Seorang yang tetap memegang Imannya tetap akan menjadi kesatria, meski ia mati di medan pertempuran.
Pertempuran dalam hidup akan tetap terjadi, bukan hanya bertempur melawan musuh yang nyata, tapi juga musuh yang ada dalam diri sendiri.
Tuhan tidak pernah tidur, perjuangan seorang Kesatria akan tetap terlihat, meski tak ada satu pun manusia yang melihat perjuangannya.
Seorang Kesatria, tidak akan gentar hanya karena cacian manusia, ia akan tetap berdiri meski mungkin hatinya hancur lebur, kemuliannya tetap bersinar meski berkali-kali disakiti, Kesatria itu tetap menjadi orang baik, meski ia dilukai.
Seorang Kesatria hebat, punya hati seluas samudra untuk mau memaafkan kesalahan orang lain, apalagi memberi maaf, tanpa diminta ia akan memaafkan kesalahanmu
Seorang Kesatria akan bertahan hingga titik darah terakhir yang ia miliki, perjuangannya adalah kemuliannya, pengorbanannya adalah baktinya pada Tuhan.
Bandung, 30 Januari 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar