“Karena sesulit apapun sebuah
pilihan, komitmen akan membuatnya lebih mudah. Karena sesalah apapun sebuah
keputusan, tanggung jawab akan membuatnya lebih baik. Karena seberat apapun
sebuah konsekuensi, tekad yang kuat akan membuatnya lebih ringan. Karena serumit
apapun persoalan hidup, kebijaksanaan akan membuatnya lebih sederhana. Karena
sebesar apapun tantangan hidup, keberanian akan mebuatnya lebih kecil. Karena
sebanyak apapun masalah yang dihadapi, kedewasaan akan membantu banyak, berlalu
dengan indah”
Beberapa hari kebelakang
instagram saya dipenuhi dengan foto-foto wisuda murid-murid saya, Vanny yang
sudah jadi Sarjana Komunikasi, Ridho yang sudah jadi sarjana akuntansi, Alya
yang sudah jadi sarjana hukum, dan Nurul yang sudah jadi sarjana kedokteran, rasanya baru kemarin saya
mengajar mereka saat mereka masih pakai seragam putih abu, sekarang mereka
sudah lulus kuliah, yang artinya mereka sebentar lagi akan bekerja dan mungkin
akan segera menikah.
Hal yang tak kalah mengagetkan
ketika salah satu murid saya dulu waktu PPL mengirimkan undangan pernikahan di
what’s app, padahal usianya begitu muda, dia baru wisuda setahun lalu tepat
saat saya menikah setahun yang lalu , dan memutuskan untuk menikah dibulan
januari kemarin, saya tentu kaget, ia yang baru saja lulus kuliah, baru bekerja
beberapa bulan sudah berani memutuskan untuk menikah, sementara saya harus
menunggu 29 tahun untuk benar-benar mengambil keputusan besar dalam hidup saya (menikah). Dan saya pun kaget ketika saya mendengar alasan dia mau menikah diusia 22 tahun.
“Saya berfikir dengan menikah
agama saya lebih terjaga, dan saya merasa lebih tenang jika menikah”
Hal yang sama ketika beberapa
minggu yang lalu salah satu murid saya dimesjid yang belum menyelesaikan
skripsinya, akhirnya memutuskan untuk menikah bulan depan dengan seorang akhwat
yang baru saja ditemuinya beberapa bulan lalu. Dan ketika saya tanyakan
alasannya ia pun menjawab dengan tenang,
“Saya merasa dengan menikah saya
bisa lebih menjaga Iman saya, gak tau teh mungkin udah waktunya juga, Allah
ngasih kemudahan dan ngasih jalan, minta doanya aja.....”
Hati saya bergetar, ada rasa
sedih dan haru yang membuncah didada saya, saya merasa bahagia mendengar kabar
ini, Allah memang Maha Baik, saya hanya bisa berdoa agar murid saya itu bisa
menikah dijalan dakwah, menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah, saya
berpesan kepada murid saya untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya tentang nikah,
karena nikah adalah ibadah yang agung, ibadah seumur hidup, yang ujiannya juga
tidak akan mudah, saya berharap dia bisa menjaga, mencintai, dan menyayangi
istrinya kelak, karena istri adalah amanah yang dibebankan kepadanya setelah
akad selesai diucapkan.
“Apapun yang terjadi kedepan....,
percayakan hidupmu hanya pada Allah, seberat apapun masalah yang kelak akan
datang, hadapilah bersama dengan penuh ketakwaan, peliharalah imanmu baik-baik,
semoga Allah meridhai kalian berdua, aamiin”
Bandung, 16 November 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar