Rabu, 15 November 2017

Keputusan



“Karena sesulit apapun sebuah pilihan, komitmen akan membuatnya lebih mudah. Karena sesalah apapun sebuah keputusan, tanggung jawab akan membuatnya lebih baik. Karena seberat apapun sebuah konsekuensi, tekad yang kuat akan membuatnya lebih ringan. Karena serumit apapun persoalan hidup, kebijaksanaan akan membuatnya lebih sederhana. Karena sebesar apapun tantangan hidup, keberanian akan mebuatnya lebih kecil. Karena sebanyak apapun masalah yang dihadapi, kedewasaan akan membantu banyak, berlalu dengan indah” 
Diorama, Nazrul Anwar

Beberapa hari kebelakang instagram saya dipenuhi dengan foto-foto wisuda murid-murid saya, Vanny yang sudah jadi Sarjana Komunikasi, Ridho yang sudah jadi sarjana akuntansi, Alya yang sudah jadi sarjana hukum, dan Nurul yang sudah jadi  sarjana kedokteran, rasanya baru kemarin saya mengajar mereka saat mereka masih pakai seragam putih abu, sekarang mereka sudah lulus kuliah, yang artinya mereka sebentar lagi akan bekerja dan mungkin akan segera menikah.

Hal yang tak kalah mengagetkan ketika salah satu murid saya dulu waktu PPL mengirimkan undangan pernikahan di what’s app, padahal usianya begitu muda, dia baru wisuda setahun lalu tepat saat saya menikah setahun yang lalu , dan memutuskan untuk menikah dibulan januari kemarin, saya tentu kaget, ia yang baru saja lulus kuliah, baru bekerja beberapa bulan sudah berani memutuskan untuk menikah, sementara saya harus menunggu 29 tahun untuk benar-benar mengambil keputusan besar dalam hidup saya (menikah). Dan saya pun kaget ketika saya mendengar alasan dia mau menikah diusia 22 tahun.

“Saya berfikir dengan menikah agama saya lebih terjaga, dan saya merasa lebih tenang jika menikah”

Hal yang sama ketika beberapa minggu yang lalu salah satu murid saya dimesjid yang belum menyelesaikan skripsinya, akhirnya memutuskan untuk menikah bulan depan dengan seorang akhwat yang baru saja ditemuinya beberapa bulan lalu. Dan ketika saya tanyakan alasannya ia pun menjawab dengan tenang,

“Saya merasa dengan menikah saya bisa lebih menjaga Iman saya, gak tau teh mungkin udah waktunya juga, Allah ngasih kemudahan dan ngasih jalan, minta doanya aja.....”

Hati saya bergetar, ada rasa sedih dan haru yang membuncah didada saya, saya merasa bahagia mendengar kabar ini, Allah memang Maha Baik, saya hanya bisa berdoa agar murid saya itu bisa menikah dijalan dakwah, menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah, saya berpesan kepada murid saya untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya tentang nikah, karena nikah adalah ibadah yang agung, ibadah seumur hidup, yang ujiannya juga tidak akan mudah, saya berharap dia bisa menjaga, mencintai, dan menyayangi istrinya kelak, karena istri adalah amanah yang dibebankan kepadanya setelah akad selesai diucapkan.

“Apapun yang terjadi kedepan...., percayakan hidupmu hanya pada Allah, seberat apapun masalah yang kelak akan datang, hadapilah bersama dengan penuh ketakwaan, peliharalah imanmu baik-baik, semoga Allah meridhai kalian berdua, aamiin”

Bandung, 16 November 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar