jatuh setelah keluar dari kamar mandi, ibu dirawat. Saat bapak memberi kabar ibu dirawat saya tengah berada di sekolah, sedih rasanya. Sepulang dari sekolah saya langsung pergi ke Rumah Sakit..., melihat kondisi ibu sungguh sangat memprihatinkan, saya benar-benar sedih, ibu terkena stroke ringan, jangan ditanya perasaan saya seperti apa, saya sudah tidak bisa menangis, saya hanya bisa menjalani dan menerima keadaan ini. Yang membuat saya bersyukur adalah saya lah satu-satunya anak yang masih tinggal dirumah, saya yang masih bisa merawat ibu dan bapak, Alllah yang menguatkan hati saya, saya tidak bisa menangis dihadapan ibu, ketika dirumah sakit ibu terus memegang tangan saya.

Saya hanya bisa berdoa kepada Allah meminta kesembuhan untuk ibu, saya tidak mau kehilangan ibu... saya sangat sayang sama ibu...

Bandung, 12 Oktober 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar